WARTA UTAMA
KEKAYAAN FINANSIAL
Apa yang Anda dengar pertama kali saat mendengar kata “kaya”? Sebagian besar orang akan mengasosiasikan kata kaya dengan kelimpahan akan materi. Beberapa orang bahkan berpendapat kalau kekayaan memang hanya ada dalam bentuk uang saja! Lalu apakah itu salah? Tidak sama sekali. Tapi kelimpahan materi hanyalah sebagian kecil dari pengertian kekayaan. Kekayaan mencakup berbagai dimensi kehidupan, kelimpahan dalam dimensi. Dimensi itulah yang membentuk kekayaan sejati. Uang, hanya merupakan bagian kecil dari dimensi materi. Kita menyebutnya kekayaan finansial. Konteks kekayaan yang akan dijelaskan lebih jauh adalah kekayaan dalam bidang finansial. Apa definisi kekayaan finansial? Mari kita bahas penjelasannya menurut beberapa ahli: 1. Robert Kiyosaki, Rich Dad Poor Dad Dalam bukunya Rich Dad Poor Dad, Kiyosaki menjelaskan bahwa seseorang yang kaya adalah seseorang yang bebas secara finansial. Bebas secara finansial artinya ia bebas menggunakan uang miliknya, bebas untuk bekerja kapan saja diinginkan, dan paling penting, bebas dari segala kekhawatiran akan masalah keuangan di masa depan. Menurut Kiyosaki, kebebasan finansial dapat dicapai dengan memiliki aset jauh lebih besar dari liabilitas (hutang). Dia menegaskan pentingnya mengetahui perbedaan aset dan hutang bila ingin kaya. Aset mengalirkan uang ke kantong Anda, dan hutang mengeluarkan uang dari kantong Anda. Untuk menjadi kaya, seseorang harus menemukan aset (segala sesuatu yang memasukkan uang ke kantong anda) dan memperkecil hutang (segala hal yang menguras uang dari kantong anda : rumah yang ditinggali sendiri, mobil, dst) Menariknya, Kiyosaki mengajarkan bahwa rumah yang dimiliki oleh seseorang itu bukanlah aset. Mengapa? Rumah tersebut menyebabkan pemiliknya harus mengeluarkan uang secara berkala, seperti untuk membayar pajak bumi dan bangunan, membayar biaya perawatan, ataupun tagihan-tagihan lain seperti listrik dan PAM. Walaupun nilainya dari tahun ke tahun meningkat, tetapi tidak ada pendapatan nyata yang didapat. Anda tidak akan menikmati peningkatan nilai tersebut kecuali Anda menjual atau menyewakan rumah Anda ( yang membuatnya menjadi sesuatu yang memasukkan uang ke kantong). Oleh karena itu rumah lebih tepat digolongkan sebagai hutang. Selain itu, Kiyosaki juga menekankan bahwa sulit mencapai kekayaan hanya dengan bekerja bagi orang lain, pekerja – bahkan yang bergaji besar sekalipun seperti dokter, pengacara, dll, mungkin menghasilkan uang, tapi mereka tidak menemukan sumber uang. Uang tersebut akan berhenti mengalir bila mereka berhenti bekerja. Mereka bahkan cenderung terjebak dengan apa yang disebut lomba tikus (bekerja keras, mendapat gaji lebih besar, membeli lebih banyak, tagihan lebih besar, membutuhkan utang lebih banyak, dan kembali lagi pada bekerja lebih keras). Seseorang bisa menjadi kaya bila ia dapat keluar dari lingkaran tersebut dan memasuki jalur cepat, menemukan sumber uang (yang bisa dicapai bila memiliki pengetahuan finansial yang cukup) Menurut Kiyosaki, ada dua hal utama yang membedakan orang kaya dengan kelas menengah dan miskin. Yang pertama adalah kepemilikan aset, orang kaya membeli aset, sedang kelas menengah dan miskin membeli hutang yang mereka anggap aset. Perbedaan kedua adalah kontrol atas uang. Banyak orang yang memenangkan lotere atau ketiban rezeki besar akhirnya kehilangan rezeki dalam waktu singkat. Mengapa? Untuk mengontrol uang Anda harus memiliki pengendalian emosi dan pengetahuan finansial. Orang kaya pertama-tama berinvestasi pada diri mereka sendiri dengan mengembangkan kemampuan mengendalikan uang sebelum mulai membangun kekayaan materi. WARTA UTAMA KEKAYAAN FINANSIAL Apa yang Anda dengar pertama kali saat mendengar kata “kaya”? Sebagian besar orang akan mengasosiasikan kata kaya dengan kelimpahan akan materi. Beberapa orang bahkan berpendapat kalau kekayaan memang hanya ada dalam bentuk uang saja! Lalu apakah itu salah? Tidak sama sekali. Tapi kelimpahan materi hanyalah sebagian kecil dari pengertian kekayaan. Kekayaan mencakup berbagai dimensi kehidupan, kelimpahan dalam dimensi. Dimensi itulah yang membentuk kekayaan sejati. Uang, hanya merupakan bagian kecil dari dimensi materi. Kita menyebutnya kekayaan finansial. Konteks kekayaan yang akan dijelaskan lebih jauh adalah kekayaan dalam bidang finansial. Apa definisi kekayaan finansial? Mari kita bahas penjelasannya menurut beberapa ahli: 1. Robert Kiyosaki, Rich Dad Poor Dad Dalam bukunya Rich Dad Poor Dad, Kiyosaki menjelaskan bahwa seseorang yang kaya adalah seseorang yang bebas secara finansial. Bebas secara finansial artinya ia bebas menggunakan uang miliknya, bebas untuk bekerja kapan saja diinginkan, dan paling penting, bebas dari segala kekhawatiran akan masalah keuangan di masa depan. Menurut Kiyosaki, kebebasan finansial dapat dicapai dengan memiliki aset jauh lebih besar dari liabilitas (hutang). Dia menegaskan pentingnya mengetahui perbedaan aset dan hutang bila ingin kaya. Aset mengalirkan uang ke kantong Anda, dan hutang mengeluarkan uang dari kantong Anda. Untuk menjadi kaya, seseorang harus menemukan aset (segala sesuatu yang memasukkan uang ke kantong anda) dan memperkecil hutang (segala hal yang menguras uang dari kantong anda : rumah yang ditinggali sendiri, mobil, dst) Menariknya, Kiyosaki mengajarkan bahwa rumah yang dimiliki oleh seseorang itu bukanlah aset. Mengapa? Rumah tersebut menyebabkan pemiliknya harus mengeluarkan uang secara berkala, seperti untuk membayar pajak bumi dan bangunan, membayar biaya perawatan, ataupun tagihan-tagihan lain seperti listrik dan PAM. Walaupun nilainya dari tahun ke tahun meningkat, tetapi tidak ada pendapatan nyata yang didapat. Anda tidak akan menikmati peningkatan nilai tersebut kecuali Anda menjual atau menyewakan rumah Anda ( yang membuatnya menjadi sesuatu yang memasukkan uang ke kantong). Oleh karena itu rumah lebih tepat digolongkan sebagai hutang. Selain itu, Kiyosaki juga menekankan bahwa sulit mencapai kekayaan hanya dengan bekerja bagi orang lain, pekerja – bahkan yang bergaji besar sekalipun seperti dokter, pengacara, dll, mungkin menghasilkan uang, tapi mereka tidak menemukan sumber uang. Uang tersebut akan berhenti mengalir bila mereka berhenti bekerja. Mereka bahkan cenderung terjebak dengan apa yang disebut lomba tikus (bekerja keras, mendapat gaji lebih besar, membeli lebih banyak, tagihan lebih besar, membutuhkan utang lebih banyak, dan kembali lagi pada bekerja lebih keras). Seseorang bisa menjadi kaya bila ia dapat keluar dari lingkaran tersebut dan memasuki jalur cepat, menemukan sumber uang (yang bisa dicapai bila memiliki pengetahuan finansial yang cukup) Menurut Kiyosaki, ada dua hal utama yang membedakan orang kaya dengan kelas menengah dan miskin. Yang pertama adalah kepemilikan aset, orang kaya membeli aset, sedang kelas menengah dan miskin membeli hutang yang mereka anggap aset. Perbedaan kedua adalah kontrol atas uang. Banyak orang yang memenangkan lotere atau ketiban rezeki besar akhirnya kehilangan rezeki dalam waktu singkat. Mengapa? Untuk mengontrol uang Anda harus memiliki pengendalian emosi dan pengetahuan finansial. Orang kaya pertama-tama berinvestasi pada diri mereka sendiri dengan mengembangkan kemampuan mengendalikan uang sebelum mulai membangun kekayaan materi.
2. Thomas J. Stanley dan William D. Danko : Millionaire Next Door
Dalam buku Millionaire Next Door, Danko dan Stanley mendefinisikan kaya sebagai kesenangan memiliki aset yang bertumbuh secara signifikan, dibandingkan hanya memamerkan gaya hidup konsumtif.
Danko dan Stanley menghapus gambaranan umum tentang orang kaya (mobil mewah, rumah besar, bersetelan mahal) sebaliknya, menurut riset yang mereka lakukan, seringkali, orang yang kaya adalah orang yang hemat dan sederhana.
Lalu bagaimana cara Danko dan Stanley menentukan seseorang kaya atau tidak? Salah satunya adalah dengan menilai berdasarkan tingkat kekayaan bersih yang diharapkan berdasarkan penghasilan dan umur seseorang. Dengan kata lain, semakin tinggi pendapatan dan semakin tua dia, maka seharusnya semakin tinggi pula kekayaan bersih yang dikumpulkan (dengan asumsi dia terus bekerja).
Rumusnya adalah:
kekayaan bersih yang diharapkan =
usia dikali penghasilan tahunan sebelum pajak (semua sumber kecuali warisan) dibagi 10
Berdasarkan rumus tersebut, Danko dan Stanley membagi masyarakat menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Akumulator kekayaan luar biasa
2. Akumulator kekayaan yang kurang
3. Akumulator kekayaan sedang
Akumulator kekayaan luar biasa (orang kaya sesungguhnya) adalah orang yang mempunyai kekayaan bersih paling tidak 2 kali lipat dari yang diharapkan berdasarkan rumus.
Akumulator kekayaan sedang memiliki kekayaan bersih yang rata-rata hampir sama dengan jumlah yang diharapkan. Akumulator kekayaan kurang biasanya memiliki hanya setengah atau kurang dari jumlah yang diharapkan.
Contoh kasus:
a. Pendapatan Adi yang berumur 40 adalah 2,5jt rupiah sebulan – artinya 30jt setahun. Masukkan ke dalam rumus:
Kekayaan bersih yang diharapkan = 30.000.000 x 40 / 10
Kekayaan bersih yang diharapkan = 120.000.000
Menurut rumus Adi diharapkan memiliki kekayaan bersih 120jt, tapi nyatanya, Adi memiliki kekayaan bersih total 293jt. Dengan kata lain, Adi termasuk dalam kategori Akumulator kekayaan luar biasa. Di mata masyarakat umum, mungkin saja Adi tidak dipandang sebagai orang kaya karena dia tinggal di rumah sederhana dan mengendarai mobil Kijang tahun ‘95. Namun berdasarkan Dancoy dan Stanley, Adi tergolong kaya karena dia mampu mengakumulasikan harta dalam jumlah besar.
b. Albert, yang berumur sama memiliki penghasilan tahunan mencapai
120jt perbulan. Masukkan ke dalam rumus, maka akan didapat:
Kekayaan bersih yang diharapkan = 120.000.000 x 40 / 10
Kekayaan bersih yang diharapkan = 480.000.000
Sayangnya, kekayaan bersih Albert dalam kenyataannya hanya berjumlah 196jt rupiah. Padahal mengingat penghasilan serta usianya, ia seharusnya memiliki kekayaan bersih minimal 480jt. Berdasarkan rumus Dancoy dan Stanley, Albert tergolong Akumulator Kekayaan yang kurang. Albert bisa kita katakan miskin karena Albert tidak mampu mengakumulasikan harta.
Apa kesimpulan dari dua referensi di atas?
Masyarakat pada umumnya keliru menafsirkan kata ‘kaya’. Banyak yang menganggap bahwa orang yang berpendapatan tinggi, katakanlah di atas 20jt rupiah setiap bulannya, adalah orang yang kaya. Banyak juga yang menilai dari materi yang dimilikinya. Menurut mereka, orang kaya adalah orang yang memiliki rumah mewah, mobil mewah, serta barang-barang mahal lainnya. Apakah sekedar memiliki pendapatan besar dan barang-barang mewah sudah cukup untuk disebut kaya yang sesungguhnya? Sayangnya jawabannya adalah tidak! Kekayaan finansial bukan sekedar gaji besar, atau materi yang dimiliki. Kaya tidak dapat dinilai menurut satu patokan saja.
Berikut syarat utama yang harus dipenuhi agar dapat dise4but kaya:
1. Pendapatan lebih besar daripada pengeluaran
Ini adalah aturan yang paling dasar dan paling penting dalam keuangan. Dengan mengatur pengeluaran hingga selalu berada di bawah penghasilan, maka secara berkala Anda akan mengakumulasikan kekayaan. Akan jauh lebih baik lagi apabila Anda dapat memanfaatkan kekayaan yang telah Anda kumpulkan ini untuk memberikan penghasilan lagi bagi Anda.
2. Akumulasi harta lebih besar dari kekayaan bersih yang diharapkan
Patokan kaya selanjutnya adalah kemampuan untuk mengakumulasikan harta
kekayaan dalam jumlah yang besar. Gunakan rumus Danco dan Stanley di atas
untuk menghitung berapa jumlah kekayaan bersih Anda yang seharusnya, lalu
bandingkan dengan jumlah kekayaan bersih Anda sekarang. Walaupun Anda
memiliki 200jt, namun kalau seharusnya kekayaan Anda berjumlah 400jt, Anda
belum dapat dikatakan kaya. Sebaliknya, bila Anda hanyamemiliki 100jt, tetapi
kekayaan bersih minimal yang diharapkan adalah 50jt, Anda kaya, bukan dalam
jumlah harta, tapi lebih pada diri Anda yang telah memiliki sikap dasar orang
kaya.
3. Memiliki kebebasan
Anda bisa saja memiliki kekayaan luar biasa besarnya, tetapi Anda tidak kaya
kalau Anda tidak bebas. Bebas apa saja? Bebas dari rasa khawatir, bebas
menggunakan uang dan waktu Anda, bebas mengembangkan hubungan Anda
dengan keluarga, bebas bekerja kapanpun Anda mau. Atau singkatnya, Anda
menikmati hidup Anda sepenuhnya!
CU Mandiri akan membantu Anda untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang yang kaya. Bagaimana caranya? Sisihkan penghasilan Anda dan tabungkan sebagai simpanan di CU, yakinlah banyak keuntungan yang Anda peroleh, selain tidak dipotong biaya administrasi setiap bulannya, Anda akan mendapatkan deviden di setiap akhir tahun, simpanan saham Anda juga akan terus bertambah, karena tidak dapat ditarik selama menjadi anggota. Itulah yang membuat Anda kuat secara ekonomi. Sebab untuk mencapai sebuah kebebasan finansial, ada 4 syarat yang harus dipegang teguh, yakni: desire (benar-benar menginginkan untuk bebas finansial), decision (berani membuat sebuah keputusan), determination (harus memiliki tekad yang kuat), discipline (dengan disiplin Anda akan memiliki kebiasaan yang menunjang untuk melakukan tindakan untuk meraih tujuan Anda.
Anda ingin segera memiliki kekayaan yang akan mengantar Anda menuju gerbang kebebasan finansial? CU Mandiri jawabannya!
(WS dari berbagai sumber)
BIJAK ALA CU
SANDIWARA ATAU….??????
Dua orang karyawan CU mendatangi rumah seorang anggota yang lalai mengembalikan pinjaman. Kebetulan sang suami, si peminjam yang menunggak tersebut, sedang tidak berada di rumah.
Kedua petugas CU diterima oleh nyonya rumah.
“Kami mau menanyakan pinjaman atas nama Bapak.
Sudah tiga bulan tidak ada angsuran.”
“Pinjaman? Kapan Bapak mengambil pinjaman dari CU? Untuk apa?”
“Iya Bu. Jumlahnya Rp. 10.000.000,- sudah 6 bulan. Katanya untuk membeli sepeda motor,” ujar sang petugas.
“Loh, sepeda motor ini sudah kami beli setahun yang lalu. Dan masih bagus. Suami saya memang pemboros. Mungkin ia meminjam uang untuk berfoya-foya dengan teman-temannya. Saya tidak mau tahu!”
“Kami tidak tahu bahwa Ibu tidak tahu-menahu tentang pinjaman tersebut.”
“Lain kali saya harap CU lebih berhati-hati,” ujar sang nyonya rumah.
Setelah bosan mendengar omelan sang nyonya rumah tentang suaminya, kedua karyawan CU meninggalkan rumah itu tanpa memperoleh uang.
Tidak jelas, apakah adegan tadi cuma sekedar sandiwara sang nyonya atau kisah nyata dalam keluarganya. Tapi yang jelas pengalaman tersebut menjadikan CU semakin berhati-hati dalam memberikan pinjaman dan kemudian mengeluarkan peraturan yang mengharuskan seorang isteri mengetahui pinjaman suaminya, begitu juga sebaliknya, seorang suami harus mengetahui pinjaman isterinya.
Sambil Tersenyum Memahami Credit Union
WARNA-WARNI
KILAS DEWAN PENGURUS
Sesuai dengan permintaan salah seorang anggota yang ingin mengenal ssosok Pengurus CU Mandiri lebih dekat lagi, mulai edisi kali ini Tim Idaman berusaha menyajikan figur-figur Pengurus CU Mandiri kepada seluruh pembaca Idaman.
Semoga semakin lebih mengenal yah….
VALERIUS ARITONANG (KETUA DEWAN PENGURUS)
Sosoknya yang sederhana dan cukup aktif di berbagai kegiatan, baik dalam bidang pemerintahan, rohani, juga perkoperasian membuatnya memang layak untuk diangkat menjadi ketua Dewan Pengurus CU Mandiri. Visinya hanya satu, ingin membangun CU Mandiri agar semakin kuat lagi di masa depan, “Walau menurut orang CU kita sudah kuat, tapi kita tak boleh terbuai…kita harus mampu berdiri lebih kuat lagi, caranya: perkokoh ‘teamwork’!” Ayah 4 orang anak yang merupakan suami dari Ibu R. Hutabarat ini juga berharap ke depannya mampu membuat CU semakin mengena di hati para anggotanya, “Saya ingin CU tak hanya dikenal sebagai tempat ‘minjam duit, tapi sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan perekonomian rakyat kecil, jadi CU bukan hanya sekedar ‘sambilan’ belaka…CU harus mengena di hati anggota, bukan hanya mengena di uangnya saja,” urainya panjang lebar.
Data-data pribadi:
Nama : Valerius Aritonang, SH.
Tmpt/tgl lahir : Medan, 28 – 01 – 1961
Istri : R. Hutabarat
Hobby : Membaca, Pemikir hal-hal baru
Profesi : Salah satu KASUBBAG KPU (Komisi
Pemilihan Umum) Serdang Bedagai
Pengalaman :
- Bergelut selama kurang lebih 16 tahun di bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) dengan mengumpulkan dan membelajarkan anak-anak putus sekolah dengan Kejar Paket A, B, dan kursus-kursus
- Memasyarakatkan Pesantren kilat bagi anak-anak putus sekolah saat bulan Ramadhan.
- Salah satu pioneer pendiri CU Makmur Bersama
- Mantan Ketua Dewan Pengawas CU Mandiri pada periode lalu
- Bendahara Dewan Paroki Gereja Katholik St. Joseph T. Tinggi (periode 2009-2011)
BERITA DUKA KEMBALI SINGGAH….
Kebun Sayur, 05 September 2009
Minggu, 04 Oktober 2009 yang lalu berita duka kembali meliputi Keluarga Besar CU Mandiri, kali ini berita tersebut datang dari Kantor Pelayanan III Sei Rampah. Sopan Sofian Manurung, yang belum genap setahun belakangan ini bertugas di kantor cabang Rampah meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.
Kabut kesedihan yang begitu mendalam terasa begitu melingkupi keluarga yang ditinggalkan, sebab sosok ramah dan santun yang menjadi kebanggaan tersebut kini telah pergi untuk selama-lamanya. Kenangan demi kenangan indah yang pernah dilalui keluarga dan rekan-rekan sejawat mengiringi isak tangis yang begitu memilukan raga. Wajar saja, di usia yang ke-23 tahun, usia yang masih begitu muda, banyak harapan dan cita-cita yang digantungkan keluarga padanya, tapi apa boleh buat, ternyata Tuhan berkehendak lain. Selamat jalan Sofian….doa kami besertamu!
SEGENAP KELUARGA BESAR CU MANDIRI, DEWAN PENGURUS,
STAF & KARYAWAN
mengucapkan
URUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA
SOPAN SOFIAN MANURUNG
semoga arwahnya diterima di sisi Bapa di surga
BUKAN KARENA AGUNAN…
Aduh paaak… sakiiit…
Demikian rintihan pasien yang sedang dikusuk oleh pak Tumijo, disela-sela kami sedang istirahat melepas kepenatan. Maklum, perjalanan yang jauh dan melelahkan, ditambah target yang mesti diselesaikan di tempat pelayanan anggota, pekan km.22 Balam, membuat kami mencari tempat untuk bersantai sejenak. Sambil menanti makan siang yang sedang dipersiapkan, waktupun kami isi dengan kusuk dan memancing ikan.
Ada yang menarik dari pengalaman Pak Tumijo sebagai anggota kita dengan NBA 24221 ini. Rupanya, sebagai anggota beliau telah mengerti benar arti dari azas saling percaya di CU Mandiri. Ceritanya, pernah seorang calon anggota ingin masuk anggota dan langsung hendak meminjam dengan membawa lengkap agunannya. Pak Tumijo yang sedang ada disitu langsung berkomentar, “Di CU kami ini pak bukan agunan yang terutama, tapi bagaimana karakter bapak jadi anggota. Bisa dipercaya apa tidak?” Demikian ungkap Pak Tumijo yang berprofesi sebagai petani sekaligus tukang kusuk refleksi itu. Hahaha… pasti si calon anggota terkejut ya Pak? Tapi benar yang Bapak katakan itu. Sebelum meminjam, kita diuji dulu untuk menabung dan menunjukkan siapa sebenarnya kita. Dengan demikian, selamatlah CU kita. Jadi bukan karena agunan ya? (L.S.)
KONSULTASI PERTANIAN
PERTANIAN ORGANIK VS DOMINASI MODAL
Bersama: Janri Damanik, S.Sos
Pertanian organic (organic farming) adalah suatu system usaha pertanian yang memanfaatkan bahan-bahan organic untuk keberlangsungan usaha tani menuju kemandirian, kedaulatan, keadilan dan kesejahteraan petani. (Janri, 2005). Sangat bertolak belakang dengan system pertanian konvensional dimana seluruh asupan yang dibutuhkan untuk kelangsungan usaha tani seperti bibit, pupuk, racun-racun dan pemasaran diperoleh dari luar (industri pertanian). Petani tidak lebih hanyalah perpanjangan tangan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Trans National Corporations (TNCs) atau Multi National Corporations (MNCs). Usaha pertanian sudah menyerupai industri, dimana pola hubungan yang terjadi pun bagaikan buruh dan majikan. Petani tidak bisa meneruskan usaha tani tanpa membeli bibit hibrida atau GMOs yang diproduksi perusahaan. Tidak bisa meningkatkan usaha tani tanpa membeli pupuk kimia atau racun-racun. Pola relasi seperti ini sudah menjadi lingkaran setan yang pada akhirnya semakin memiskinkan petani.
Seiring dengan derasnya kampanye global tentang perlunya mengkonsumsi makanan yang sehat (safety foods), trend makanan organic atau alami sudah menjadi perhatian banyak orang. Beberapa supermarket di Jakarta dan kota-kota besar lainnya sudah memisahkan produk pertanian kimia dan organic. Produk pertanian organic biasa “berpenampilan” kurang menarik, tetapi segar dan harganya lebih mahal. Oleh karena itu pula banyak pengusaha agribisnis yang memanfaatkan trend kembali ke alam untuk meraih keuntungan.
Ada sejumlah ideologi atau pun motivasi bertani organik. Ada yang disebabkan kesadaran lingkungan, dimana tanah serta ekosistem sekitar harus dijaga kelestariannya untuk keberlanjutan bumi dan isinya. Ada juga karena factor kesehatan, dimana produk organik dinyakini tidak memiliki residu kimia yang dapat menyebabkan berbagai penyakit berat seperti jantung, kanker, tumor dan gangguan kesehatan lainnya. Selain itu produk pertanian organic juga memiliki kandungan gizi, mineral dan vitamin yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan produk pertanian kimia. Terlepas dari sejumlah ideologi ataupun hal-hal yang mendorong orang bertani organik, semangat untuk membebaskan petani dari ketergantungan asupan-asupan yang dibutuhkan untuk usaha pertanian patut menjadi perhatian kita. Tingginya ongkos produksi untuk menghasilkan produk pertanian sementara tidak otomatis diimbangi dengan harga, membuat pertanian organik menjadi model pertanian alternative untuk keluar dari perangkat penindasan sitematik ini. Bila pedagang menjual produk pertanian, sudah jelas perhitungan usaha perdagangan dilakukan secara cermat sehingga kecil kemungkinan rugi. Maka dalam hal penentuan harga produk pertanian, pedagang lebih memiliki posisi tawar dibandingkan petani. Petani hanya mengontrol sampai pada tingkat memproduksi, setelah itu petani tidak memiliki kontrol sama sekali.
Produk Pertanian Organik Lebih Berkualitas
Derasnya arus kampanye makanan organik dan pencemaran lingkungan disebabkan penggunaan pupuk kimia dan pestisida, membuat pertanian organik menjadi solusi menyelesaikan sejumlah persoalan yang dihadapi petani dan konsumen. Apalagi riset-riset ilmiah juga sudah dilakukan terhadap produk pertanian organik. Tabel di bawah ini menunjukkan perbedaan kualitas makanan dilihat dari teknis perawatan tanaman.
Tabel 1.
Perbedaan Kualitas Tanaman Organik dan Kimia
|
Kualitas |
Pertumbuhan Secara Organik |
Pertumbuhan Secara Kimia |
| Bahan KeringVitamin C
Vitamin C Setelah dimasak Vitamin C Setelah 10 hari |
5,90 % 67 mg/100 g 24 mg/100 g
38 mg/100 g |
3,60% 30 mg/100 g 10 mg/100 g
2 mg/100 g |
Sumber : Sampel untuk jenis sawi putih oleh group Sambongi Agriculture College di Jepang, 1985.
Konsumen yang sudah familiar dengan produk organik merasakan bahwa produk pertanian organik lebih manis, enak dan berserat. Selain itu produk pertanian organic juga tidak mudah layu atau busuk sehingga lebih lama dapat disimpan. Konsumen-konsumen yang sudah mengetahui keunggulan produk organik, biasanya konsumen langsung menjalin hubungan dengan petani organik. Sistem pemasaran langsung (direct marketing) seperti ini yang saat ini amat terkenal di Jepang. Konsumen sudah jenuh dan bosan dengan system perdagangan konvensional, dimana unsur ekonominya yang lebih menonjol. Dalam system pemasaran langsung, seorang petani organik membangun kerjsama dengan konsumen. Kerjasama tersebut meliputi jenis produk, kualitas produk, harga produk dan system distribusi. Kedua belah pihak sama-sama diuntungkan. Yang lebih menarik bahwa pola hubungan yang terjadi tidak semata-mata hubungan ekonomi, dalam arti “ada uang ada barang”. Tetapi hubungan yang didasari saling percaya berlandaskan hubungan persahatan, kesetiakawaran dan solidaritas yang tinggi. Keharmonisan alam dan manusia dalam pertanian organik juga diikuti dengan relasi antara petani dan konsumen.
Direct Marketing secara otomatis memotong mata rantai distribusi dan membuat petani dan konsumen sama-sama diuntungkan. Sistem perdangangan konvensional dimana harga produk pertanian mengikuti hukum pasar mengakibatkan cara berpikir petani juga turut berubah. Petani sepertinya dimudahkan dengan adanya agen pengumpul mulai dari tingkat desa sampai pengecer, akan tetapi keuntungan yang diperoleh langsung petani sangat kecil. Kalau pedagang pengumpul sudah menjamin mendapatkan keuntungan, maka tidak demikian halnya dengan petani.
Sistem pemasaran langsung ini lambat laun semakin besar dan luas sehingga pemerintah mulai melihatnya sebagai ancaman terhadap system perdagangan konvensional. Pemerintah Jepang mendirikan JAC (Japan Agriculture Corporations). Lingkup kerja dari JAC meliputi pengadaan saprodi pertanian, pemasaran dan bantuan teknis. Dalam kacamata pemerintah system direct marketing akan mengurangi penghasilan negara dari sector pajak. Pola hubungan yang sangat intim dan individual antara petani organic dan konsumen sulit diintervensi oleh kebijakan perpajakan yang ada.
Produk pertanian organik biasanya lebih mahal daripada produk pertanian kimia. Hal ini disebabkan produk pertanian organik membutuhkan perhatian lebih besar daripada produk pertanian kimia. Memang dari aspek modal (uang), modal yang dikeluarkan lebih kecil dari pada petani konvensional. Selain itu, tingginya harga produk pertanian organik disebabkan perjuangan keadilan yang sampai saat ini semakin jauh dari kehidupan petani. Kebijakan pembangunan yang memberikan keistimewaan terhadap industri daripada sektor pertanian mengakibatkan harga-harga produk pertanian selalu dikontrol pemerintah. Ketersediaan pangan dan harga yang murah menjadi tanggungjawab pemerintah agar stabilitas politik terpelihara. Pemerintah tidak pernah berpikir bagaimana nasib petani dan anak-anak petani. Rendahnya nilai tukar petani (NTP) saat ini sangatlah membunuh petani.
Untuk konteks Indonesia dimana sebagian besar petani kita adalah petani gurem (petani yang memiliki areal kurang dari 0,5 ha), disamping terbatas dalam berbagai hal maka system pemasaran langsung sulit dilakukan oleh seorang petani organik. Yang mungkin dilakukan adalah membuat pasar-pasar lokal produk organik di kampung atau daerah dimana masyaratnya tidak tergantung dari sektor pertanian pangan. Petani terintegrasi dalam sebuah kelompok yang terorganisir, dan memutuskan secara bersama-sama jenis produk, harga, sharing keuntungan dan lain-lain. Di Thailand model-model pemasaran seperti ini yang mulai tumbuh di berbagai tempat.
MANAJEMEN USAHA TANI
Menjadi petani sejati harus berdaulat atas sumber-sumber produksi dan pemasaran produk pertanian. Kalau selama ini, petani sudah kehilangan budaya pertanian sehingga bertani hanya semata-semata usaha ekonomi. Padahal bertani adalah cara hidup dimana terdapat berbagai nilai-nilai kehidupan seperti nilai kearifan, kasih, keadilan, solidaritas dan pelestarian lingkungan. Penanaman nilai seperti ini yang sudah hilang dari pribadi petani sehingga menjadi petani tidak lagi menjadi kebanggaan tetapi pekerjaan yang kurang bermartabat. Penanaman nilai dari orangtua petani kepada generasi muda tani juga tidak berjalan, sehingga minat generasi muda desa untuk bertani sangat rendah. Bagi pemuda tani desa lebih baik bekerja sebagai “mojok-mojok” daripada harus menjadi petani.
Menjadi petani organik berarti petani menjadi aktor utama dan penentu keberhasilan usaha petani. Semua sumber-sumber yang dibutuhkan untuk keberlangsungan usaha tani seperti bibit, pupuk, perawatan tanaman, panen dan pasca panen menjadi tanggungjawab petani. Pertanian organik mensyaratkan pemakaian bibit lokal, pupuk organik, non pestisida, non herbisida dan non chemical dalam usaha tani. Petani organik menjadi pelaku utama mengembangkan areal pertanian organik menjadi semua ekosistem yang harmonis. Gejala atau kegagalan dalam usaha pertanian tidak dilihat dari satu aspek semata, tetapi ada hubungan yang saling terkait sama lain. Metoda penyelesaian juga tidak hanya menyentuh atau menyesaikan di tingkat permukaan saja tetapi harus menyentuh akar permasalahan. Cara berpikir seperti ini sangat berperan untuk keberhasilan pertanian organik.
Secara sederhana manajemen Usaha Pertanian organik meliputi :
- Penyedian sumber-sumber bahan organik seperti sampah tanaman (waste crops), rumput-rumputan-daun-daunan, sampah dapur (kitchen waste), serbuk kayu (saw dust), dedak, ampas tahu, kotoran ternak (animals dung), ampas ikan (fish meals), arang (charcoal) dan lain-lain.
- Pengolahan bahan-bahan organik mentah menjadi unsur hara yang kaya N, P, K, Ca, Mg, Fe dan mikro-organisme.
- Perencanaan tanaman, tanaman muda, tanaman umur sedang dan tanaman tua.
- Perencanaan rotasi tanaman, penggiliran tanaman dan tumpang sari.
- Manajemen bibit lokal
- Manajemen produksi dan distribusi
- Manajemen hama dan penyakit
- Perluasan pemasaran dan memproses hasil pertanian.
Manajemen usaha pertanian organik harus dilihat dalam satu kesatuan yang utuh. Pengelolaan yang kurang baik pada satu sub manajemen akan berdampak buruh terhadap sub manajemen lainnya dimana pada akhirnya akan berdampak buruk terhadap produksi. Manajemen usaha pertanian organik tidak bisa dinilai dalam satu periode waktu yang singkat. Konsistensi pada proses dan diikuti dengan inovasi baru akan menjadi pelajaran berharga untuk keberhasilan yang lebih baik. Beberapa contoh petani organik yang sudah lebih dari 10 tahun menjalankan pertanian organik, hasil panen semakin meningkat, biaya produksi semakin rendah, teknologi semakin sederhana, pasar adil dan ekosistem lestari. Itu semua merupakan indicator keberhasilan pertanian organik.
Penutup
Menjadi petani organik berarti merasakan satu kesadaran yang mendalam tentang penindasan yang dialami petani. Modal sebagai salah satu alat produksi, harus menjadi sarana mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. Modal tidak menjadi alat untuk menindas dan mengakumulasi untuk melakukan penghisapan yang lebih besar. Akan tetapi begitulah adanya system perekonomian global saat ini dimana terdapat suatu system dan struktur yang mengakibatkan satu negara kaya raya sementara ada negara yang terus-menerus hidup dalam lingkaran kemiskinan. Petani sebagai mayoritas penduduk dunia juga amat berperan menciptakan ketidakadilan global ini.
Arus perpindahan uang/modal dari petani kepada pemilik modal sangat besar sehingga senjata ini yang dipakai untuk semakin memiskinkan petani. Perdagangan bebas pertanian adalah satu sarana yang paling ampuh membubuh petani di negara-negara berkembang. Rencana pemerintah mengimport besar sebanyak 210.000 ton untuk cadangan nasional dan bencana mengakibatkan turunnya harga gabah di tingkat petani, apalagi masuk perdagangan bebas.
Pertanian organik harus dikemas dalam kerangka perlawanan massif terhadap neo-liberalisme. Pertanian organik adalah perjuangan kelas kaum tani melawan dominasi modal yang semakin memiskiskan petani. Cita-cita besar petani hanya mungkin dapat terwujud bila petani bersatu atas dasar kesadaran kelas, bukan atas dasar kesadaran naïf atau kepentingan politik praktis sesaat. Petani harus merdeka dalam menentukan pilihan terbaik bagi petani.
DATA-DATA PENULIS:
Nama : Janri Parkinson Damanik, S. Sos
TTL : P. Siantar, 22 September 2009
Pendidikan : (S1) FISIP USU
Extension Asian Rural Institute – Jepang (2002)
Pengalaman :
- 2002 – 2004 : Koordinator Pendidikan Sintesa Medan
- 2004 – 2005 : Staf Ahli Federasi Serikat Petani Indonesia
(FSPI) Jakarta
- 2005 – sekarang : Manager Program Pertanian Berkelanjutan
YEL – PANECO Swiss berpusat di Medan
Mulai Idaman edisi September 2009, Konsultan Pertanian CU Mandiri akan digantikan oleh Janri Damanik, S. Sos
AGENDA KERJA
Berikut kami informasikan Agenda Kerja masing-masing Kantor Pelayanan Oktober 2009;
A. Kantor Pelayanan Wilayah I Penggalangan (Z.Situmorang) Hp. 0813-6170-7987
24 Okt 2009 Pendidikan Anggota Baru
30 Okt 2009 Rapat Evaluasi Kantor Penggalangan
B. Kantor Pelayanan Wilayah II Sei Deras (Ramses Sianipar) Hp. 0812-6483-8517
03 Okt 2009 Pendidikan Anggota Baru
C. Kantor Pelayanan Wilayah III Sei Rampah (Tiarma Nainggolan) Hp. 0813-6122-5612
Pendidikan Anggota Baru dan pertemuan lainnya ditentukan oleh masing-masing Komisaris bersama dengan Manager Cabang.
D. Kantor Pelayanan Wilayah IV Dolok Masihul (Florentina Br.Nainggolan) Hp. 0813-9601-6299
17 Okt 2009 Rapat Wilayah
E. Kantor Pelayanan Wilayah V Sambosar Raya (Beatus B.T.Sinaga) Hp.0813-9790-2288
06 Okt 2009 Pendidikan Anggota Baru
13 Okt 2009 Pendidikan Anggota Baru
20 Okt 2009 Rapat Wilayah
27 Okt 2009 Pendidikan Anggota Baru
F. Kantor Pelayanan Wilayah VI Medan (Hieronimus Jolong) Hp.0813-9632-6433
03 Okt 2009 Pendidikan Anggota Baru
17 Okt 2009 Rapat Wilayah
G. Kantor Pelayanan Wilayah VII Tebing Tinggi (Ency R. Situmorang) Hp.0812-632-7995
24 Okt 2009 Pendidikan Anggota Baru
H. Kantor Pelayanan Wilayah VIII Balam (Kardianto Simarmata) Hp. 0812-635-1242
03 Okt 2009 Pendidikan Anggota Baru
24 Okt 2009 Pendidikan Anggota Baru
I. Kantor Pelayanan Wilayah IX L. Pakam (Maruli Tua Situmorang) Hp. 0813-6129-1973
10 Okt 2009 Pendidikan Anggota Baru
17 Okt 2009 Rapat Evaluasi Kantor Lubuk Pakam
24 Okt 2009 Pendidkan Anggota Baru
MANDIRIA
KAKEK PIKUN MENCARI ISTRINYA
Seorang kakek pikun kehilangan istrinya di sebuah pusat perbelanjaan, lalu ia pergi menjumpai seorang gadis muda untuk meminta pertolongan.
Kakek : Dek, bisa tolong bantu saya?
Gadis : Bantu apa kek?
Kakek : Istri saya hilang, bisa tolong bantu saya untuk menemukannya?
Gadis : Kakek ingat ciri-ciri atau warna baju yang ia kenakan?
Kakek : Nah, itulah nak. Saya lupa!
Gadis : Lantas, bagaimana saya bisa membantu kakek?
Kakek : Adik duduk saja di sebelah saya. Nanti kalau ada seorang wanita yang tiba-tiba datang sambil membawa pentungan dan marah-marah, itu pasti istri saya!
Gadis : Baaahhhhh!!!..#@%>>>…. (www.ketawa.com)
SELAYANG PANDANG
ASIA PONSEL
Namanya Asia Batu bara (NBA: 6194), masih muda dan cantik…tapi jangan tanya soal usahanya, patut diacungi 2 jempol! Awal bertemu dengan Tim Idaman Asia agak sedikit bingung, maklumlah belum pernah diwawancarai katanya he..he..
Walau bingung, dia tetap tersenyum dengan manis saat Tim Idaman mencoba mendokumentasikan dirinya dan sang usaha.
Pada pertengahan bulan Juli 2003, Asia masuk menjadi anggota CU Mandiri cabang Penggalangan, kala itu sang Manager Cabang masih Florentina Nainggolan, pendidikannya pun masih diadakan di Gereja, tapi itu tak meluluhkan semangat seorang Asia yang beragama muslim. Saat ditanya kenapa percaya dengan CU Mandiri, Asia menjawab, “Di CU tak pernah mempersoalkan agama, yang dibahas hal-hal positif yang menguntungkan dan menambah wawasan, lumayan banyak terbantu, apalgi masalah modal.”
Saat ini usaha Asia yang telah dirintis selama kurang lebih 4 tahun tersebut, berkembang semakin pesat, selain menjual pulsa dan pernak-pernik handphone, Asia juga menjual aksesoris, gas, dll. Menurutnya, itu semau tak terlepas dari campur tangan CU Mandiri, “Saya lumayan terbantu dengan pinjaman modal dari CU, prosesnya tak berbelit-belit, bahkan simpanan saya dari bank saya pindahkan ke CU juga, entah kenapa jadi lebih percaya kepada CU…”
Jadi, bagi Anda yang melintasi Jl. Besar Pagurawan Desa Penggalangan, jangan lupa singgah di kios Ponsel Asia, mau beli pulsa? AKsesoris? Gas? Atau sekedar mengisi minyak sepeda motor Anda? Pasti akan dilayani oleh wanita cantik ini dengan ramah…ada yang berminat?

