Lewati navigasi

                       

 

 

 

SERAMBI 

     CU Mandiri mengudara

Ada inovasi terbaru yang lahir dari CU kita tercinta ini, kini CU Mandiri hadir di siaran 98,7 Karina FM setiap hari Kamis pukul 19.30 WIB – 20.30 WIB. Dengan motivasi ingin senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik buat para anggotanya, CU Mandiri berharap dengan kehadirannya di udara, bukan saja dapat memberi pencerahan dalam hal ber-CU kepada para anggotanya, tetapi juga kepada seluruh masyarakat yang mendengarkan.

     Kita sering mengaku bahwa kita adalah anggota CU, tapi tidak semua dari kita juga tahu apa itu CU, apa manfaat dan keuntungan yang kita dapat setelah kita masuk menjadi anggota CU, dsb. Pengetahuan yang dangkal tentang CU inilah yang kemudian hari bisa menimbulkan kesalahpahaman antara anggota dan pihak internal dari CU.

     Untuk itu, melalui siaran radio, CU Mandiri berharap dapat memberikan pendidikan singkat tentang CU kepada seluruh insan perkoperasian dan masyarakat yang mendengarkan, dan untuk para pendengar yang belum masuk menjadi anggota semoga tertarik untuk bergabung yah!

Redaksi

 

 SEPENGGAL DARI REDAKSI

   Hallo, saudara!

Salam sejahtera buat Anda semua pembaca setia bulletin Idaman!

Seperti salah satu lirik lagu yang berkata…September ceria…September ceria…milik kita semua…semoga hari-hari Anda juga bisa seceria lagu tersebut, sama cerianya ketika Anda membaca berita-berita yang coba Tim Idaman ketengahkan ke hadapan Anda. Pada edisi kali ini kami masih mengangkat berita seputar Dilema di Antara Dua Sisi CU bagian ke-2, Busuk Buah Pake Curater, mana bisa? pada Konsultasi Pertanian, CU Mandiri Ponsel di Selayang Pandang, dan berbagai berita hangat di rubrik Warna-warni. Pokoknya dijamin puas!

Selamat membaca…

                                    Redaksi

  

 

 

 

 WARTA UTAMA

CREDIT UNION 

DILEMA DI ANTARA DUA SISI

BISNIS DAN SOSIAL  ( Bagian 2 )

 Sisi Bisnis dari Credit Union sudah dibahas pada tulisan edisi terdahulu. Dalam tulisan ini, kita akan membahas sisi sosial dari Credit Union, dengan contoh kasus mengelola CU yang dikemukakan pada tulisan yang lalu adalah sebagai berikut:

Hari ini, awal bulan, saya berangkat ke kantor untuk melaksanakan tugas dengan hati yang ceria. Saya tahu bahwa hari ini adalah hari dimana banyak pinjaman uang untuk anggota CU akan direalisasikan sesuai dengan janji. Kebetulan saya adalah Manajer Cabang dari sebuah CU yang melayani kurang lebih 2.000-an orang di Kantor Cabang saya. Ketika saya baru turun dari kendaraan, tiba-tiba saya dikejutkan oleh seorang anggota yang berlari kecil menghampiri saya.

“Pak, pak, saya mau minta tolong. Tadi pagi ketika saya mengantarkan anak saya ke sekolah, karena kurang hati-hati, anak saya tertabrak sepeda motor di depan sekolahnya. Saya membawanya ke rumah sakit dan kata dokter harus dioperasi saat ini juga. Saya butuh uang 8 juta saat ini. Pak, saya mau minjam uang ke CU sekarang juga”, kata anggota tersebut mendesak.

Dalam suasana yang sedikit kaget dan prihatin, saya sebagai Manajer Cabang bingung, apa yang mesti saya lakukan? Semua pinjaman uang yang akan direalisasikan hari ini adalah pinjaman yang sudah memenuhi syarat dan prosedur pinjaman resmi CU. Bagaimana mencari uang 8 juta pada saat ini? Bagaimana saya bisa mempercayai anggota tersebut saat ini juga? Jelas, anggota tersebut butuh uang saat ini juga. Apakah yang mesti saya lakukan sebagai Manajer Cabang?

 Jika harus dijawab dengan profesionalisme, jelas pinjaman tersebut tidak dapat dicairkan.

Alasan tidak dicairkannya pinjaman tersebut adalah:

  1. Tidak sesuai prosedur yang ditetapkan dalam Pola Kebijakan CU, dimana Pola Kebijakan adalah keputusan yang diambil oleh kekuasaan tertinggi dalam CU, yakni Rapat Anggota Tahunan.
  2. Anggota tersebut selama ini tidak menyiapkan dana insidental dalam bentuk tabungan yang dapat ditarik kapan saja untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak dan mendesak. Produk tabungan seperti ini dapat disiapkan dalam SIBUHAR (Simpanan Bunga Harian).
  3. TUKKEPPAR diabaikan, karena kebutuhan mendesak tersebut.

 Tetapi apakah hal tersebut adalah keputusan yang benar dalam Credit Union? Jawabnya, tentu tidak bukan?

Disinilah sisi sosial dari CU harus digunakan, terutama dalam penerapan salah satu dari pilar CU itu sendiri, yakni Solidaritas. Keputusan harus diambil pada saat itu juga dengan berbagai kekurangan dalam hal prosedur pencairan pinjaman, karena kepentingan menyelamatkan nyawa seorang anak anggota yang harus menjalani operasi.

Pencairan pinjaman anggota ini tentu akan mengorbankan kepentingan anggota lainnya yang sudah merencanakan tujuan pinjamannya untuk berbagai hal. Sebagai anggota CU, kita dituntut untuk siap menerima hal seperti ini. Sebab jika hal tersebut terjadi pada diri kita, bukankah kita juga akan melakukan hal yang sama dengan sang ayah tersebut?

Pinjaman anggota lain yang bersifat konsumtif/providen dapat ditunda pencairannya, tentu dengan penjelasan yang baik kepada anggota tersebut. Solidaritas terhadap sesama anggota dengan mendahulukan kepentingan anggota lain yang lebih membutuhkan diyakini akan menghasilkan karakter anggota yang lebih solider dikemudian hari.

Sebagai anggota yang pernah dibantu, sang ayah akan menjadi anggota yang suatu saat juga harus siap menerima penundaan pencairan pinjamannya karena kepentingan anggota lain yang lebih membutuhkan. Pendidikan secara personal terhadap anggota yang demikian akan lebih mudah dilakukan dikemudian hari dengan menyarankannya agar mempersiapkan dana insidental dalam bentuk tabungan lain, selain simpanan saham, untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak di masa mendatang.

Hal yang sulit diprediksi adalah kelancaran pengembalian pinjaman anggota yang telah menerima solidaritas dari sesama anggota tersebut dengan berbagai pelanggaran terhadap aturan. Dengan keyakinan bahwa sifat sosial dari seorang manusia yang pernah merasakan pertolongan orang lain dalam hidupnya, akan muncul setelah orang tersebut merasakan bantuan orang lain menjadi dasar keyakinan atas kelancaran pembayaran pinjaman anggota tersebut.

  Untuk itulah kita sebagai anggota CU diwajibkan menabungkan kebaikan terlebih dahulu terhadap anggota lain yang membutuhkan, agar suatu saat kelak, ketika kita membutuhkan kebaikan itu, anggota lain akan memberikan kebaikan itu kepada kita.

Aneh ya? Memang itu lah CU.

Semoga dengan tulisan ini, , tidak hanya sekedar menjadi semboyan tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan ber CU!

                                                                  (Hieronimus Jolong, Kakanpel Medan)

  

WARNA-WARNI

 

MENUJU TITIK KESMPURNAAN 

Idaman, Sei Rampah

                       Sabtu, 29 Agustus 2009 yang lalu segenap karyawan bagian pengentrian data Kopdit CU Mandiri berkumpul di ruang pertemuan Kantor Pelayanan III Sei Rampah guna mengikuti serangkaian pelatihan penyempurnaan Be Union I yang sebelumnya digunakan dalam proses entry laporan data sehari-hari di Kopdit CU Mandiri. Dari yang sebelumnya menggunakan system ‘ACCESS’  sekarang CU Mandiri mencoba menerapkan penggunaan system Data Base XQL Server 2005 dan VB. Net dalam laporan data.

            Penerapan system baru yang dikenal dengan istilah  “        Mandiri Software” ini diharapkan mampu mengatasi kekurangan-kekurangan yang pernah timbul pada system sebelumnya. Memberikan pelayanan terbaik kepada anggota tentunya, merupakan motivasi awal penggerak. Pelatihan yang berlangsung selama beberapa jam tersebut juga dihadiri oleh utusan dari Badan Pengurus dan GM. H. Sitanggang, tentunya.

            Dengan penerapan program baru, diharapkan Kopdit CU Mandiri semakin menuju titik kesempurnaan system teknologi komputerisasi dalam hal pelayanan terhadap anggota. “Secara bertahap meninggalkan system manual menuju system komputerisasi’, itu harapan Kopdit CU Mandiri ke depan, tak mau kalah dengan lembaga-lembaga keuangan lain yang telah lebih dahulu ber-pioneer.

Meskipun demikian CU Mandiri juga meyakini sebuah perubahan tidak bisa berlangsung secara instant, segala sesuatu pasti memerlukan proses, dan Mandiri tahu proses itu tak mudah…butuh waktu. Untuk itu marilah kita sama-sama belajar untuk menerima perubahan tersebut demi satu misi, menuju sebuah titik kesempurnaan….!                                  (W.S )

  

SELANGKAH LEBIH MAJU DI UDARA

CU Mandiri,

“Membebaskan dari Kemiskinan…”

Suara Leo Semba & Hieonimus Jolong terdengar saat mengudara di Radio Karina 98,7FM, Kamis, 03 September 2009 lalu. CU Mandiri selangkah lebih maju di udara…

                Serangkaian inovasi baru dilakukan Kopdit CU Mandiri beberapa waktu belakangan ini, tak hanya keseriusan di bidang manajemen tetapi juga merambah ke dunia hiburan, agar semakin dikenal oleh kalangan masyarakat, CU Mandiri mulai menjejakkan kaki di siaran radio Karina 98,7 FM Siantar guna menyapa seluruh pendengar. Acara yang memberikan pengetahuan secara mendalam kepada seluruh pendengar tentang ‘apa itu koperasi, terkhususnya CU’ ini diharapkan dapat menumbuhkan minat para pemirsa untuk ber-CU.

            Langkah awal pada tanggal 3 September lalu merupakan titik awal yang diharapkan dapat memberi pencerahan bukan saja bagi Kopdit CU Mandiri tapi juga bagi dunia perkoperasian di Indonesia, khususnya daerah Sumatera Utara, terutama daerah-daerah yang terjangkau oleh siaran radio Karina 98,7 FM.

            Mari kita dukung niat tulus dari Kopdit CU Mandiri ini dengan turut berpartisipasi dalam siaran radio Karina yang berdurasi selama ± 1 jam mulai pukul 19.30 – 20.30 WIB setiap hari Senin di 98,7 FM. Kalau bukan kita, siapa lagi?

                                                                                               

                                                                                                (W.S) 

 

      

              BUKAN KARENA MEGAHNYA GEDUNG…

Kasus Bank Century tentu sangat akrab di telinga kita akhir-akhir ini, di media cetak maupun media elektronik…sejumlah pesohor negri yang memiliki andil cukup besar di dunia perbankan negri kerap memberikan komentar, ini…itu…sibuk mencari kambing hitam, saling melempar kesalahan, tanpa perduli bagaimana perasaan sejumlah nasabah di luar sana.

“Perampokan bank oleh pemiliknya sendiri”…kalimat itu yang senantiasa dilontarkan. Sekedar menyegarkan ingatan kita tentang pokok persoalan yang sebenarnya terjadi di tubuh bank Century, bahwasanya keruntuhan yang terjadi bukan karena terpaan krisis global seperti yang kerap melanda lembaga-lembaga keuangan dalam negri, melainkan karena kasus kriminal yang dibiarkan berlarut-larut, potensi manipulasi (fraud) yang dilakukan oleh sang pemilik, Robert Tantular, yang bermain saham dengan menggunakan uang nasabah.

            Bermain-main dengan kepercayaan nasabah, tentu itu yang bisa kita simpulkan dari kasus ini…meski BI (Bank Indonesia),  LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dan KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) telah turun tangan, tapi toh  kebusukan tetap tercium juga, keruntuhan tak dapat dipertahankan lagi. Bank Century collapse (runtuh) dan tercatat sebagai ‘bank gagal’.

            Apa yang bisa kita petik dari kejadian bank Century?

Tak selamanya kemegahan dan ke-elitan sebuah lembaga keuangan menjamin nasabahnya akan terbebas dari segala tindakan penipuan atau manipulasi dari pihak internal lembaga itu sendiri. Walau sederhana namun dapat memberi rasa nyaman, mengapa tidak? Yang paling penting adalah modal kepercayaan dan itikad baik!

Jadi bukan karena megah gedungnya doank…

                                                                       (W.S)

 

KEKUATAN DUPLIKASI

    Masih seputar trik jitu dalam menghasilkan kepingan rupiah, berikut kami paparkan sebuah kunci kesuksesan yang terletak pada trik “duplikasi”.

Ini rahasianya : “Jalankan bisnis yang mudah diduplikasikan, dan tidak perlu keterlibatan kita secara penuh dalam bisnis tersebut.

KUNCI UTAMA lain adalah:

Hidup hemat pada awalnya untuk menabung, uang tabungan di-investasikan untuk menghasilkan uang, lakukan terus berulang-ulang, setelah penghasilannya cukup besar, barulah menuai hasil berkelanjutan…

 MARI BERHITUNG MATEMATIKA:

Jika Anda diberikan 2 pilihan kontrak kerja / kontrak bisnis berikut ini, mana yang Anda pilih?

  1. Kontrak 2 tahun, tidak dapat dibatalkan, penghasilan per-bulan Rp. 100juta
  2. Kontrak 2 tahun, tidak dapat dibatalkan, penghasilan di bulan pertama cuma Rp.1000, tetapi berlipat dua setiap bulan.

 PILIH MANA???

Jawabnya:

  •  Pilihan I

Penghasilan Rp. 100juta/bulan x 24 bln = Rp. 2,4 M

  • Pilihan II

Bln

Penghasilan

Bln

Penghasilan

Bln

Penghasilan

Bln

Penghslan

1

1000

7

64000

13

4,096jt

19

262,144jt

2

2000

8

128000

14

8,192jt

20

524,288jt

3

4000

9

256000

15

16,384jt

21

1,048 M

4

8000

10

512000

16

32,768jt

22

2,097 M

5

16000

11

1,024jt

17

65,536jt

23

4,194 M

6

32000

12

2,048jt

18

131,072jt

24

8,388 M

 Jika Anda memilih Pilihan I, maka Anda akan kecolongan hampir 6 Milyar hanya karena tergiur jumlah nilai akhir penghasilan yang ditawarkan.

Kita hanya diajari oleh guru di sekolah tentang teori ALBERT EINSTEIN seperti rumus kekuatan bom atom seperti E=mC2, dst. Tetapi tidak diajarkan bahwa “kekuatan duplikasi” juga dikagumi oleh Albert Einstein, ilmuwan paling cemerlang abad 20, ia mengatakan “Duplikasi adalah Keajaiban Dunia Kedelapan”.

                           (Leo dari berbagai sumber)

 

 

 

 

TIPS & TRIK CARA MEMBUAT PUPUK KOMPOS

Prinsip yang digunakan dalam pembuatan kompos super adalah proses pengubahan limbah organic menjadi pupuk organic melalui aktifitas biologis pada kondisi yang terkontrol.

 PROSES PEMBUATAN KOMPOS SUPER

  1. Bahan yang diperlukan :
  • Kotoran sapi : 80 – 83%
  • Serbuk gergaji : 5 %
  • Bahan pemacu mikroorganisme (bisa dipakai EM4): 0,25%
  • Abu sekam : 10%
  • Kalsit/kapur: 2%
  • Boleh menggunakan bahan-bahan yang lain asalkan kotororan sapi minimal 40%, kotorannya maksimal 25%

      2.    Tempat

            Sebidang tempat beralas tanah, ternaungi agar pupuk tidak terkena sinar matahari dan air hujan secara langsung.

        3. Prosesing

  • Kotoran sapi (faeses dan urine) diambil dari kandang dan ditiriskan selama satu minggu untuk mendapatkan kadar air mencapai ±60%.
  • Kotoran sapi yang sudah ditiriskan tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi, tempat pembuatan kompos super dan diberi serbuk gergaji, abu kalsit/kapur danstardec sesuai dosis dan seluruh bhan campur diaduk merata.
  • Setelah seminggu di lokasi 1, tumpukan dipindahkan ke lokasi 2 dengan cara diaduk/dibalik secara merata untuk menambah suplai oksigen dan meningkatkan homogenitas bahan. Pada tahap ini diharapkan terjadi peningkatan suhu sampai 70°C untuk mematikan pertumbuhan biji gulma sehingga kompos super yang dihasilkan dapat bebas dari biji gulma.
  • Seminggu kemudian dilakukan pembalikan untuk dipindahkan pada lokasi 3 dan dibiarkan selama 1 minggu.
  • Setelah 1 minggu pada lokasi 3 kemudian dilakukan pembalikan untuk membawa pada lokasi 4. Pada tempat ini kompos super telah matang dengan warna pupuk coklat kehitaman bertekstur remah dan tidak berbau.
  • Kemudian pupuk diayak/disaring untuk mendapatkan bentuk yang seragam serta memisahkan  dari bahan yang tidak diharapkan (misalnya batu, potongan kayu, raffia) sehingga kompos super yang dihsilkan benar-benar berkualitas.
  • Selanjutnya pupuk organik kompos super siap dikemas dan siap diaplikasikan ke lahan sebagai pupuk organic berkualitas sebagai pengganti pupuk kimia.

                                                                                (sumber: www.google.com)

  

APA ITU FLU TULANG?

Dalam bahasa medis, flu tulang sama dengan arthritis, atau radang sendi atau rematik. Namun, di kalangan masyarakat luas, flu tulang ada yang dinamai dengan ‘dengkulan’, chikungunya dan sebagainya. Penamaan ini dikarenakan gejala yang ditimbulkan sama, yakni rasa nyeri yang hebat di persedian.  Padahal, rematik sendiri memiliki 100 lebih jenis. Yang menarik, setiap jenis rematik mempunyai gejala yang hampir sama, rasa sakit di sendi. Tapi, disebabkan oleh faktor yang berbeda. Begitu pula dengan flu tulang, hingga saat ini belum diketahui penyebab yang pasti. Namun, dari berbagai penelitian, virus ditengarai sebagai penyebab penyakit ini. Di samping itu, flu tulang lebih menyerang pada orang dewasa di atas 40 tahun, dan kaum wanita lebih rentan terserang penyakit ini ketimbang pria. Proses terjadinya flu tulang, umumnya, diawali dengan gejala-gejala flu diikuti dengan timbulnya rasa ngilu di setiap persendian. Keadaan seperti ini akan berlangsung 2-4 minggu, setelah gejala flu biasa (batuk, pilek, sakit kepala) mereda. Pada malam hari penderita akan menggigil hebat layaknya sakit malaria, dan menjelang pagi hari tubuh terasa kaku. Rasa kaku dan ngilu sendi terjadi akibat reaksi antibodi untuk melawan antigen virus. Flu tulang kadang disertai bercak-bercak merah pada mulut atau kulit, mirip demam berdarah atau campak Jerman (rubella). Untuk memastikan apakah bercak tersebut dampak flu tulang atau demam berdarah, perlu pemeriksaan darah di laboratorium. Penderita flu tulang biasanya akan membaik setelah tiga minggu. Namun, para penderita disarankan untuk tidak membiarkannya berlarut dan segera berkonsultasi ke dokter. Soalnya, selain bisa memicu penyakit lain, pengobatan yang tidak sempurna sangatlah berbahaya. Pemakaian obat-obat flu bebas bisa berisiko pada mereka yang mempunyai disfungsi ginjal, hati, atau jantung. Pemberian atau konsumsi makanan yang baik biasanya mampu menepis gejala-gejala flu sebelum jadi lebih parah. Jadi, para penderita flu dianjurkan banyak beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi-sayur dan buah-serta bervitamin tinggi, terutama vitamin C. Makanan yang berlemak tinggi, rokok, dan kopi harus ditinggalkan karena bisa mempertegas gejala flu. Penderita sebaiknya juga tidak makan makanan yang pedas-pedas karena bisa memicu diare dan gangguan pada lambung, apalagi jika penderita minum berbagai obat flu.Terapi herbanya bisa menggunakan Spirulina untuk menguatkan tubuh dalam melawan virus. Radix untuk menguatkan tendon dan ligamen. Serta meningkatkan cairan pelumas berupa lemak sinovial yang terdapat pada bagian persendian sehingga tidak mengakibatkan rasa ngilu pada persendian saat terjadi gesekan antar sendi.

                                                                              (sumber: www.google.com)

BIJAK ALA CU

PENYAKIT MENULAR 

  Si Rabun memperoleh pinjaman dari CU enam bulan yang lalu. Dalam tiga bulan pertama ia mengangsur sesuai janjinya. Setelah itu? Tidak ada kabar lagi. Maka dua orang pegawai CU mendatanginya.

 Setelah tiba di rumah Rabun lalu omong basa-basi seperlunya, pegawai CU berkata, “Angsuran pinjaman Saudara ternyata tidak lancar. Mungkin Saudara mengalami masalah yang serius sehingga sulit mengangsur. Kami sungguh cemas, karena tidak ada kabar dari Saudara.”

 “Masalah memang selalu ada. Sedang sempit rejeki. Tetapi  itu tidak penting. Saya ingin tahu mengapa saya ditagih agar membayar pinjaman, sedangkan Pak Togar  yang sudah lebih dari setahun tidak membayar didiamkan saja?”

“Kami juga sudah menagih Pak Togar. Namun belum ada hasilnya.”

Kalau Pak Togar mau membayar, saya juga akan membayar pinjaman saya sampai lunas.”

“Hmmm…mengapa Saudara ingin meniru Pak Togar?”

Demikianlah, kejelekan sudah menular dari satu orang kepada orang lain. Tanpa perlu program atau rencana, kejelekan itu dapat menular secara efektif. Bila satu anggota CU diserang ‘penyakit pinjaman macet’ terlebih dahulu, maka penularan ‘penyakit’ itu kepada para anggota yang lain menjadi semakin cepat.

Sebaliknya, kebaikan tidak mudah menular. Kebaikan harus ditularkan dengan sengaja dan dengan ketekunan. Dalam koperasi, pengurus, karyawan dan seluruh staf manajemen dituntut agar lebih bergiat menularkan semangat saling percaya, kegemaran bekerjasama, saling menolong, semangat demokratis, swadaya, kesederhanaan, kemauan belajar, dan sebagainya kepada seluruh anggota.

Sambil Tersenyum Memahami Credit Union

 

KONSULTASI PERTANIAN

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Bersama Bersama Ir.J.Sidabukke

 Tanya          :    Hallo…Pak Sidabukke! Ada sedikit sawit kita punya masalah, buahnya busuk dan sudah saya obati dengan Curater tetapi tidak sembuh juga dan tetap saja busuk. Kenapa begitu Pak? Apa sebenarnya penyebabnya dan apa obatnya? Mohon penjelasannya!

                        Sinaga, anggota CU Mandiri Gempolan.

 Jawab          :    Pak Sinaga di Gempolan…seperti yang telah saya jelaskan via telepon, akan kami tulis kembali supaya pengalaman berharga ini dapat diketahui pembaca bulletin Idaman. Jika kita analogikan ke manusia sedang sakit Influenza (flu) sakit kepala diberikan obat Diare, misalnya Entrostop, mana mungkin sembuh penyakit flunya. Kira-kira seperti itulah kasus yang dialami kelapa sawit Pak Sinaga.

                         Perlu kami jelaskan bahwa dalam menghadapi persoalan hama maupun penyakit tanaman di lapangan sebaiknya sedikit bekal ilmu pengetahuan untuk mengidentifikasi masalah dan penentuan tindakan yang akan dilakukan haruslah dimiliki seorang petani. Seperti kasus yang Pak Sinaga alami bahwa tandan buah tanaman sawitnya ada yang busuk, maka langkah awal yang harus dia tempuh adalah identifikasi masalah sbb:

 

  1. Jika tanaman atau bagian tanaman rusak, tanpa terlihat dengan kasat mata apa penyebabnya maka kita kategorikan bahwa tanaman sedang terserang PENYAKIT. Dan penyebab penyakit ini ada beberapa macam, seperti:
    1. Jamur (fungi) maka obatnya Fungisida. Dan fungisida ini dibagi lagi menjadi beberapa bagian yaitu Fungisida bersifat kontak, bersifat sistemik atau bersifat sistemik dan kontak, contoh Dithene, Antracol, Dipolatan, dll.
    2. Nematoda, maka obatnya adalah Nematisida, contoh Curater
    3. Bakteri, maka obatnya adalah Bakterisida, contoh Agrept 20 WP.
  2. Jika tanaman atau bagian tanaman rusak, dan penyebab kerusakan dapat terlihat dengan kasat mata maka dikategorikan bahwa tanaman sedang terserang hama (insekta) atau insek, maka obatnya adalah insektisida, contoh Decis, Matador, dll.

               Kembali kita ke permasalahan Pak Sinaga, tandan buah sawit (TBS) nya busuk, tentu penyebab busuk tidak terlihat dengan kasat mata, maka dkategorikan Penyakit dan obatnya adalah Fungisida atau Nematisida ataupun Bakterisida bukan hama atau pest, sehingga tidak perlu curater.

 Penyakit busuk tandan buah (bunch rot) terdapat di semua negara penanam kelapa sawit. Penyebab busuk tandan buah adalah cendawan marasmius palmivorus yaitu cendawan saprofit yang umumnya hidup pada bermacam-macam bahan yang mati / sisa-sisa tanaman.

       Pengendalian busuk tandan buah dapat dilakukan secara kultur teknis (mekanis) maupun secara kimia. Secara kultur teknis (cara mangula) dilakukan sebagai berikut:

      a. Semua bunga dan buah yang busuk dibuang. Penunasan dilakukan juga pada cabang dan daun sebelum dan sesudah panen.

      b. Tandan yang lewat masak jangan dibiarkan tetap berada di pohon.

          Pengendalian secara kimiawi dilakukan jika pengendalian kultur teknis sudah dilakukan tetapi tidak dapat menekan perkembangan penyakit. Penyemprotan fungisida yang dianjurkan adalah Difolatan (Kaptapol) dosis 0,7 ltr/ha dengan volume semprot 150 ltr/ha. Penyemprotan dilakukan dua minggu sekali (Iyung Pahan, Panduan Lengkap Penanaman Kelapa Sawit).

       Kesimpulan kita adalah bahwa untuk mengendalikan busuk buah Tandan Kelapa Sawit (TBS) bukanlah Curater atau pestisida melainkan Fungisida.

       Oke Pak, saya yakin pasti berhasil. Trims…

 

  ANDA PUNYA MASALAH PERTANIAN?

Silahkan kirim ke Redaksi Idaman atau SMS ke

Ir.J .Sidabukke di 0813-7609-1966

 

 

FIGUR MANDIRI

 

SUATU SAAT , PASTI ADA WAKTUNYA

        Kepergian sang buah hati yang telah lama dinanti dalam kehidupan rumah tangga mereka membuat Dewi br. Damanik (NBA: 18925) dan sang suami memutuskan untuk berhenti menjadi agen sekaligus pengecer ayam ras di Pasar Gambir Tebing Tinggi.

“Kami merasa begitu terpukul, selama setahun  kami hidup tanpa tujuan, tanpa bekerja, hidup terlunta-lunta, kami merasa tak perlu bersusah-susah lagi mencari nafkah, toh yang kami nafkahi tak ada lagi, percuma kami bekerja keras.”

 Tapi keadaan itu ternyata hanya berlangsung selama setahun, syukurlah….Dewi dan suami akhirnya sadar dan memutuskan untuk  tetap melakoni profesi di seputar ‘dunia ayam’. Mereka pun memutuskan untuk membuka peternakan yang berdaya tampung  4500 ekor ayam ras, selain itu mereka juga kembali menekuni profesi sebagai agen alias ‘makelar’ ayam bagi para pedagang eceran di pasar-pasar yang ada di kota Tebing Tinggi, kembali pulih setelah mengalami kemonotonan selama satu tahun sambil menanti kehadiran sang buah hati yang kiranya dapat mengobati luka hati di masa lalu untuk menyempurnakan kehidupan rumah tangga mereka….

 

BERTEMU CU MANDIRI

            Setelah menikah dengan Surya Darma Aruan pada tahun 2000, Dewi br. Damanik melakoni profesi sebagai pedagang sekaligus agen pengecer ayam ke para pedagang ayam di Pasar Gambir Tebing Tinggi bersama sang suami. Namun kematian sang buah hati pada tahun 2005 menghentikan langkah mereka, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk membuka peternakan ayam berkapasitas 4500 ekor ayam ras pada tahun 2006. Usaha yang telah dirintis selama tiga tahun tersebut ternyata bukan berjalan mulus tanpa rintangan, pernah suatu ketika

kandang ayamnya terbakar, atau kejadian yang   baru-baru ini terjadi, salah satu kandang ayamnya yang memuat 1500 ekor ayam tiba-tiba runtuh tanpa sebab, itulah yang mengakibatkan sampai saat ini mereka hanya mampu memelihara 3000 ekor ayam ras. “Belum ada modal untuk membangunnya kembali,” begitu alasan sang suami.

            Meski awal membuka usaha tak banyak mengandalkan bantuan modal dari CU, tapi ke depannya Dewi dan sang suami menyimpan harapan yang besar untuk mampu lebih maju dan berkembang bersama CU Mandiri. “Kami berusaha konsisten untuk mengikuti aturan CU yang mengharuskan tiap anggotanya mengajukan permohonan pinjaman berdasarkan tahapan-tahapan yang telah ditetapkan, keinginan untuk pinjaman besar demi membantu modal usaha yah pasti ada lah!

 Dewi mengaku pertama kali diperkenalkan kepada CU Mandiri oleh sang tetangga, Parasian Nainggolan yang merupakan salah seorang Petugas Microfinance di Kantor Pelayanan VII Tebing Tinggi.

”Awalnya sih  saya paksa masuk jadi anggota, soalnya saya yakin suatu saat usaha mereka pasti bisa semakin berkembang dengan dampingan modal dari CU,” ujar Parasian menimpali.

Dewi juga mengaku bahwa pernah suatu kali ia diberitahu oleh sang distributor pakan ternak tempat ia biasa berlangganan di Jl. Harsihab T. Tinggi bahwa harga akan segera naik, jadi sebaiknya hari itu juga ia disarankan untuk membeli pakan, permohonan pinjaman ke CU pun ia layangkan, walau saat itu dana yang bisa dicairkan hanya sebesar Rp. 4 juta, tapi Dewi merasa lumayan tertolong. “Saya yakin suatu saat ada kepentingan besar yang lebih mendesak lagi yang bisa CU Bantu,” ujarnya kepada kami.

 HARAPAN UNTUK CU MANDIRI

             Harapan keluarga Dewi br. Damanik dan Surya Darma Aruan ini tak jauh beda dengan harapan anggota-anggota CU Mandiri yang lain, bisa sukses bersama dampingan modal dari CU, tapi dalam berbagai fakta di lapangan banyak pengusaha yang ‘mandele’  alias merajuk, saat permohonan pinjamannya ditolak oleh CU. Mengapa? Karena mereka tak menyadari sepenuhnya tahapan-tahapan yang harus mereka lalui sebelum sampai kepada ‘nominal’ yang mereka inginkan.

Mengapa kita tak mencontoh teladan yang dilakoni oleh keluarga tokoh figur mandiri kita kali ini, sabar…lalui tahapan…dan yakini suatu saat ada waktunya peluang usaha yang lebih besar yang menanti pendampingan dari CU!

SUKSES untuk seluruh anggota CU Mandiri!

                                                                        (W.S)

 

AGENDA KERJA

  …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

 Berikut kami informasikan Agenda Kerja masing-masing Kantor Pelayanan September 2009;

A.    Kantor Pelayanan Wilayah I  Penggalangan (Z.Situmorang) Hp. 0813-6170-7987

 Pendidikan Anggota Baru dan pertemuan lainnya ditentukan oleh masing-masing Komisaris bersama dengan Manager Cabang.

 B.     Kantor Pelayanan Wilayah II Sei Deras (Ramses Sianipar) Hp. 0812-6483-8517

Pendidikan Anggota Baru dan pertemuan lainnya ditentukan oleh masing-masing Komisaris bersama dengan Manager Cabang.

 C.    Kantor Pelayanan Wilayah III Sei Rampah (Tiarma Nainggolan) Hp. 0813-6122-5612

Pendidikan Anggota Baru dan pertemuan lainnya ditentukan oleh masing-masing Komisaris bersama dengan Manager Cabang.

 D.    Kantor Pelayanan Wilayah IV Dolok Masihul (Florentina Br.Nainggolan) Hp. 0813-9601-6299

 Pendidikan Anggota Baru dan pertemuan lainnya ditentukan oleh masing-masing Komisaris bersama dengan Manager Cabang.

 E.     Kantor Pelayanan Wilayah V Sambosar Raya (Beatus B.T.Sinaga) Hp.0813-9790-2288

        07 Sept 2009               Pendidikan Anggota Baru

        14 Sept 2009               Pendidikan Anggota Baru

        21 Sept 2009               Pendidikan Anggota Baru

        28 Sept 2009               Pendidikan Anggota Baru

 F.     Kantor Pelayanan Wilayah VI Medan (Hieronimus Jolong) Hp.0813-9632-6433

12 Sept 2009               Rapat Evaluasi Bulanan

19 Sept 2009               Pendidikan Anggota Baru

 G.    Kantor Pelayanan Wilayah VII Tebing Tinggi (Ency R. Situmorang) Hp.0812-632-7995

Pendidikan Anggota Baru dan pertemuan lainnya ditentukan oleh masing-masing Komisaris bersama dengan Manager Cabang.

 H.    Kantor Pelayanan Wilayah VIII Balam (Kardianto Simarmata) Hp. 0812-635-1242

        05 Sept 2009               Pendidikan Anggota Baru

        26 Sept 2009               Pendidikan Anggota Baru

 I.     Kantor Pelayanan Wilayah IX L. Pakam (Maruli Tua Situmorang) Hp. 0813-6129-1973

Pendidikan Anggota Baru dan pertemuan lainnya ditentukan oleh masing-masing Komisaris bersama dengan Manager Cabang

 MANDIRIA

Ciri-ciri kematian Noordin M Top berdasarkan primbon (ramalan),

nama sebenarnya harusnya mati di atap rumah.kandang kambing = Noordin M beeeekkkk,
2.
Kalau mati di kolam = Noordin M Pang,
3. Kalo mati di Clubbing = Noordin M Club,
4. Kalo mati di kamar mandi = Noordin M beeeerrrr…

Berikut ini adalah nama-nama Noordin berdasarkan primbonnya :

1. Kalau mati di

SELAYANG PANDANG

 

CU MANDIRI PONSEL

Despian (NBA: 22454) begitu ia disapa. Pria kelahiran Bangko Jaya, Balam,  27 Desember, 23 tahun yang lalu tersebut masih sangat muda belia, namun berbagai pengalaman hidup telah ia kecap. Hampir putus sekolah ketika ditinggal sang ayah yang pergi menghadap Sang Khalik ketika  duduk di bangku SD tak memudarkan semangatnya. Bekerja untuk bisa meneruskan sekolah, itu tekadnya. Tekad itu pula yang membawanya sampai ke Kisaran untuk menuntut ilmu di salah satu sekolah STM di sana sambil melakoni beberapa pekerjaan demi membiayai pendidikannya. Kini ia telah membuka sebuah usaha ponsel yang ia beri nama CU Mandiri, “Agar saya bisa tetap mandiri seperti nama CU Mandiri  yang telah banyak membantu saya,” ujarnya. Berikut penggalan kisah suksesnya…

Sejak kecil Despian bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses dan hidup mandiri.

Itu sebabnya ia tak pernah mengenal lelah untuk bekerja, ‘nderes, memanen buah sawit, ‘ndodos, membuka lahan, dll,  “Yang penting saya bisa terus sekolah dan tidak menyusahkan orang tua,” ujarnya pada Tim Idaman. Terbukti usahanya tak sia-sia, berkat rajin menabung ditambah bantuan modal usaha dari CU Mandiri, sekarang ia telah memiliki sebuah kios ponsel dan rental playstation yang diberi nama CU Mandiri. “Keinginan saya untuk punya usaha sendiri bisa terwujud berkat CU Mandiri, jadi nama itu saya rasa pantas saya beri pada kios ponsel saya, biar mandiri seperti namanya…” ujar pria yang juga sempat mengajar mata pelajaran olah raga di SD tempat ia pernah mengenyam pendidikan dulu.

 

Setelah memiliki kios ponsel  Despian juga berharap  kelak ia dapat membuka toko pakaian yang akan diurus oleh sang istri, “Saya ‘kan tidak mungkin hidup sendiri terus,” ujarnya. Ada yang berminat?  (LS & WS)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.