<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KOPERASI KREDIT/CREDIT UNION (CU) MANDIRI SUMATERA UTARA</title>
	<atom:link href="http://cumandiri.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cumandiri.wordpress.com</link>
	<description>Melayani dengan Sepenuh Hati !</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Oct 2009 04:01:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cumandiri.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>KOPERASI KREDIT/CREDIT UNION (CU) MANDIRI SUMATERA UTARA</title>
		<link>http://cumandiri.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cumandiri.wordpress.com/osd.xml" title="KOPERASI KREDIT/CREDIT UNION (CU) MANDIRI SUMATERA UTARA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cumandiri.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>IDAMAN SEPT&#8217;09</title>
		<link>http://cumandiri.wordpress.com/2009/10/15/idaman-sept09/</link>
		<comments>http://cumandiri.wordpress.com/2009/10/15/idaman-sept09/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 04:01:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cumandiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cumandiri.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[WARTA UTAMA KEKAYAAN FINANSIAL Apa yang Anda dengar pertama kali saat mendengar kata “kaya”? Sebagian besar orang akan mengasosiasikan kata kaya dengan kelimpahan akan materi. Beberapa orang bahkan berpendapat kalau kekayaan memang hanya ada dalam bentuk uang saja! Lalu apakah itu salah? Tidak sama sekali. Tapi kelimpahan materi hanyalah sebagian kecil dari pengertian kekayaan. Kekayaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=126&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>WARTA UTAMA</h1>
<p><strong>KEKAYAAN FINANSIAL </strong></p>
<p>Apa yang Anda dengar pertama kali saat mendengar kata “kaya”? Sebagian besar orang akan mengasosiasikan kata kaya dengan kelimpahan akan materi. Beberapa orang bahkan berpendapat kalau kekayaan memang hanya ada dalam bentuk uang saja! Lalu apakah itu salah? Tidak sama sekali. Tapi kelimpahan materi hanyalah sebagian kecil dari pengertian kekayaan. Kekayaan mencakup berbagai dimensi kehidupan, kelimpahan dalam dimensi. Dimensi itulah yang membentuk kekayaan sejati. Uang, hanya merupakan bagian kecil dari dimensi materi. Kita menyebutnya kekayaan finansial. Konteks kekayaan yang akan dijelaskan lebih jauh adalah kekayaan dalam bidang finansial. Apa definisi kekayaan finansial? Mari kita bahas penjelasannya menurut beberapa ahli: 1. Robert Kiyosaki, Rich Dad Poor Dad Dalam bukunya Rich Dad Poor Dad, Kiyosaki menjelaskan bahwa seseorang yang kaya adalah seseorang yang bebas secara finansial. Bebas secara finansial artinya ia bebas menggunakan uang miliknya, bebas untuk bekerja kapan saja diinginkan, dan paling penting, bebas dari segala kekhawatiran akan masalah keuangan di masa depan. Menurut Kiyosaki, kebebasan finansial dapat dicapai dengan memiliki aset jauh lebih besar dari liabilitas (hutang). Dia menegaskan pentingnya mengetahui perbedaan aset dan hutang bila ingin kaya. Aset mengalirkan uang ke kantong Anda, dan hutang mengeluarkan uang dari kantong Anda. Untuk menjadi kaya, seseorang harus menemukan aset (segala sesuatu yang memasukkan uang ke kantong anda) dan memperkecil hutang (segala hal yang menguras uang dari kantong anda : rumah yang ditinggali sendiri, mobil, dst) Menariknya, Kiyosaki mengajarkan bahwa rumah yang dimiliki oleh seseorang itu bukanlah aset. Mengapa? Rumah tersebut menyebabkan pemiliknya harus mengeluarkan uang secara berkala, seperti untuk membayar pajak bumi dan bangunan, membayar biaya perawatan, ataupun tagihan-tagihan lain seperti listrik dan PAM. Walaupun nilainya dari tahun ke tahun meningkat, tetapi tidak ada pendapatan nyata yang didapat. Anda tidak akan menikmati peningkatan nilai tersebut kecuali Anda menjual atau menyewakan rumah Anda ( yang membuatnya menjadi sesuatu yang memasukkan uang ke kantong). Oleh karena itu rumah lebih tepat digolongkan sebagai hutang. Selain itu, Kiyosaki juga menekankan bahwa sulit mencapai kekayaan hanya dengan bekerja bagi orang lain, pekerja &#8211; bahkan yang bergaji besar sekalipun seperti dokter, pengacara, dll, mungkin menghasilkan uang, tapi mereka tidak menemukan sumber uang. Uang tersebut akan berhenti mengalir bila mereka berhenti bekerja. Mereka bahkan cenderung terjebak dengan apa yang disebut lomba tikus (bekerja keras, mendapat gaji lebih besar, membeli lebih banyak, tagihan lebih besar, membutuhkan utang lebih banyak, dan kembali lagi pada bekerja lebih keras). Seseorang bisa menjadi kaya bila ia dapat keluar dari lingkaran tersebut dan memasuki jalur cepat, menemukan sumber uang (yang bisa dicapai bila memiliki pengetahuan finansial yang cukup) Menurut Kiyosaki, ada dua hal utama yang membedakan orang kaya dengan kelas menengah dan miskin. Yang pertama adalah kepemilikan aset, orang kaya membeli aset, sedang kelas menengah dan miskin membeli hutang yang mereka anggap aset. Perbedaan kedua adalah kontrol atas uang. Banyak orang yang memenangkan lotere atau ketiban rezeki besar akhirnya kehilangan rezeki dalam waktu singkat. Mengapa? Untuk mengontrol uang Anda harus memiliki pengendalian emosi dan pengetahuan finansial. Orang kaya pertama-tama berinvestasi pada diri mereka sendiri dengan mengembangkan kemampuan mengendalikan uang sebelum mulai membangun kekayaan materi. WARTA UTAMA KEKAYAAN FINANSIAL Apa yang Anda dengar pertama kali saat mendengar kata “kaya”? Sebagian besar orang akan mengasosiasikan kata kaya dengan kelimpahan akan materi. Beberapa orang bahkan berpendapat kalau kekayaan memang hanya ada dalam bentuk uang saja! Lalu apakah itu salah? Tidak sama sekali. Tapi kelimpahan materi hanyalah sebagian kecil dari pengertian kekayaan. Kekayaan mencakup berbagai dimensi kehidupan, kelimpahan dalam dimensi. Dimensi itulah yang membentuk kekayaan sejati. Uang, hanya merupakan bagian kecil dari dimensi materi. Kita menyebutnya kekayaan finansial. Konteks kekayaan yang akan dijelaskan lebih jauh adalah kekayaan dalam bidang finansial. Apa definisi kekayaan finansial? Mari kita bahas penjelasannya menurut beberapa ahli: 1. Robert Kiyosaki, Rich Dad Poor Dad Dalam bukunya Rich Dad Poor Dad, Kiyosaki menjelaskan bahwa seseorang yang kaya adalah seseorang yang bebas secara finansial. Bebas secara finansial artinya ia bebas menggunakan uang miliknya, bebas untuk bekerja kapan saja diinginkan, dan paling penting, bebas dari segala kekhawatiran akan masalah keuangan di masa depan. Menurut Kiyosaki, kebebasan finansial dapat dicapai dengan memiliki aset jauh lebih besar dari liabilitas (hutang). Dia menegaskan pentingnya mengetahui perbedaan aset dan hutang bila ingin kaya. Aset mengalirkan uang ke kantong Anda, dan hutang mengeluarkan uang dari kantong Anda. Untuk menjadi kaya, seseorang harus menemukan aset (segala sesuatu yang memasukkan uang ke kantong anda) dan memperkecil hutang (segala hal yang menguras uang dari kantong anda : rumah yang ditinggali sendiri, mobil, dst) Menariknya, Kiyosaki mengajarkan bahwa rumah yang dimiliki oleh seseorang itu bukanlah aset. Mengapa? Rumah tersebut menyebabkan pemiliknya harus mengeluarkan uang secara berkala, seperti untuk membayar pajak bumi dan bangunan, membayar biaya perawatan, ataupun tagihan-tagihan lain seperti listrik dan PAM. Walaupun nilainya dari tahun ke tahun meningkat, tetapi tidak ada pendapatan nyata yang didapat. Anda tidak akan menikmati peningkatan nilai tersebut kecuali Anda menjual atau menyewakan rumah Anda ( yang membuatnya menjadi sesuatu yang memasukkan uang ke kantong). Oleh karena itu rumah lebih tepat digolongkan sebagai hutang. Selain itu, Kiyosaki juga menekankan bahwa sulit mencapai kekayaan hanya dengan bekerja bagi orang lain, pekerja &#8211; bahkan yang bergaji besar sekalipun seperti dokter, pengacara, dll, mungkin menghasilkan uang, tapi mereka tidak menemukan sumber uang. Uang tersebut akan berhenti mengalir bila mereka berhenti bekerja. Mereka bahkan cenderung terjebak dengan apa yang disebut lomba tikus (bekerja keras, mendapat gaji lebih besar, membeli lebih banyak, tagihan lebih besar, membutuhkan utang lebih banyak, dan kembali lagi pada bekerja lebih keras). Seseorang bisa menjadi kaya bila ia dapat keluar dari lingkaran tersebut dan memasuki jalur cepat, menemukan sumber uang (yang bisa dicapai bila memiliki pengetahuan finansial yang cukup) Menurut Kiyosaki, ada dua hal utama yang membedakan orang kaya dengan kelas menengah dan miskin. Yang pertama adalah kepemilikan aset, orang kaya membeli aset, sedang kelas menengah dan miskin membeli hutang yang mereka anggap aset. Perbedaan kedua adalah kontrol atas uang. Banyak orang yang memenangkan lotere atau ketiban rezeki besar akhirnya kehilangan rezeki dalam waktu singkat. Mengapa? Untuk mengontrol uang Anda harus memiliki pengendalian emosi dan pengetahuan finansial. Orang kaya pertama-tama berinvestasi pada diri mereka sendiri dengan mengembangkan kemampuan mengendalikan uang sebelum mulai membangun kekayaan materi.</p>
<p><strong>2. Thomas J. Stanley dan William D. Danko : <em>Millionaire Next Door</em></strong></p>
<p>    Dalam buku Millionaire Next Door, Danko dan Stanley mendefinisikan kaya sebagai kesenangan memiliki aset yang bertumbuh secara signifikan, dibandingkan hanya memamerkan gaya hidup konsumtif.</p>
<p>    Danko dan Stanley menghapus gambaranan umum tentang orang kaya (mobil mewah, rumah besar, bersetelan mahal) sebaliknya, menurut riset yang mereka lakukan, seringkali, orang yang kaya adalah orang yang hemat dan sederhana.</p>
<p>   Lalu bagaimana cara Danko dan Stanley menentukan seseorang kaya atau tidak? Salah satunya adalah dengan menilai berdasarkan tingkat kekayaan bersih yang diharapkan berdasarkan penghasilan dan umur seseorang. Dengan kata lain, semakin tinggi pendapatan dan semakin tua dia, maka seharusnya semakin tinggi pula kekayaan bersih yang dikumpulkan (dengan asumsi dia terus bekerja).</p>
<p> </p>
<p>Rumusnya adalah:</p>
<p><strong><em>kekayaan bersih yang diharapkan = </em></strong></p>
<p><strong><em>usia dikali penghasilan tahunan </em></strong><strong><em>sebelum pajak (semua sumber </em></strong><strong><em>kecuali warisan) dibagi 10</em></strong></p>
<p>Berdasarkan rumus tersebut, Danko dan Stanley membagi masyarakat menjadi tiga jenis, yaitu:</p>
<p>1. Akumulator kekayaan luar biasa</p>
<p>2. Akumulator kekayaan yang kurang</p>
<p>3. Akumulator kekayaan sedang</p>
<p> </p>
<p>            Akumulator kekayaan luar biasa (orang kaya sesungguhnya) adalah orang yang mempunyai kekayaan bersih paling tidak 2 kali lipat dari yang diharapkan berdasarkan rumus.</p>
<p>            Akumulator kekayaan sedang memiliki kekayaan bersih yang rata-rata hampir sama dengan jumlah yang diharapkan. Akumulator kekayaan kurang biasanya memiliki hanya setengah atau kurang dari jumlah yang diharapkan.</p>
<p> </p>
<p>Contoh kasus:</p>
<p>            a. Pendapatan Adi yang berumur 40 adalah 2,5jt rupiah sebulan &#8211; artinya 30jt setahun. Masukkan ke dalam rumus:</p>
<p>               Kekayaan bersih yang diharapkan = 30.000.000 x 40 / 10</p>
<p>               Kekayaan bersih yang diharapkan = 120.000.000</p>
<p> </p>
<p>Menurut rumus Adi diharapkan memiliki kekayaan bersih 120jt, tapi nyatanya, Adi memiliki kekayaan bersih total 293jt. Dengan kata lain, Adi termasuk dalam kategori Akumulator kekayaan luar biasa. Di mata masyarakat umum, mungkin saja Adi tidak dipandang sebagai orang kaya karena dia tinggal di rumah sederhana dan mengendarai mobil Kijang tahun ‘95. Namun berdasarkan Dancoy dan Stanley, Adi tergolong kaya karena dia mampu mengakumulasikan harta dalam jumlah besar.</p>
<p> </p>
<p>            b. Albert, yang berumur sama memiliki penghasilan tahunan mencapai</p>
<p>               120jt perbulan. Masukkan ke dalam rumus, maka akan didapat:</p>
<p>               Kekayaan bersih yang diharapkan = 120.000.000 x 40 / 10</p>
<p>               Kekayaan bersih yang diharapkan = 480.000.000</p>
<p>           </p>
<p>Sayangnya, kekayaan bersih Albert dalam kenyataannya hanya berjumlah 196jt rupiah. Padahal mengingat penghasilan serta usianya, ia seharusnya memiliki kekayaan bersih minimal 480jt. Berdasarkan rumus Dancoy dan Stanley, Albert tergolong Akumulator Kekayaan yang kurang. Albert bisa kita katakan miskin karena Albert tidak mampu mengakumulasikan harta.</p>
<p>Apa kesimpulan dari dua referensi di atas?</p>
<p>            Masyarakat pada umumnya keliru menafsirkan kata ‘kaya’. Banyak yang menganggap bahwa orang yang berpendapatan tinggi, katakanlah di atas 20jt rupiah setiap bulannya, adalah orang yang kaya. Banyak juga yang menilai dari materi yang dimilikinya. Menurut mereka, orang kaya adalah orang yang memiliki rumah mewah, mobil mewah, serta barang-barang mahal lainnya. Apakah sekedar memiliki pendapatan besar dan barang-barang mewah sudah cukup untuk disebut kaya yang sesungguhnya? Sayangnya jawabannya adalah tidak! Kekayaan finansial bukan sekedar gaji besar, atau materi yang dimiliki. Kaya tidak dapat dinilai menurut satu patokan saja.</p>
<p> </p>
<p>            Berikut syarat utama yang harus dipenuhi agar dapat dise4but kaya:</p>
<p>1. Pendapatan lebih besar daripada pengeluaran</p>
<p>    Ini adalah aturan yang paling dasar dan paling penting dalam keuangan. Dengan mengatur pengeluaran hingga selalu berada di bawah penghasilan, maka secara berkala Anda akan mengakumulasikan kekayaan. Akan jauh lebih baik lagi apabila Anda dapat memanfaatkan kekayaan yang telah Anda kumpulkan ini untuk memberikan penghasilan lagi bagi Anda.</p>
<p> </p>
<p>2. Akumulasi harta lebih besar dari kekayaan bersih yang diharapkan</p>
<p>   Patokan kaya selanjutnya adalah kemampuan untuk mengakumulasikan harta</p>
<p>   kekayaan dalam jumlah yang besar. Gunakan rumus Danco dan Stanley di atas </p>
<p>   untuk menghitung berapa jumlah kekayaan bersih Anda yang seharusnya, lalu</p>
<p>   bandingkan dengan jumlah kekayaan bersih Anda sekarang. Walaupun Anda</p>
<p>   memiliki 200jt, namun kalau seharusnya kekayaan Anda berjumlah 400jt, Anda</p>
<p>   belum dapat dikatakan kaya. Sebaliknya, bila Anda hanyamemiliki 100jt, tetapi</p>
<p>   kekayaan bersih minimal yang diharapkan adalah 50jt, Anda kaya, bukan dalam</p>
<p>   jumlah harta, tapi lebih pada diri Anda yang telah memiliki sikap dasar orang</p>
<p>    kaya.</p>
<p> </p>
<p>3. Memiliki kebebasan</p>
<p>   Anda bisa saja memiliki kekayaan luar biasa besarnya, tetapi Anda tidak kaya</p>
<p>   kalau Anda tidak bebas. Bebas apa saja? Bebas dari rasa khawatir, bebas</p>
<p>   menggunakan uang dan waktu Anda, bebas mengembangkan hubungan Anda</p>
<p>   dengan keluarga, bebas bekerja kapanpun Anda mau. Atau singkatnya, Anda</p>
<p>   menikmati hidup Anda sepenuhnya!</p>
<p> </p>
<p>CU Mandiri akan membantu Anda untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang yang kaya. Bagaimana caranya? Sisihkan penghasilan Anda dan tabungkan sebagai simpanan di CU, yakinlah banyak keuntungan yang Anda peroleh, selain tidak dipotong biaya administrasi setiap bulannya, Anda akan mendapatkan deviden di setiap akhir tahun, simpanan saham Anda juga akan terus bertambah, karena tidak dapat ditarik selama menjadi anggota. Itulah yang membuat Anda kuat secara ekonomi. Sebab untuk mencapai sebuah kebebasan finansial, ada 4 syarat yang harus dipegang teguh, yakni: <strong>desire </strong>(benar-benar menginginkan untuk bebas finansial),<strong> decision </strong>(berani membuat sebuah keputusan),<strong> determination </strong>(harus memiliki tekad yang kuat),<strong> discipline </strong>(dengan disiplin Anda akan memiliki kebiasaan yang menunjang untuk melakukan tindakan untuk meraih tujuan Anda.</p>
<p>Anda ingin segera memiliki kekayaan yang akan mengantar Anda menuju gerbang kebebasan finansial? CU Mandiri jawabannya!</p>
<p>                                                                                             <strong><em>(WS dari berbagai sumber)</em></strong></p>
<h1>BIJAK ALA CU</h1>
<p><strong> SANDIWARA ATAU….??????</strong></p>
<p> Dua orang karyawan CU mendatangi rumah seorang anggota yang lalai mengembalikan pinjaman. Kebetulan sang suami, si peminjam yang menunggak tersebut, sedang tidak berada di rumah.</p>
<p>Kedua petugas CU diterima oleh nyonya rumah.</p>
<p>“Kami mau menanyakan pinjaman atas nama Bapak.</p>
<p>Sudah tiga bulan tidak ada angsuran.”</p>
<p>“Pinjaman? Kapan Bapak mengambil pinjaman dari CU? Untuk apa?”</p>
<p>“Iya Bu. Jumlahnya Rp. 10.000.000,- sudah 6 bulan. Katanya untuk membeli sepeda motor,” ujar sang petugas.</p>
<p>“Loh, sepeda motor ini sudah kami beli setahun yang lalu. Dan masih bagus. Suami saya memang pemboros. Mungkin ia meminjam uang untuk berfoya-foya dengan teman-temannya. Saya tidak mau tahu!”</p>
<p>“Kami tidak tahu bahwa Ibu tidak tahu-menahu tentang pinjaman tersebut.”</p>
<p>“Lain kali saya harap CU lebih berhati-hati,” ujar sang nyonya rumah.</p>
<p> Setelah bosan mendengar omelan sang nyonya rumah tentang suaminya, kedua karyawan CU meninggalkan rumah itu tanpa memperoleh uang.</p>
<p>Tidak jelas, apakah adegan tadi cuma sekedar sandiwara sang nyonya atau kisah nyata dalam keluarganya. Tapi yang jelas pengalaman tersebut menjadikan CU semakin berhati-hati dalam memberikan pinjaman dan kemudian mengeluarkan peraturan yang mengharuskan seorang isteri mengetahui pinjaman suaminya, begitu juga sebaliknya, seorang suami harus mengetahui pinjaman isterinya.</p>
<p><strong><em>Sambil Tersenyum Memahami Credit Union</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<h1>WARNA-WARNI</h1>
<p> </p>
<p><strong>KILAS DEWAN PENGURUS</strong></p>
<p><em>Sesuai dengan permintaan  salah seorang anggota yang ingin mengenal ssosok Pengurus CU Mandiri lebih dekat lagi, mulai edisi kali ini Tim Idaman berusaha menyajikan figur-figur Pengurus CU Mandiri kepada seluruh pembaca Idaman. </em></p>
<p><em>Semoga semakin lebih mengenal yah&#8230;.</em></p>
<p><strong>VALERIUS ARITONANG (KETUA DEWAN PENGURUS)</strong></p>
<p><strong>          </strong>Sosoknya yang sederhana dan cukup aktif di berbagai kegiatan, baik dalam bidang pemerintahan, rohani, juga perkoperasian membuatnya memang layak untuk diangkat menjadi ketua Dewan Pengurus CU Mandiri. Visinya hanya satu, ingin membangun CU Mandiri agar semakin kuat lagi di masa depan, “Walau menurut orang CU kita sudah kuat, tapi kita tak boleh terbuai&#8230;kita harus mampu berdiri lebih kuat lagi, caranya: perkokoh ‘teamwork’!” Ayah 4 orang anak yang merupakan suami dari Ibu R. Hutabarat ini juga berharap ke depannya mampu membuat CU semakin mengena di hati para anggotanya, “Saya ingin CU tak hanya dikenal sebagai tempat ‘minjam duit, tapi sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan perekonomian rakyat kecil, jadi CU bukan hanya sekedar ‘sambilan’ belaka&#8230;CU harus mengena di hati anggota, bukan hanya mengena di uangnya saja,” urainya panjang lebar.</p>
<p>Data-data pribadi:</p>
<p>Nama                      : <strong>Valerius Aritonang, SH.</strong></p>
<p>Tmpt/tgl lahir     : Medan, 28 &#8211; 01 &#8211; 1961</p>
<p>Istri                         : R. Hutabarat</p>
<p>Hobby                    : Membaca, Pemikir hal-hal baru</p>
<p>Profesi                   : Salah satu KASUBBAG KPU (Komisi</p>
<p>                                   Pemilihan Umum) Serdang Bedagai</p>
<p>Pengalaman       :</p>
<p>- Bergelut selama kurang lebih 16 tahun di bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) dengan mengumpulkan dan membelajarkan anak-anak putus sekolah dengan Kejar Paket A, B, dan kursus-kursus</p>
<p>- Memasyarakatkan Pesantren kilat bagi anak-anak putus sekolah saat bulan Ramadhan.</p>
<p>- Salah satu <em>pioneer </em>pendiri CU Makmur Bersama</p>
<p>- Mantan Ketua Dewan Pengawas CU Mandiri pada periode lalu</p>
<p>- Bendahara Dewan Paroki Gereja Katholik St. Joseph T. Tinggi (periode 2009-2011)</p>
<p><strong>BERITA DUKA KEMBALI SINGGAH….</strong></p>
<p><strong><em>Kebun Sayur</em></strong>, 05 September 2009</p>
<p>         Minggu, 04 Oktober 2009 yang lalu berita duka kembali meliputi Keluarga Besar CU Mandiri, kali ini berita tersebut datang dari Kantor Pelayanan III Sei Rampah. <strong>Sopan Sofian Manurung, </strong>yang belum genap setahun belakangan ini bertugas di kantor cabang Rampah meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.</p>
<p>            Kabut kesedihan yang begitu mendalam terasa begitu melingkupi keluarga yang ditinggalkan, sebab sosok ramah dan santun yang menjadi kebanggaan tersebut kini telah pergi untuk selama-lamanya. Kenangan demi kenangan indah yang pernah dilalui keluarga dan rekan-rekan sejawat mengiringi isak tangis yang begitu memilukan raga. Wajar saja, di usia yang ke-23 tahun, usia yang masih begitu muda, banyak harapan dan cita-cita yang digantungkan keluarga padanya, tapi apa boleh buat, ternyata Tuhan berkehendak lain. Selamat jalan Sofian&#8230;.doa kami besertamu!</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">SEGENAP KELUARGA BESAR CU MANDIRI, DEWAN PENGURUS,</p>
<p align="center">STAF &amp; KARYAWAN</p>
<p align="center">mengucapkan<em> </em></p>
<p align="center"> <strong>URUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA</strong></p>
<p align="center"><strong>SOPAN SOFIAN MANURUNG</strong><strong> </strong></p>
<p align="center"><em>semoga arwahnya diterima di sisi Bapa di surga</em></p>
<p align="center"><em> </em></p>
<p style="text-align:left;"><em><strong>BUKAN KARENA AGUNAN&#8230;</strong></em></p>
<p>Aduh paaak… sakiiit…</p>
<p>Demikian rintihan pasien yang sedang dikusuk oleh pak Tumijo, disela-sela kami sedang istirahat melepas kepenatan. Maklum, perjalanan yang jauh dan melelahkan, ditambah target yang mesti diselesaikan di tempat pelayanan anggota, pekan km.22 Balam, membuat kami mencari tempat untuk bersantai sejenak. Sambil menanti makan siang yang sedang dipersiapkan, waktupun kami isi dengan kusuk dan memancing ikan.</p>
<p>            Ada yang menarik dari pengalaman Pak Tumijo sebagai anggota kita dengan NBA 24221 ini. Rupanya, sebagai anggota beliau telah mengerti benar arti dari azas saling percaya di CU Mandiri. Ceritanya, pernah seorang calon anggota ingin masuk anggota dan langsung hendak meminjam dengan membawa lengkap agunannya. Pak Tumijo yang sedang ada disitu langsung berkomentar, “Di CU kami ini pak bukan agunan yang terutama, tapi bagaimana karakter bapak jadi anggota. Bisa dipercaya apa tidak?” Demikian ungkap Pak Tumijo yang berprofesi sebagai petani sekaligus tukang kusuk refleksi itu. Hahaha… pasti si calon anggota terkejut ya Pak? Tapi benar yang Bapak katakan itu. Sebelum meminjam, kita diuji dulu untuk menabung dan menunjukkan siapa sebenarnya kita. Dengan demikian, selamatlah CU kita. Jadi bukan karena agunan ya? <em>(L.S.)</em></p>
<p><em> </em></p>
<h1>KONSULTASI PERTANIAN</h1>
<p><strong><em>PERTANIAN ORGANIK   VS   DOMINASI MODAL</em></strong></p>
<p><strong><em>     Bersama: Janri Damanik, S.Sos</em></strong><strong>  </strong></p>
<p> Pertanian organic (organic farming) adalah suatu system usaha pertanian yang memanfaatkan bahan-bahan organic untuk keberlangsungan usaha tani menuju kemandirian, kedaulatan, keadilan  dan kesejahteraan petani. (Janri, 2005).  Sangat bertolak belakang dengan system pertanian <em>konvensional</em> dimana seluruh asupan yang dibutuhkan untuk kelangsungan usaha tani seperti bibit, pupuk, racun-racun dan pemasaran diperoleh dari luar <em>(industri pertanian). </em>Petani tidak lebih hanyalah perpanjangan tangan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Trans National Corporations (TNCs) atau Multi National Corporations (MNCs). Usaha pertanian sudah menyerupai industri, dimana pola hubungan yang terjadi pun bagaikan buruh dan majikan. Petani tidak bisa meneruskan usaha tani tanpa membeli bibit hibrida atau GMOs yang diproduksi perusahaan. Tidak bisa meningkatkan usaha tani tanpa membeli pupuk kimia atau racun-racun. Pola relasi seperti ini sudah menjadi lingkaran setan yang pada akhirnya semakin memiskinkan petani.</p>
<p> Seiring dengan derasnya kampanye global tentang perlunya mengkonsumsi makanan yang sehat (safety foods), trend makanan organic atau alami sudah menjadi perhatian banyak orang. Beberapa supermarket di Jakarta dan kota-kota besar lainnya sudah memisahkan produk pertanian kimia dan organic. Produk pertanian organic biasa “berpenampilan” kurang menarik, tetapi segar dan harganya lebih mahal. Oleh karena itu pula banyak pengusaha agribisnis yang memanfaatkan trend kembali ke alam untuk meraih keuntungan.</p>
<p> Ada sejumlah ideologi atau pun motivasi bertani organik. Ada yang disebabkan kesadaran lingkungan, dimana tanah serta ekosistem sekitar harus dijaga kelestariannya untuk keberlanjutan bumi dan isinya. Ada juga karena factor kesehatan, dimana produk organik dinyakini tidak memiliki residu kimia yang dapat menyebabkan berbagai penyakit berat seperti jantung, kanker, tumor  dan gangguan kesehatan lainnya. Selain itu produk pertanian organic juga memiliki kandungan gizi, mineral dan vitamin yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan produk pertanian kimia. Terlepas dari sejumlah ideologi ataupun hal-hal yang mendorong orang bertani organik, semangat untuk membebaskan petani dari ketergantungan asupan-asupan yang dibutuhkan untuk usaha pertanian patut menjadi perhatian kita. Tingginya  ongkos produksi untuk menghasilkan produk pertanian sementara tidak otomatis diimbangi dengan harga, membuat pertanian organik menjadi model pertanian alternative untuk keluar dari perangkat penindasan sitematik ini. Bila pedagang menjual produk pertanian, sudah jelas perhitungan usaha perdagangan dilakukan secara cermat sehingga kecil kemungkinan rugi. Maka dalam hal penentuan harga produk pertanian, pedagang lebih memiliki posisi tawar dibandingkan petani. Petani hanya mengontrol sampai pada tingkat memproduksi, setelah itu petani tidak memiliki  kontrol sama sekali.</p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>                    Produk Pertanian Organik Lebih Berkualitas</em></strong></p>
<p>         Derasnya arus kampanye makanan organik dan pencemaran lingkungan disebabkan penggunaan pupuk kimia dan pestisida, membuat pertanian organik menjadi solusi menyelesaikan sejumlah persoalan yang dihadapi petani dan konsumen. Apalagi riset-riset ilmiah juga sudah dilakukan terhadap produk pertanian organik. Tabel di bawah ini menunjukkan perbedaan kualitas makanan dilihat dari teknis perawatan tanaman.</p>
<p style="text-align:center;"> <strong>Tabel 1.</strong></p>
<p align="center"><strong>Perbedaan Kualitas Tanaman Organik dan Kimia</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="468">
<tbody>
<tr>
<td width="132" valign="top">
<p align="center">Kualitas</p>
</td>
<td width="203" valign="top">
<p align="center">Pertumbuhan Secara Organik</p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p align="center">Pertumbuhan Secara Kimia</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="132" valign="top">Bahan KeringVitamin C</p>
<p>Vitamin C</p>
<p>Setelah dimasak</p>
<p>Vitamin C</p>
<p> Setelah 10 hari</td>
<td width="203" valign="top">
<p align="center">5,90 %</p>
<p align="center">67 mg/100 g</p>
<p align="center">24 mg/100 g</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">38 mg/100 g</p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p align="center">3,60%</p>
<p align="center">30 mg/100 g</p>
<p align="center">10 mg/100 g</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">2 mg/100 g</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>Sumber : Sampel untuk jenis sawi putih oleh group Sambongi Agriculture College di Jepang, 1985. </em></p>
<p> Konsumen yang sudah familiar dengan produk organik merasakan bahwa produk pertanian organik lebih manis, enak dan berserat. Selain itu produk pertanian organic juga tidak mudah layu atau busuk sehingga lebih lama dapat disimpan. Konsumen-konsumen yang sudah mengetahui keunggulan produk organik, biasanya konsumen langsung menjalin hubungan dengan petani organik. Sistem pemasaran langsung <em>(direct marketing) </em>seperti ini yang saat ini amat terkenal di Jepang. Konsumen sudah jenuh dan bosan dengan system perdagangan konvensional, dimana unsur ekonominya yang lebih menonjol. Dalam system pemasaran langsung, seorang petani organik membangun kerjsama dengan konsumen. Kerjasama tersebut meliputi jenis produk, kualitas produk, harga produk dan system distribusi. Kedua belah pihak sama-sama diuntungkan. Yang lebih menarik bahwa pola hubungan yang terjadi tidak semata-mata hubungan ekonomi, dalam arti “ada uang ada barang”. Tetapi hubungan yang didasari saling percaya berlandaskan hubungan persahatan, kesetiakawaran dan solidaritas yang tinggi. Keharmonisan alam dan manusia dalam pertanian organik juga diikuti dengan relasi antara petani dan konsumen.</p>
<p> Direct Marketing secara otomatis memotong mata rantai distribusi dan membuat petani dan konsumen sama-sama diuntungkan. Sistem perdangangan konvensional dimana harga produk pertanian mengikuti hukum pasar mengakibatkan cara berpikir petani juga turut berubah. Petani sepertinya dimudahkan dengan adanya agen pengumpul mulai dari tingkat desa sampai pengecer,  akan tetapi keuntungan yang diperoleh langsung petani sangat kecil. Kalau pedagang pengumpul sudah menjamin mendapatkan keuntungan, maka tidak demikian halnya dengan petani.</p>
<p>   Sistem pemasaran langsung ini lambat laun semakin besar dan luas sehingga pemerintah mulai melihatnya sebagai ancaman terhadap system perdagangan konvensional. Pemerintah Jepang mendirikan JAC (Japan Agriculture Corporations). Lingkup kerja dari JAC meliputi pengadaan saprodi pertanian, pemasaran dan bantuan teknis. Dalam kacamata pemerintah system direct marketing akan mengurangi penghasilan negara dari sector pajak. Pola hubungan yang sangat intim dan individual antara petani organic dan konsumen sulit diintervensi oleh kebijakan perpajakan yang ada.</p>
<p>        </p>
<p>Produk pertanian organik biasanya lebih mahal daripada produk pertanian kimia. Hal ini disebabkan produk pertanian organik membutuhkan perhatian lebih besar daripada produk pertanian kimia. Memang dari aspek modal (uang), modal yang dikeluarkan lebih kecil dari pada petani konvensional.  Selain itu, tingginya harga produk pertanian organik disebabkan perjuangan keadilan yang sampai saat ini semakin jauh dari kehidupan petani. Kebijakan pembangunan yang memberikan keistimewaan terhadap industri daripada sektor pertanian mengakibatkan harga-harga produk pertanian selalu dikontrol pemerintah. Ketersediaan pangan dan harga yang murah menjadi tanggungjawab pemerintah agar stabilitas politik terpelihara. Pemerintah tidak pernah berpikir bagaimana nasib petani dan anak-anak petani. Rendahnya nilai tukar petani (NTP) saat ini sangatlah membunuh petani.</p>
<p>Untuk konteks Indonesia dimana sebagian besar petani kita adalah <em>petani gurem</em> (petani yang memiliki areal kurang dari 0,5 ha), disamping terbatas dalam berbagai hal maka system pemasaran langsung sulit dilakukan oleh  seorang petani organik. Yang mungkin dilakukan adalah membuat pasar-pasar lokal produk organik di kampung atau  daerah dimana masyaratnya tidak tergantung dari sektor pertanian pangan. Petani terintegrasi dalam sebuah kelompok yang terorganisir, dan memutuskan secara bersama-sama jenis produk, harga, sharing keuntungan dan lain-lain. Di Thailand model-model pemasaran seperti ini yang mulai tumbuh di berbagai tempat.</p>
<p> </p>
<p><strong><em>MANAJEMEN USAHA TANI</em></strong></p>
<p>        </p>
<p>Menjadi petani sejati harus berdaulat atas sumber-sumber produksi dan pemasaran produk pertanian. Kalau selama ini, petani sudah kehilangan budaya pertanian sehingga bertani hanya semata-semata usaha ekonomi. Padahal bertani adalah cara hidup dimana terdapat berbagai nilai-nilai kehidupan seperti nilai kearifan, kasih, keadilan, solidaritas dan pelestarian lingkungan. Penanaman nilai seperti ini yang sudah hilang dari pribadi petani sehingga menjadi petani tidak lagi menjadi kebanggaan tetapi pekerjaan yang kurang bermartabat. Penanaman nilai dari orangtua petani kepada generasi muda tani juga tidak berjalan, sehingga minat generasi muda desa untuk bertani sangat rendah. Bagi pemuda tani desa lebih baik bekerja sebagai “mojok-mojok” daripada harus menjadi petani.</p>
<p>        </p>
<p>Menjadi petani organik berarti petani menjadi aktor utama dan penentu keberhasilan usaha petani. Semua sumber-sumber yang dibutuhkan untuk keberlangsungan usaha tani seperti bibit, pupuk, perawatan tanaman, panen dan pasca panen menjadi tanggungjawab petani. Pertanian organik mensyaratkan pemakaian bibit lokal, pupuk organik, non pestisida, non herbisida dan non chemical dalam usaha tani. Petani organik menjadi pelaku utama mengembangkan areal pertanian organik menjadi semua ekosistem yang harmonis. Gejala atau kegagalan dalam usaha pertanian tidak dilihat dari satu aspek semata, tetapi ada hubungan yang saling terkait sama lain. Metoda penyelesaian juga tidak hanya menyentuh atau menyesaikan di tingkat permukaan saja tetapi harus menyentuh akar permasalahan. Cara berpikir seperti ini sangat berperan untuk keberhasilan pertanian organik. </p>
<p> </p>
<p>Secara sederhana manajemen Usaha Pertanian organik meliputi :</p>
<ol>
<li>Penyedian sumber-sumber bahan organik seperti sampah tanaman (waste crops), rumput-rumputan-daun-daunan, sampah dapur (kitchen waste), serbuk kayu (saw dust), dedak, ampas tahu, kotoran ternak (animals dung), ampas ikan (fish meals), arang (charcoal) dan lain-lain.</li>
<li>Pengolahan bahan-bahan organik mentah menjadi unsur hara yang kaya N, P, K, Ca, Mg, Fe dan mikro-organisme.</li>
<li>Perencanaan tanaman, tanaman muda, tanaman umur sedang dan tanaman tua.
<ol>
<li>Perencanaan rotasi tanaman, penggiliran tanaman dan tumpang sari.</li>
<li>Manajemen bibit lokal</li>
<li>Manajemen produksi dan distribusi</li>
<li>Manajemen hama dan penyakit</li>
<li>Perluasan pemasaran dan memproses hasil pertanian.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p> </p>
<p>Manajemen usaha pertanian organik harus dilihat dalam satu kesatuan yang utuh. Pengelolaan yang kurang baik pada satu sub manajemen akan berdampak buruh terhadap sub manajemen lainnya dimana pada akhirnya akan berdampak buruk terhadap produksi. Manajemen usaha pertanian organik tidak bisa dinilai dalam satu periode waktu yang singkat. Konsistensi pada proses dan diikuti dengan inovasi baru akan menjadi pelajaran berharga untuk keberhasilan yang lebih baik. Beberapa contoh petani organik yang sudah lebih dari 10 tahun menjalankan pertanian organik, hasil panen semakin meningkat, biaya produksi semakin rendah, teknologi semakin sederhana, pasar adil dan ekosistem lestari. Itu semua merupakan indicator keberhasilan pertanian organik.</p>
<p> </p>
<p><strong>Penutup </strong></p>
<p>        </p>
<p>Menjadi petani organik berarti merasakan satu kesadaran yang mendalam tentang penindasan yang dialami petani. Modal sebagai salah satu alat produksi, harus menjadi sarana mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. Modal tidak menjadi alat untuk menindas dan mengakumulasi untuk melakukan penghisapan yang lebih besar. Akan tetapi begitulah adanya system perekonomian global saat ini dimana terdapat suatu system dan struktur yang mengakibatkan satu negara kaya raya sementara ada negara yang terus-menerus hidup dalam lingkaran kemiskinan. Petani sebagai mayoritas penduduk dunia juga amat berperan menciptakan ketidakadilan global ini.</p>
<p>Arus perpindahan uang/modal dari petani kepada pemilik modal sangat besar sehingga senjata ini yang dipakai untuk semakin memiskinkan petani. Perdagangan bebas pertanian adalah satu sarana yang paling ampuh membubuh petani di negara-negara berkembang. Rencana pemerintah mengimport besar sebanyak 210.000 ton untuk cadangan nasional dan bencana mengakibatkan turunnya harga gabah di tingkat petani, apalagi masuk perdagangan bebas.</p>
<p>Pertanian organik harus dikemas dalam kerangka perlawanan massif terhadap neo-liberalisme. Pertanian organik adalah perjuangan kelas kaum tani melawan dominasi modal yang semakin memiskiskan petani.  Cita-cita besar petani hanya mungkin dapat terwujud bila petani bersatu atas dasar kesadaran kelas, bukan atas dasar kesadaran naïf atau kepentingan politik praktis sesaat. Petani harus merdeka dalam menentukan pilihan terbaik bagi petani.</p>
<p><strong>DATA-DATA PENULIS:</strong></p>
<p><strong> </strong>Nama                        :  Janri Parkinson Damanik, S. Sos</p>
<p>TTL                             :  P. Siantar, 22 September 2009</p>
<p>Pendidikan              : (S1) FISIP USU</p>
<p>                                     Extension Asian Rural Institute – Jepang (2002)</p>
<p>Pengalaman           :</p>
<ul>
<li>2002 – 2004         :  Koordinator Pendidikan  Sintesa Medan</li>
<li>2004 – 2005         :  Staf Ahli Federasi Serikat Petani Indonesia</li>
</ul>
<p>                                                        (FSPI) Jakarta</p>
<ul>
<li>2005 – sekarang   :  Manager Program Pertanian Berkelanjutan</li>
</ul>
<p>                                                      YEL – PANECO Swiss berpusat di Medan</p>
<p style="text-align:center;"> <em><strong>Mulai Idaman edisi September 2009, Konsultan Pertanian CU Mandiri akan digantikan oleh </strong>Janri Damanik, S. Sos</em></p>
<p> </p>
<h1>AGENDA KERJA</h1>
<p>Berikut kami informasikan Agenda Kerja masing-masing Kantor Pelayanan Oktober 2009<strong>;</strong></p>
<p>A.    Kantor Pelayanan Wilayah I  Penggalangan (Z.Situmorang) Hp. 0813-6170-7987</p>
<p> </p>
<p>24 Okt 2009                Pendidikan Anggota Baru</p>
<p>30 Okt 2009                Rapat Evaluasi Kantor Penggalangan</p>
<p> </p>
<p>B.     Kantor Pelayanan Wilayah II Sei Deras (Ramses Sianipar) Hp. 0812-6483-8517</p>
<p>03 Okt 2009                Pendidikan Anggota Baru</p>
<p> </p>
<p>C.    Kantor Pelayanan Wilayah III Sei Rampah (Tiarma Nainggolan) Hp. 0813-6122-5612</p>
<p>Pendidikan Anggota Baru dan pertemuan lainnya ditentukan oleh masing-masing Komisaris bersama dengan Manager Cabang.</p>
<p> </p>
<p>D.    Kantor Pelayanan Wilayah IV Dolok Masihul (Florentina Br.Nainggolan) Hp. 0813-9601-6299</p>
<p> </p>
<p>17 Okt 2009                Rapat Wilayah</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>E.     Kantor Pelayanan Wilayah V Sambosar Raya (Beatus B.T.Sinaga) Hp.0813-9790-2288</p>
<p>        06 Okt 2009                Pendidikan Anggota Baru</p>
<p>        13 Okt 2009                Pendidikan Anggota Baru</p>
<p>        20 Okt 2009                Rapat Wilayah</p>
<p>        27 Okt 2009                Pendidikan Anggota Baru</p>
<p>F.     Kantor Pelayanan Wilayah VI Medan (Hieronimus Jolong) Hp.0813-9632-6433</p>
<p>03 Okt 2009                Pendidikan Anggota Baru</p>
<p>17 Okt 2009                Rapat Wilayah</p>
<p> </p>
<p>G.    Kantor Pelayanan Wilayah VII Tebing Tinggi (Ency R. Situmorang) Hp.0812-632-7995</p>
<p>24 Okt 2009                Pendidikan Anggota Baru</p>
<p> </p>
<p>H.    Kantor Pelayanan Wilayah VIII Balam<strong> </strong>(Kardianto Simarmata) Hp. 0812-635-1242</p>
<p>        03 Okt 2009                Pendidikan Anggota Baru</p>
<p>        24 Okt 2009                Pendidikan Anggota Baru</p>
<p> </p>
<p>I.     Kantor Pelayanan Wilayah IX <strong>L. </strong>Pakam<strong> </strong>(Maruli Tua Situmorang) Hp. 0813-6129-1973</p>
<p>10 Okt 2009                Pendidikan Anggota Baru</p>
<p>17 Okt 2009                Rapat Evaluasi Kantor Lubuk Pakam</p>
<p>24 Okt 2009                Pendidkan Anggota Baru</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<h1> MANDIRIA</h1>
<p><strong>KAKEK PIKUN MENCARI ISTRINYA</strong></p>
<p> </p>
<p>Seorang kakek pikun kehilangan istrinya di sebuah pusat perbelanjaan, lalu ia pergi menjumpai seorang gadis muda untuk meminta pertolongan.</p>
<p>Kakek       :  Dek, bisa tolong bantu saya?</p>
<p>Gadis       :  Bantu apa kek?</p>
<p>Kakek       :  Istri saya hilang, bisa tolong bantu saya untuk menemukannya?</p>
<p>Gadis       :  Kakek ingat ciri-ciri atau warna baju yang ia kenakan?</p>
<p>Kakek       :  Nah, itulah nak. Saya lupa!</p>
<p>Gadis       :  Lantas, bagaimana saya bisa membantu kakek?</p>
<p>Kakek       :  Adik duduk saja di sebelah saya. Nanti kalau ada seorang wanita yang tiba-tiba datang sambil membawa pentungan dan marah-marah, itu pasti istri saya!</p>
<p>Gadis       :  Baaahhhhh!!!..#@%&gt;&gt;&gt;&#8230;.                                                      <strong><em> (<a href="http://www.ketawa.com">www.ketawa.com</a>)</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<h1>SELAYANG PANDANG</h1>
<p> </p>
<p><strong>ASIA PONSEL</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Namanya Asia Batu bara (NBA: 6194), masih muda dan cantik&#8230;tapi jangan tanya soal usahanya, patut diacungi  2 jempol! Awal bertemu dengan Tim Idaman Asia agak sedikit bingung, maklumlah belum pernah diwawancarai katanya he..he.. </em><em> </em></p>
<p><em>Walau bingung, dia tetap tersenyum dengan manis saat Tim Idaman mencoba mendokumentasikan dirinya dan sang usaha.</em></p>
<p><em> </em>Pada pertengahan bulan Juli 2003, Asia masuk menjadi anggota CU Mandiri cabang Penggalangan, kala itu sang Manager Cabang masih Florentina Nainggolan, pendidikannya pun masih diadakan di Gereja, tapi itu tak meluluhkan semangat seorang Asia yang beragama muslim. Saat ditanya kenapa percaya dengan CU Mandiri, Asia menjawab, “Di CU tak pernah mempersoalkan agama, yang dibahas hal-hal positif yang menguntungkan dan menambah wawasan, lumayan banyak terbantu, apalgi masalah modal.”</p>
<p>            Saat ini usaha Asia yang telah dirintis selama kurang lebih 4 tahun tersebut, berkembang semakin pesat, selain menjual pulsa dan pernak-pernik handphone, Asia juga menjual aksesoris, gas, dll. Menurutnya, itu semau tak terlepas dari campur tangan CU Mandiri, “Saya lumayan terbantu dengan pinjaman modal dari CU, prosesnya tak berbelit-belit, bahkan simpanan saya dari bank saya pindahkan ke CU juga, entah kenapa jadi lebih percaya kepada CU&#8230;”</p>
<p>            Jadi, bagi Anda yang melintasi Jl. Besar Pagurawan Desa Penggalangan, jangan lupa singgah di kios Ponsel Asia, mau beli pulsa? AKsesoris? Gas? Atau sekedar mengisi minyak sepeda motor Anda? Pasti akan dilayani oleh wanita cantik ini dengan ramah&#8230;ada yang berminat?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cumandiri.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cumandiri.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cumandiri.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cumandiri.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cumandiri.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cumandiri.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cumandiri.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cumandiri.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cumandiri.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cumandiri.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cumandiri.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cumandiri.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cumandiri.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cumandiri.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=126&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cumandiri.wordpress.com/2009/10/15/idaman-sept09/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0861630e37cb77d98ba16215a9d66476?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cumandiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IDAMAN AGUSTUS &#8217;09</title>
		<link>http://cumandiri.wordpress.com/2009/09/15/idaman-agustus-09/</link>
		<comments>http://cumandiri.wordpress.com/2009/09/15/idaman-agustus-09/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 05:13:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cumandiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cumandiri.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[                              SERAMBI       CU Mandiri mengudara… Ada inovasi terbaru yang lahir dari CU kita tercinta ini, kini CU Mandiri hadir di siaran 98,7 Karina FM setiap hari Kamis pukul 19.30 WIB &#8211; 20.30 WIB. Dengan motivasi ingin senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik buat para anggotanya, CU Mandiri berharap dengan kehadirannya di udara, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=120&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>                        </strong></p>
<p> </p>
<p align="center"> </p>
<p> </p>
<h1>SERAMBI </h1>
<p>     <strong>CU Mandiri mengudara</strong>…</p>
<p>Ada inovasi terbaru yang lahir dari CU kita tercinta ini, kini CU Mandiri hadir di siaran 98,7 Karina FM setiap hari Kamis pukul 19.30 WIB &#8211; 20.30 WIB. Dengan motivasi ingin senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik buat para anggotanya, CU Mandiri berharap dengan kehadirannya di udara, bukan saja dapat memberi pencerahan dalam hal ber-CU kepada para anggotanya, tetapi juga kepada seluruh masyarakat yang mendengarkan.</p>
<p>     Kita sering mengaku bahwa kita adalah anggota CU, tapi tidak semua dari kita juga tahu apa itu CU, apa manfaat dan keuntungan yang kita dapat setelah kita masuk menjadi anggota CU, dsb. Pengetahuan yang dangkal tentang CU inilah yang kemudian hari bisa menimbulkan kesalahpahaman antara anggota dan pihak internal dari CU.</p>
<p>     Untuk itu, melalui siaran radio, CU Mandiri berharap dapat memberikan pendidikan singkat tentang CU kepada seluruh insan perkoperasian dan masyarakat yang mendengarkan, dan untuk para pendengar yang belum masuk menjadi anggota semoga tertarik untuk bergabung yah!</p>
<p align="right"><strong><em>Redaksi</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> SEPENGGAL DARI REDAKSI</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em> </em></strong>Hallo, saudara!</p>
<p>Salam sejahtera buat Anda semua pembaca setia bulletin Idaman!</p>
<p>Seperti salah satu lirik lagu yang berkata…<em>September ceria…September ceria…milik kita semua…</em>semoga hari-hari Anda juga bisa seceria lagu tersebut, sama cerianya ketika Anda membaca berita-berita yang coba Tim Idaman ketengahkan ke hadapan Anda. Pada edisi kali ini kami masih mengangkat berita seputar <em>Dilema di Antara Dua Sisi CU bagian ke-2, Busuk Buah Pake Curater, mana bisa? </em>pada Konsultasi Pertanian, <em>CU Mandiri Ponsel </em>di Selayang Pandang, dan berbagai berita hangat di rubrik Warna-warni. Pokoknya dijamin puas!</p>
<p>Selamat membaca…</p>
<p>                                    <strong><em>Redaksi</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<h1> WARTA UTAMA</h1>
<p align="center"><strong>CREDIT UNION </strong></p>
<p align="center"><strong>DILEMA DI ANTARA DUA SISI</strong></p>
<p align="center"><strong>BISNIS DAN SOSIAL  ( Bagian 2 )</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong>Sisi Bisnis dari Credit Union sudah dibahas pada tulisan edisi terdahulu. Dalam tulisan ini, kita akan membahas sisi sosial dari Credit Union, dengan contoh kasus mengelola CU yang dikemukakan pada tulisan yang lalu adalah sebagai berikut:</p>
<p>Hari ini, awal bulan, saya berangkat ke kantor untuk melaksanakan tugas dengan hati yang ceria. Saya tahu bahwa hari ini adalah hari dimana banyak pinjaman uang untuk anggota CU akan direalisasikan sesuai dengan janji. Kebetulan saya adalah Manajer Cabang dari sebuah CU yang melayani kurang lebih 2.000-an orang di Kantor Cabang saya. Ketika saya baru turun dari kendaraan, tiba-tiba saya dikejutkan oleh seorang anggota yang berlari kecil menghampiri saya.</p>
<p>“Pak, pak, saya mau minta tolong. Tadi pagi ketika saya mengantarkan anak saya ke sekolah, karena kurang hati-hati, anak saya tertabrak sepeda motor di depan sekolahnya. Saya membawanya ke rumah sakit dan kata dokter harus dioperasi saat ini juga. Saya butuh uang 8 juta saat ini. Pak, saya mau minjam uang ke CU sekarang juga”, kata anggota tersebut mendesak.</p>
<p>Dalam suasana yang sedikit kaget dan prihatin, saya sebagai Manajer Cabang bingung, apa yang mesti saya lakukan? Semua pinjaman uang yang akan direalisasikan hari ini adalah pinjaman yang sudah memenuhi syarat dan prosedur pinjaman resmi CU. Bagaimana mencari uang 8 juta pada saat ini? Bagaimana saya bisa mempercayai anggota tersebut saat ini juga? Jelas, anggota tersebut butuh uang saat ini juga. Apakah yang mesti saya lakukan sebagai Manajer Cabang?</p>
<p> Jika harus dijawab dengan profesionalisme, jelas pinjaman tersebut tidak dapat dicairkan.</p>
<p>Alasan tidak dicairkannya pinjaman tersebut adalah:</p>
<ol>
<li>Tidak sesuai prosedur yang ditetapkan dalam Pola Kebijakan CU, dimana Pola Kebijakan adalah keputusan yang diambil oleh kekuasaan tertinggi dalam CU, yakni Rapat Anggota Tahunan.</li>
<li>Anggota tersebut selama ini tidak menyiapkan dana insidental dalam bentuk tabungan yang dapat ditarik kapan saja untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak dan mendesak. Produk tabungan seperti ini dapat disiapkan dalam SIBUHAR (Simpanan Bunga Harian).</li>
<li>TUKKEPPAR diabaikan, karena kebutuhan mendesak tersebut.</li>
</ol>
<p> Tetapi apakah hal tersebut adalah keputusan yang benar dalam Credit Union? Jawabnya, tentu tidak bukan?</p>
<p>Disinilah sisi sosial dari CU harus digunakan, terutama dalam penerapan salah satu dari pilar CU itu sendiri, yakni Solidaritas. Keputusan harus diambil pada saat itu juga dengan berbagai kekurangan dalam hal prosedur pencairan pinjaman, karena kepentingan menyelamatkan nyawa seorang anak anggota yang harus menjalani operasi.</p>
<p>Pencairan pinjaman anggota ini tentu akan mengorbankan kepentingan anggota lainnya yang sudah merencanakan tujuan pinjamannya untuk berbagai hal. Sebagai anggota CU, kita dituntut untuk siap menerima hal seperti ini. Sebab jika hal tersebut terjadi pada diri kita, bukankah kita juga akan melakukan hal yang sama dengan sang ayah tersebut?</p>
<p>Pinjaman anggota lain yang bersifat konsumtif/providen dapat ditunda pencairannya, tentu dengan penjelasan yang baik kepada anggota tersebut. Solidaritas terhadap sesama anggota dengan mendahulukan kepentingan anggota lain yang lebih membutuhkan diyakini akan menghasilkan karakter anggota yang lebih solider dikemudian hari.</p>
<p>Sebagai anggota yang pernah dibantu, sang ayah akan menjadi anggota yang suatu saat juga harus siap menerima penundaan pencairan pinjamannya karena kepentingan anggota lain yang lebih membutuhkan. Pendidikan secara personal terhadap anggota yang demikian akan lebih mudah dilakukan dikemudian hari dengan menyarankannya agar mempersiapkan dana insidental dalam bentuk tabungan lain, selain simpanan saham, untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak di masa mendatang.</p>
<p>Hal yang sulit diprediksi adalah kelancaran pengembalian pinjaman anggota yang telah menerima solidaritas dari sesama anggota tersebut dengan berbagai pelanggaran terhadap aturan. Dengan keyakinan bahwa sifat sosial dari seorang manusia yang pernah merasakan pertolongan orang lain dalam hidupnya, akan muncul setelah orang tersebut merasakan bantuan orang lain menjadi dasar keyakinan atas kelancaran pembayaran pinjaman anggota tersebut.</p>
<p>  Untuk itulah kita sebagai anggota CU diwajibkan menabungkan kebaikan terlebih dahulu terhadap anggota lain yang membutuhkan, agar suatu saat kelak, ketika kita membutuhkan kebaikan itu, anggota lain akan memberikan kebaikan itu kepada kita.</p>
<p>Aneh ya? Memang itu lah CU.</p>
<p>Semoga dengan tulisan ini, , tidak hanya sekedar menjadi semboyan tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan ber CU!</p>
<p>                                                                  <em>(Hieronimus Jolong, Kakanpel Medan)</em></p>
<p><em> </em> </p>
<h1>WARNA-WARNI</h1>
<p> </p>
<p><strong>MENUJU TITIK KESMPURNAAN</strong> </p>
<p>Idaman, <em>Sei Rampah</em></p>
<p>                       Sabtu, 29 Agustus 2009 yang lalu segenap karyawan bagian pengentrian data Kopdit CU Mandiri berkumpul di ruang pertemuan Kantor Pelayanan III Sei Rampah guna mengikuti serangkaian pelatihan penyempurnaan Be Union I yang sebelumnya digunakan dalam proses entry laporan data sehari-hari di Kopdit CU Mandiri. Dari yang sebelumnya menggunakan system ‘<em>ACCESS’ </em> sekarang CU Mandiri mencoba menerapkan penggunaan system Data Base XQL Server 2005 dan VB. Net dalam laporan data.</p>
<p>            Penerapan system baru yang dikenal dengan istilah  “        Mandiri Software” ini diharapkan mampu mengatasi kekurangan-kekurangan yang pernah timbul pada system sebelumnya. Memberikan pelayanan terbaik kepada anggota tentunya, merupakan motivasi awal penggerak. Pelatihan yang berlangsung selama beberapa jam tersebut juga dihadiri oleh utusan dari Badan Pengurus dan GM. H. Sitanggang, tentunya.</p>
<p>            Dengan penerapan program baru, diharapkan Kopdit CU Mandiri semakin menuju titik kesempurnaan system teknologi komputerisasi dalam hal pelayanan terhadap anggota. “Secara bertahap meninggalkan system manual menuju system komputerisasi’, itu harapan Kopdit CU Mandiri ke depan, tak mau kalah dengan lembaga-lembaga keuangan lain yang telah lebih dahulu ber-<em>pioneer</em>.</p>
<p>Meskipun demikian CU Mandiri juga meyakini sebuah perubahan tidak bisa berlangsung secara instant, segala sesuatu pasti memerlukan proses, dan Mandiri tahu proses itu tak mudah…butuh waktu. Untuk itu marilah kita sama-sama belajar untuk menerima perubahan tersebut demi satu misi, menuju sebuah titik kesempurnaan….!                                  <strong><em>(W.S )</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong> </p>
<p><strong><em>SELANGKAH LEBIH MAJU DI UDARA</em></strong></p>
<p>CU Mandiri,</p>
<p><em>“Membebaskan dari Kemiskinan…”</em></p>
<p>Suara Leo Semba &amp; Hieonimus Jolong terdengar saat mengudara di Radio Karina 98,7FM, Kamis, 03 September 2009 lalu. CU Mandiri selangkah lebih maju di udara…</p>
<p><em> </em>               Serangkaian inovasi baru dilakukan Kopdit CU Mandiri beberapa waktu belakangan ini, tak hanya keseriusan di bidang manajemen tetapi juga merambah ke dunia hiburan, agar semakin dikenal oleh kalangan masyarakat, CU Mandiri mulai menjejakkan kaki di siaran radio Karina 98,7 FM Siantar guna menyapa seluruh pendengar. Acara yang memberikan pengetahuan secara mendalam kepada seluruh pendengar tentang ‘apa itu koperasi, terkhususnya CU’ ini diharapkan dapat menumbuhkan minat para pemirsa untuk ber-CU.</p>
<p>            Langkah awal pada tanggal 3 September lalu merupakan titik awal yang diharapkan dapat memberi pencerahan bukan saja bagi Kopdit CU Mandiri tapi juga bagi dunia perkoperasian di Indonesia, khususnya daerah Sumatera Utara, terutama daerah-daerah yang terjangkau oleh siaran radio Karina 98,7 FM.</p>
<p>            Mari kita dukung niat tulus dari Kopdit CU Mandiri ini dengan turut berpartisipasi dalam siaran radio Karina yang berdurasi selama ± 1 jam mulai pukul 19.30 – 20.30 WIB setiap hari Senin di 98,7 FM. Kalau bukan kita, siapa lagi?</p>
<p>                                                                                               </p>
<p>                                                                                                <strong><em>(W.S</em></strong><strong><em>)</em></strong><strong><em> </em></strong></p>
<p> </p>
<p>      </p>
<p>              <strong><em>BUKAN KARENA MEGAHNYA GEDUNG&#8230;</em></strong></p>
<p>Kasus Bank Century tentu sangat akrab di telinga kita akhir-akhir ini, di media cetak maupun media elektronik…sejumlah pesohor negri yang memiliki andil cukup besar di dunia perbankan negri kerap memberikan komentar, ini…itu&#8230;sibuk mencari kambing hitam, saling melempar kesalahan, tanpa perduli bagaimana perasaan sejumlah nasabah di luar sana.</p>
<p>“Perampokan bank oleh pemiliknya sendiri”…kalimat itu yang senantiasa dilontarkan. Sekedar menyegarkan ingatan kita tentang pokok persoalan yang sebenarnya terjadi di tubuh bank Century, bahwasanya <em>keruntuhan </em>yang terjadi bukan karena terpaan krisis global seperti yang kerap melanda lembaga-lembaga keuangan dalam negri, melainkan karena kasus kriminal yang dibiarkan berlarut-larut, potensi manipulasi (<em>fraud</em>) yang dilakukan oleh sang pemilik, Robert Tantular, yang bermain saham dengan menggunakan uang nasabah.</p>
<p>            Bermain-main dengan kepercayaan nasabah, tentu itu yang bisa kita simpulkan dari kasus ini…meski BI (Bank Indonesia),  LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dan KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) telah turun tangan, tapi <em>toh </em> kebusukan tetap tercium juga, keruntuhan tak dapat dipertahankan lagi. Bank Century <em>collapse </em>(runtuh) dan tercatat sebagai ‘bank gagal’.</p>
<p>            Apa yang bisa kita petik dari kejadian bank Century?</p>
<p>Tak selamanya kemegahan dan ke-<em>elit</em>an sebuah lembaga keuangan menjamin nasabahnya akan terbebas dari segala tindakan penipuan atau manipulasi dari pihak internal lembaga itu sendiri. Walau sederhana namun dapat memberi rasa nyaman, mengapa tidak? Yang paling penting adalah modal kepercayaan dan itikad baik!</p>
<p>Jadi bukan karena megah gedungnya <em>doank…</em></p>
<p><em>                                                                       (W.S)</em></p>
<p> </p>
<p><strong><em>KEKUATAN DUPLIKASI</em></strong></p>
<p>    Masih seputar trik jitu dalam menghasilkan kepingan rupiah, berikut kami paparkan sebuah kunci kesuksesan yang terletak pada trik “duplikasi”.</p>
<p>Ini rahasianya : “Jalankan bisnis yang mudah diduplikasikan, dan tidak perlu keterlibatan kita secara penuh dalam bisnis tersebut.</p>
<p><strong>KUNCI UTAMA </strong>lain adalah:</p>
<p>Hidup hemat pada awalnya untuk menabung, uang tabungan di-investasikan untuk menghasilkan uang, lakukan terus berulang-ulang, setelah penghasilannya cukup besar, barulah menuai hasil berkelanjutan…</p>
<p> <strong>MARI BERHITUNG MATEMATIKA:</strong></p>
<p>Jika Anda diberikan 2 pilihan kontrak kerja / kontrak bisnis berikut ini, mana yang Anda pilih?</p>
<ol>
<li>Kontrak 2 tahun, tidak dapat dibatalkan, penghasilan per-bulan Rp. 100juta</li>
<li>Kontrak 2 tahun, tidak dapat dibatalkan, penghasilan di bulan pertama cuma Rp.1000, tetapi berlipat dua setiap bulan.</li>
</ol>
<p> <strong>PILIH MANA???</strong></p>
<p>Jawabnya:</p>
<ul>
<li> <strong>Pilihan I</strong></li>
</ul>
<p>Penghasilan Rp. 100juta/bulan x 24 bln = <strong>Rp. 2,4 M</strong></p>
<ul>
<li><strong>Pilihan II</strong></li>
</ul>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="41" valign="top">
<p align="center">Bln</p>
</td>
<td width="85" valign="top">Penghasilan</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">Bln</p>
</td>
<td width="85" valign="top">Penghasilan</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">Bln</p>
</td>
<td width="85" valign="top">Penghasilan</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">Bln</p>
</td>
<td width="80" valign="top"><em>Penghslan</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="41" valign="top">
<p align="center">1</p>
</td>
<td width="85" valign="top">1000</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">7</p>
</td>
<td width="85" valign="top">64000</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">13</p>
</td>
<td width="85" valign="top">4,096jt</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">19</p>
</td>
<td width="80" valign="top"><em>262,144jt</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="41" valign="top">
<p align="center">2</p>
</td>
<td width="85" valign="top">2000</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">8</p>
</td>
<td width="85" valign="top">128000</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">14</p>
</td>
<td width="85" valign="top">8,192jt</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">20</p>
</td>
<td width="80" valign="top"><em>524,288jt</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="41" valign="top">
<p align="center">3</p>
</td>
<td width="85" valign="top">4000</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">9</p>
</td>
<td width="85" valign="top">256000</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">15</p>
</td>
<td width="85" valign="top">16,384jt</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">21</p>
</td>
<td width="80" valign="top"><em>1,048 M</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="41" valign="top">
<p align="center">4</p>
</td>
<td width="85" valign="top">8000</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">10</p>
</td>
<td width="85" valign="top">512000</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">16</p>
</td>
<td width="85" valign="top">32,768jt</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">22</p>
</td>
<td width="80" valign="top"><em>2,097 M</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="41" valign="top">
<p align="center">5</p>
</td>
<td width="85" valign="top">16000</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">11</p>
</td>
<td width="85" valign="top">1,024jt</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">17</p>
</td>
<td width="85" valign="top">65,536jt</td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center">23</p>
</td>
<td width="80" valign="top"><em>4,194 M</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="41" valign="top">
<p align="center"><em>6</em></p>
</td>
<td width="85" valign="top"><em>32000</em></td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center"><em>12</em></p>
</td>
<td width="85" valign="top"><em>2,048jt</em></td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center"><em>18</em></p>
</td>
<td width="85" valign="top"><em>131,072jt</em></td>
<td width="47" valign="top">
<p align="center"><em>24</em></p>
</td>
<td width="80" valign="top"><em>8,388 M</em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> Jika Anda memilih Pilihan I, maka Anda akan kecolongan hampir 6 Milyar hanya karena tergiur jumlah nilai akhir penghasilan yang ditawarkan.</p>
<p>Kita hanya diajari oleh guru di sekolah tentang teori ALBERT EINSTEIN seperti rumus kekuatan bom atom seperti <strong>E=mC</strong><strong>2</strong>, dst. Tetapi tidak diajarkan bahwa “kekuatan duplikasi” juga dikagumi oleh Albert Einstein, ilmuwan paling cemerlang abad 20, ia mengatakan “Duplikasi adalah Keajaiban Dunia Kedelapan”.</p>
<p>                           <strong><em>(Leo dari berbagai sumber)</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><strong>TIPS &amp; TRIK CARA MEMBUAT PUPUK KOMPOS</strong></p>
<p>Prinsip yang digunakan dalam pembuatan kompos super adalah proses pengubahan limbah organic menjadi pupuk organic melalui aktifitas biologis pada kondisi yang terkontrol.</p>
<p> <strong>PROSES PEMBUATAN KOMPOS SUPER</strong></p>
<ol>
<li>Bahan yang diperlukan :</li>
</ol>
<ul>
<li>Kotoran sapi : 80 – 83%</li>
<li>Serbuk gergaji : 5 %</li>
<li>Bahan pemacu mikroorganisme (bisa dipakai EM4): 0,25%</li>
<li>Abu sekam : 10%</li>
<li>Kalsit/kapur: 2%</li>
<li>Boleh menggunakan bahan-bahan yang lain asalkan kotororan sapi minimal 40%, kotorannya maksimal 25%</li>
</ul>
<p>      2.    Tempat</p>
<p>            Sebidang tempat beralas tanah, ternaungi agar pupuk tidak terkena sinar matahari dan air hujan secara langsung.</p>
<p>        3. Prosesing</p>
<ul>
<li>Kotoran sapi (faeses dan urine) diambil dari kandang dan ditiriskan selama satu minggu untuk mendapatkan kadar air mencapai ±60%.</li>
<li>Kotoran sapi yang sudah ditiriskan tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi, tempat pembuatan kompos super dan diberi serbuk gergaji, abu kalsit/kapur danstardec sesuai dosis dan seluruh bhan campur diaduk merata.</li>
<li>Setelah seminggu di lokasi 1, tumpukan dipindahkan ke lokasi 2 dengan cara diaduk/dibalik secara merata untuk menambah suplai oksigen dan meningkatkan homogenitas bahan. Pada tahap ini diharapkan terjadi peningkatan suhu sampai 70°C untuk mematikan pertumbuhan biji gulma sehingga kompos super yang dihasilkan dapat bebas dari biji gulma.</li>
<li>Seminggu kemudian dilakukan pembalikan untuk dipindahkan pada lokasi 3 dan dibiarkan selama 1 minggu.</li>
<li>Setelah 1 minggu pada lokasi 3 kemudian dilakukan pembalikan untuk membawa pada lokasi 4. Pada tempat ini kompos super telah matang dengan warna pupuk coklat kehitaman bertekstur remah dan tidak berbau.</li>
<li>Kemudian pupuk diayak/disaring untuk mendapatkan bentuk yang seragam serta memisahkan  dari bahan yang tidak diharapkan (misalnya batu, potongan kayu, raffia) sehingga kompos super yang dihsilkan benar-benar berkualitas.</li>
<li>Selanjutnya pupuk organik kompos super siap dikemas dan siap diaplikasikan ke lahan sebagai pupuk organic berkualitas sebagai pengganti pupuk kimia.</li>
</ul>
<p>                                                                                <strong>(sumber: </strong><strong><a href="http://www.google.com/">www.google.com</a></strong><strong>)</strong></p>
<p><strong> </strong> </p>
<p><strong>APA ITU FLU TULANG?</strong></p>
<p>Dalam bahasa medis, flu tulang sama dengan <em>arthritis</em>, atau radang sendi atau rematik. Namun, di kalangan masyarakat luas, flu tulang ada yang dinamai dengan &#8216;dengkulan&#8217;, <strong><em>chikungunya</em></strong> dan sebagainya. Penamaan ini dikarenakan gejala yang ditimbulkan sama, yakni rasa nyeri yang hebat di persedian.  Padahal, rematik sendiri memiliki 100 lebih jenis. Yang menarik, setiap jenis rematik mempunyai gejala yang hampir sama, rasa sakit di sendi. Tapi, disebabkan oleh faktor yang berbeda. Begitu pula dengan flu tulang, hingga saat ini belum diketahui penyebab yang pasti. Namun, dari berbagai penelitian, virus ditengarai sebagai penyebab penyakit ini. Di samping itu, flu tulang lebih menyerang pada orang dewasa di atas 40 tahun, dan kaum wanita lebih rentan terserang penyakit ini ketimbang pria. Proses terjadinya flu tulang, umumnya, diawali dengan gejala-gejala flu diikuti dengan timbulnya rasa ngilu di setiap persendian. Keadaan seperti ini akan berlangsung 2-4 minggu, setelah gejala flu biasa (batuk, pilek, sakit kepala) mereda. Pada malam hari penderita akan menggigil hebat layaknya sakit malaria, dan menjelang pagi hari tubuh terasa kaku. Rasa kaku dan ngilu sendi terjadi akibat reaksi antibodi untuk melawan antigen virus. Flu tulang kadang disertai bercak-bercak merah pada mulut atau kulit, mirip demam berdarah atau campak Jerman (rubella). Untuk memastikan apakah bercak tersebut dampak flu tulang atau demam berdarah, perlu pemeriksaan darah di laboratorium. Penderita flu tulang biasanya akan membaik setelah tiga minggu. Namun, para penderita disarankan untuk tidak membiarkannya berlarut dan segera berkonsultasi ke dokter. Soalnya, selain bisa memicu penyakit lain, pengobatan yang tidak sempurna sangatlah berbahaya. Pemakaian obat-obat flu bebas bisa berisiko pada mereka yang mempunyai disfungsi ginjal, hati, atau jantung. Pemberian atau konsumsi makanan yang baik biasanya mampu menepis gejala-gejala flu sebelum jadi lebih parah. Jadi, para penderita flu dianjurkan banyak beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi-sayur dan buah-serta bervitamin tinggi, terutama vitamin C. Makanan yang berlemak tinggi, rokok, dan kopi harus ditinggalkan karena bisa mempertegas gejala flu. Penderita sebaiknya juga tidak makan makanan yang pedas-pedas karena bisa memicu diare dan gangguan pada lambung, apalagi jika penderita minum berbagai obat flu.Terapi herbanya bisa menggunakan Spirulina untuk menguatkan tubuh dalam melawan virus. Radix untuk menguatkan tendon dan ligamen. Serta meningkatkan cairan pelumas berupa lemak sinovial yang terdapat pada bagian persendian sehingga tidak mengakibatkan rasa ngilu pada persendian saat terjadi gesekan antar sendi.</p>
<p>                                                                              <strong>(sumber: <a href="http://www.google.com/">www.google.com</a>)</strong></p>
<h1>BIJAK ALA CU</h1>
<p><strong>PENYAKIT MENULAR</strong> </p>
<p>  Si Rabun memperoleh pinjaman dari CU enam bulan yang lalu. Dalam tiga bulan pertama ia mengangsur sesuai janjinya. Setelah itu? Tidak ada kabar lagi. Maka dua orang pegawai CU mendatanginya.</p>
<p> Setelah tiba di rumah Rabun lalu omong basa-basi seperlunya, pegawai CU berkata, “Angsuran pinjaman Saudara ternyata tidak lancar. Mungkin Saudara mengalami masalah yang serius sehingga sulit mengangsur. Kami sungguh cemas, karena tidak ada kabar dari Saudara.”</p>
<p> “Masalah memang selalu ada. Sedang sempit rejeki. Tetapi  itu tidak penting. Saya ingin tahu mengapa saya ditagih agar membayar pinjaman, sedangkan Pak Togar  yang sudah lebih dari setahun tidak membayar didiamkan saja?”</p>
<p>“Kami juga sudah menagih Pak Togar. Namun belum ada hasilnya.”</p>
<p>Kalau Pak Togar mau membayar, saya juga akan membayar pinjaman saya sampai lunas.”</p>
<p>“Hmmm…mengapa Saudara ingin meniru Pak Togar?”</p>
<p>Demikianlah, kejelekan sudah menular dari satu orang kepada orang lain. Tanpa perlu program atau rencana, kejelekan itu dapat menular secara efektif. Bila satu anggota CU diserang ‘penyakit pinjaman macet’ terlebih dahulu, maka penularan ‘penyakit’ itu kepada para anggota yang lain menjadi semakin cepat.</p>
<p>Sebaliknya, kebaikan tidak mudah menular. Kebaikan harus ditularkan dengan sengaja dan dengan ketekunan. Dalam koperasi, pengurus, karyawan dan seluruh staf manajemen dituntut agar lebih bergiat menularkan semangat saling percaya, kegemaran bekerjasama, saling menolong, semangat demokratis, swadaya, kesederhanaan, kemauan belajar, dan sebagainya kepada seluruh anggota.</p>
<p><em>Sambil Tersenyum Memahami Credit Union</em></p>
<p><em></em> </p>
<h1>KONSULTASI PERTANIAN</h1>
<p>                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          <em>Bersama <strong>Bersama Ir.J.Sidabukke</strong></em></p>
<p> Tanya          :    Hallo…Pak Sidabukke! Ada sedikit sawit kita punya masalah, buahnya busuk dan sudah saya obati dengan Curater tetapi tidak sembuh juga dan tetap saja busuk. Kenapa begitu Pak? Apa sebenarnya penyebabnya dan apa obatnya? Mohon penjelasannya!</p>
<p>                        <strong>Sinaga, anggota CU Mandiri Gempolan.</strong></p>
<p><strong> </strong>Jawab          :    Pak Sinaga di Gempolan…seperti yang telah saya jelaskan via telepon, akan kami tulis kembali supaya pengalaman berharga ini dapat diketahui pembaca bulletin Idaman. Jika kita analogikan ke manusia sedang sakit Influenza (flu) sakit kepala diberikan obat Diare, misalnya Entrostop, mana mungkin sembuh penyakit flunya. Kira-kira seperti itulah kasus yang dialami kelapa sawit Pak Sinaga.</p>
<p>                         Perlu kami jelaskan bahwa dalam menghadapi persoalan hama maupun penyakit tanaman di lapangan sebaiknya sedikit bekal ilmu pengetahuan untuk mengidentifikasi masalah dan penentuan tindakan yang akan dilakukan haruslah dimiliki seorang petani. Seperti kasus yang Pak Sinaga alami bahwa tandan buah tanaman sawitnya ada yang busuk, maka langkah awal yang harus dia tempuh adalah identifikasi masalah sbb:</p>
<p> </p>
<ol>
<li>Jika tanaman atau bagian tanaman rusak, tanpa terlihat dengan kasat mata apa penyebabnya maka kita kategorikan bahwa tanaman sedang terserang PENYAKIT. Dan penyebab penyakit ini ada beberapa macam, seperti:
<ol>
<li>Jamur (fungi) maka obatnya Fungisida. Dan fungisida ini dibagi lagi menjadi beberapa bagian yaitu Fungisida bersifat kontak, bersifat sistemik atau bersifat sistemik dan kontak, contoh Dithene, Antracol, Dipolatan, dll.</li>
<li>Nematoda, maka obatnya adalah Nematisida, contoh Curater</li>
<li>Bakteri, maka obatnya adalah Bakterisida, contoh Agrept 20 WP.</li>
</ol>
</li>
<li>Jika tanaman atau bagian tanaman rusak, dan penyebab kerusakan dapat terlihat dengan kasat mata maka dikategorikan bahwa tanaman sedang terserang hama (insekta) atau insek, maka obatnya adalah insektisida, contoh Decis, Matador, dll.</li>
</ol>
<p>               Kembali kita ke permasalahan Pak Sinaga, tandan buah sawit (TBS) nya busuk, tentu penyebab busuk tidak terlihat dengan kasat mata, maka dkategorikan Penyakit dan obatnya adalah Fungisida atau Nematisida ataupun Bakterisida bukan hama atau pest, sehingga tidak perlu curater.</p>
<p> Penyakit busuk tandan buah (bunch rot) terdapat di semua negara penanam kelapa sawit. Penyebab busuk tandan buah adalah cendawan marasmius palmivorus yaitu cendawan saprofit yang umumnya hidup pada bermacam-macam bahan yang mati / sisa-sisa tanaman.</p>
<p>       Pengendalian busuk tandan buah dapat dilakukan secara kultur teknis (mekanis) maupun secara kimia. Secara kultur teknis (cara mangula) dilakukan sebagai berikut:</p>
<p>      a. Semua bunga dan buah yang busuk dibuang. Penunasan dilakukan juga pada cabang dan daun sebelum dan sesudah panen.</p>
<p>      b. Tandan yang lewat masak jangan dibiarkan tetap berada di pohon.</p>
<p>          Pengendalian secara kimiawi dilakukan jika pengendalian kultur teknis sudah dilakukan tetapi tidak dapat menekan perkembangan penyakit. Penyemprotan fungisida yang dianjurkan adalah Difolatan (Kaptapol) dosis 0,7 ltr/ha dengan volume semprot 150 ltr/ha. Penyemprotan dilakukan dua minggu sekali (<em>Iyung Pahan, Panduan Lengkap Penanaman Kelapa Sawit</em>).</p>
<p>       Kesimpulan kita adalah bahwa untuk mengendalikan busuk buah Tandan Kelapa Sawit (TBS) bukanlah Curater atau pestisida melainkan Fungisida.</p>
<p>       <em>Oke Pak, saya yakin pasti berhasil. Trims…</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:center;">  <strong>ANDA PUNYA MASALAH PERTANIAN?</strong></p>
<p align="center"><strong>Silahkan kirim ke Redaksi Idaman atau SMS ke</strong></p>
<p align="center"><strong>Ir.J</strong> <strong>.Sidabukke di 0813-7609-1966</strong></p>
<p align="center"><strong></strong> </p>
<p style="text-align:left;"><strong></strong> </p>
<h1 style="text-align:left;">FIGUR MANDIRI</h1>
<p style="text-align:left;"> </p>
<h2 style="text-align:left;"><em>SUATU SAAT , PASTI ADA WAKTUNYA</em></h2>
<p align="center">        <em>Kepergian sang buah hati yang telah lama dinanti dalam kehidupan rumah tangga mereka membuat Dewi br. Damanik (NBA: 18925) dan sang suami memutuskan untuk berhenti menjadi agen sekaligus pengecer ayam ras di Pasar Gambir Tebing Tinggi.</em></p>
<p align="right"><em>“Kami merasa begitu terpukul, selama setahun  kami hidup tanpa tujuan, tanpa bekerja, hidup terlunta-lunta, kami merasa tak perlu bersusah-susah lagi mencari nafkah, toh yang kami nafkahi tak ada lagi, percuma kami bekerja keras.”</em></p>
<p align="right"><em> Tapi keadaan itu ternyata hanya berlangsung selama setahun, syukurlah….Dewi dan suami akhirnya sadar dan memutuskan untuk  tetap melakoni profesi di seputar ‘dunia ayam’. Mereka pun memutuskan untuk membuka peternakan yang berdaya tampung  4500 ekor ayam ras, selain itu mereka juga kembali menekuni profesi sebagai agen alias ‘makelar’ ayam bagi para pedagang eceran di pasar-pasar yang ada di kota Tebing Tinggi, kembali pulih setelah mengalami kemonotonan selama satu tahun sambil menanti kehadiran sang buah hati yang kiranya dapat mengobati luka hati di masa lalu untuk menyempurnakan kehidupan rumah tangga mereka&#8230;.</em></p>
<p align="right"><em> </em></p>
<p>BERTEMU CU MANDIRI</p>
<p>            Setelah menikah dengan Surya Darma Aruan pada tahun 2000, Dewi br. Damanik melakoni profesi sebagai pedagang sekaligus agen pengecer ayam ke para pedagang ayam di Pasar Gambir Tebing Tinggi bersama sang suami. Namun kematian sang buah hati pada tahun 2005 menghentikan langkah mereka, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk membuka peternakan ayam berkapasitas 4500 ekor ayam ras pada tahun 2006. Usaha yang telah dirintis selama tiga tahun tersebut ternyata bukan berjalan mulus tanpa rintangan, pernah suatu ketika</p>
<p>kandang ayamnya terbakar, atau kejadian yang   baru-baru ini terjadi, salah satu kandang ayamnya yang memuat 1500 ekor ayam tiba-tiba runtuh tanpa sebab, itulah yang mengakibatkan sampai saat ini mereka hanya mampu memelihara 3000 ekor ayam ras. “Belum ada modal untuk membangunnya kembali,” begitu alasan sang suami.</p>
<p>            Meski awal membuka usaha tak banyak mengandalkan bantuan modal dari CU, tapi ke depannya Dewi dan sang suami menyimpan harapan yang besar untuk mampu lebih maju dan berkembang bersama CU Mandiri. “Kami berusaha konsisten untuk mengikuti aturan CU yang mengharuskan tiap anggotanya mengajukan permohonan pinjaman berdasarkan tahapan-tahapan yang telah ditetapkan, keinginan untuk pinjaman besar demi membantu modal usaha <em>yah</em> pasti ada <em>lah!</em>”</p>
<p> Dewi mengaku pertama kali diperkenalkan kepada CU Mandiri oleh sang tetangga, Parasian Nainggolan yang merupakan salah seorang Petugas Microfinance di Kantor Pelayanan VII Tebing Tinggi.</p>
<p>”Awalnya <em>sih </em> saya paksa masuk jadi anggota, soalnya saya yakin suatu saat usaha mereka pasti bisa semakin berkembang dengan dampingan modal dari CU,” ujar Parasian menimpali.</p>
<p>Dewi juga mengaku bahwa pernah suatu kali ia diberitahu oleh sang distributor pakan ternak tempat ia biasa berlangganan di Jl. Harsihab T. Tinggi bahwa harga akan segera naik, jadi sebaiknya hari itu juga ia disarankan untuk membeli pakan, permohonan pinjaman ke CU pun ia layangkan, walau saat itu dana yang bisa dicairkan hanya sebesar Rp. 4 juta, tapi Dewi merasa lumayan tertolong. “Saya yakin suatu saat ada kepentingan besar yang lebih mendesak lagi yang bisa CU Bantu,” ujarnya kepada kami.</p>
<p> HARAPAN UNTUK CU MANDIRI</p>
<p>             Harapan keluarga Dewi br. Damanik dan Surya Darma Aruan ini tak jauh beda dengan harapan anggota-anggota CU Mandiri yang lain, bisa sukses bersama dampingan modal dari CU, tapi dalam berbagai fakta di lapangan banyak pengusaha yang ‘<em>mandele’ </em> alias merajuk, saat permohonan pinjamannya ditolak oleh CU. Mengapa? Karena mereka tak menyadari sepenuhnya tahapan-tahapan yang harus mereka lalui sebelum sampai kepada ‘nominal’ yang mereka inginkan.</p>
<p>Mengapa kita tak mencontoh teladan yang dilakoni oleh keluarga tokoh figur mandiri kita kali ini, sabar…lalui tahapan…dan yakini suatu saat ada waktunya peluang usaha yang lebih besar yang menanti pendampingan dari CU!</p>
<p>SUKSES untuk seluruh anggota CU Mandiri!</p>
<p>                                                                        <strong><em>(W.S)</em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong> </p>
<h1>AGENDA KERJA</h1>
<p>  …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….</p>
<p> Berikut kami informasikan Agenda Kerja masing-masing Kantor Pelayanan September 2009<strong>;</strong></p>
<p>A.    Kantor Pelayanan Wilayah I  Penggalangan (Z.Situmorang) Hp. 0813-6170-7987</p>
<p> Pendidikan Anggota Baru dan pertemuan lainnya ditentukan oleh masing-masing Komisaris bersama dengan Manager Cabang.</p>
<p> B.     Kantor Pelayanan Wilayah II Sei Deras (Ramses Sianipar) Hp. 0812-6483-8517</p>
<p>Pendidikan Anggota Baru dan pertemuan lainnya ditentukan oleh masing-masing Komisaris bersama dengan Manager Cabang.</p>
<p> C.    Kantor Pelayanan Wilayah III Sei Rampah (Tiarma Nainggolan) Hp. 0813-6122-5612</p>
<p>Pendidikan Anggota Baru dan pertemuan lainnya ditentukan oleh masing-masing Komisaris bersama dengan Manager Cabang.</p>
<p> D.    Kantor Pelayanan Wilayah IV Dolok Masihul (Florentina Br.Nainggolan) Hp. 0813-9601-6299</p>
<p> Pendidikan Anggota Baru dan pertemuan lainnya ditentukan oleh masing-masing Komisaris bersama dengan Manager Cabang.</p>
<p> E.     Kantor Pelayanan Wilayah V Sambosar Raya (Beatus B.T.Sinaga) Hp.0813-9790-2288</p>
<p>        07 Sept 2009               Pendidikan Anggota Baru</p>
<p>        14 Sept 2009               Pendidikan Anggota Baru</p>
<p>        21 Sept 2009               Pendidikan Anggota Baru</p>
<p>        28 Sept 2009               Pendidikan Anggota Baru</p>
<p> F.     Kantor Pelayanan Wilayah VI Medan (Hieronimus Jolong) Hp.0813-9632-6433</p>
<p>12 Sept 2009               Rapat Evaluasi Bulanan</p>
<p>19 Sept 2009               Pendidikan Anggota Baru</p>
<p> G.    Kantor Pelayanan Wilayah VII Tebing Tinggi (Ency R. Situmorang) Hp.0812-632-7995</p>
<p>Pendidikan Anggota Baru dan pertemuan lainnya ditentukan oleh masing-masing Komisaris bersama dengan Manager Cabang.</p>
<p> H.    Kantor Pelayanan Wilayah VIII Balam<strong> </strong>(Kardianto Simarmata) Hp. 0812-635-1242</p>
<p>        05 Sept 2009               Pendidikan Anggota Baru</p>
<p>        26 Sept 2009               Pendidikan Anggota Baru</p>
<p> I.     Kantor Pelayanan Wilayah IX <strong>L. </strong>Pakam<strong> </strong>(Maruli Tua Situmorang) Hp. 0813-6129-1973</p>
<p>Pendidikan Anggota Baru dan pertemuan lainnya ditentukan oleh masing-masing Komisaris bersama dengan Manager Cabang</p>
<h2> MANDIRIA</h2>
<p><strong>Ciri-ciri kematian Noordin M Top berdasarkan primbon (ramalan), </strong></p>
<p><strong>nama sebenarnya harusnya mati di atap rumah.</strong><strong>kandang kambing </strong><strong>= Noordin </strong><strong>M beeeekkkk</strong><strong>,<br />
2. </strong><strong>Kalau mati di kolam = Noordin M Pang,<br />
3. Kalo mati di Clubbing = Noordin M Club,<br />
4. Kalo mati di kamar mandi = Noordin M beeeerrrr&#8230;</strong></p>
<p>Berikut ini adalah nama-nama Noordin berdasarkan primbonnya :</p>
<p>1. Kalau mati di</p>
<p><strong></strong></p>
<h1>SELAYANG PANDANG</h1>
<p> </p>
<p><strong><em>CU MANDIRI PONSEL</em></strong></p>
<p><em>Despian </em>(<strong>NBA: 22454</strong>) <em>begitu ia disapa. Pria kelahiran Bangko Jaya, Balam,  27 Desember, 23 tahun yang lalu tersebut masih sangat muda belia, namun berbagai pengalaman hidup telah ia kecap. Hampir putus sekolah ketika ditinggal sang ayah yang pergi menghadap Sang Khalik ketika  duduk di bangku SD tak memudarkan semangatnya. Bekerja untuk bisa meneruskan sekolah, itu tekadnya. Tekad itu pula yang membawanya sampai ke Kisaran untuk menuntut ilmu di salah satu sekolah STM di sana sambil melakoni beberapa pekerjaan demi membiayai pendidikannya. Kini ia telah membuka sebuah usaha ponsel yang ia beri nama CU Mandiri, “Agar saya bisa tetap mandiri seperti nama CU Mandiri  yang telah banyak membantu saya,” ujarnya. Berikut </em><em>penggalan kisah suksesnya…</em></p>
<p>Sejak kecil Despian bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses dan hidup mandiri.</p>
<p>Itu sebabnya ia tak pernah mengenal lelah untuk bekerja, ‘<em>nderes, memanen buah sawit, ‘ndodos, membuka lahan, dll, </em> “Yang penting saya bisa terus sekolah dan tidak menyusahkan orang tua,” ujarnya pada Tim Idaman. Terbukti usahanya tak sia-sia, berkat rajin menabung ditambah bantuan modal usaha dari CU Mandiri, sekarang ia telah memiliki sebuah <em>kios ponsel </em>dan<em> rental playstation</em> yang diberi nama CU Mandiri. “Keinginan saya untuk punya usaha sendiri bisa terwujud berkat CU Mandiri, jadi nama itu saya rasa pantas saya beri pada kios ponsel saya, biar mandiri seperti namanya…” ujar pria yang juga sempat mengajar mata pelajaran olah raga di SD tempat ia pernah mengenyam pendidikan dulu.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Setelah memiliki <em>kios ponsel </em> Despian juga berharap  kelak ia dapat membuka toko pakaian yang akan diurus oleh sang istri, “Saya ‘kan tidak mungkin hidup sendiri terus,” ujarnya. Ada yang berminat?  <strong><em>(LS &amp; WS)</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cumandiri.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cumandiri.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cumandiri.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cumandiri.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cumandiri.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cumandiri.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cumandiri.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cumandiri.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cumandiri.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cumandiri.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cumandiri.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cumandiri.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cumandiri.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cumandiri.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=120&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cumandiri.wordpress.com/2009/09/15/idaman-agustus-09/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0861630e37cb77d98ba16215a9d66476?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cumandiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Idaman Februari 2009</title>
		<link>http://cumandiri.wordpress.com/2008/11/27/idaman-februari-2009/</link>
		<comments>http://cumandiri.wordpress.com/2008/11/27/idaman-februari-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 10:01:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cumandiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cumandiri.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Idaman Edisi Februari 2009 SERAMBI Saya Anggota CU yang Baik…      Apakah kalimat tersebut sudah pantas kita ucapkan?    Sama halnya dengn kalimat yang pernah diucapkan oleh salah seorang Presiden Amerika Serikat,       “Jangan tanya apa yang telah diberikan negara kepadamu, tapi tanyalah apa yang telah kau berikan untuk negaramu!”    Apakah Anda telah memenuhi kewajiban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=39&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Idaman Edisi Februari 2009</h1>
<h2><span style="color:#ff00ff;">SERAMBI</span></h2>
<h2><span style="color:#ff00ff;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Saya Anggota CU yang Baik…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;"><span>   </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>  </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Apakah kalimat tersebut sudah pantas kita ucapkan? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"><span>   </span>Sama halnya dengn kalimat yang pernah diucapkan oleh salah seorang Presiden Amerika Serikat, <span>      </span><em>“Jangan tanya apa yang telah diberikan negara kepadamu, tapi tanyalah apa yang telah kau berikan untuk negaramu!”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span>  </span></span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span> </span>Apakah Anda telah memenuhi kewajiban Anda ke CU sebelum Anda menuntut apa yang menjadi hak Anda? Jawabannya ada pada diri Anda sendiri! </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"><span>   </span>Jangan tanya apa yang telah CU berikan pada Anda, tapi tanya apa yang telah Anda berikan buat CU. Bukankah CU merupakan sebuah wadah tempat berkumpulnya orang-orang yang saling percaya untuk menanamkan uangnya sebagai modal untuk kepentingan bersama? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"><span>    </span>Sebagai anggota, kita tentu tidak boleh egois, tidak boleh hanya mementingkan kepentingan pribadi, sebab masih banyak anggota lain yang mungkin kebutuhannya lebih mendesak untuk didahulukan oleh CU.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span>   </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Lantas, harus bagaimana untuk dapat dikatakan sebagai <em>anggota yang baik? </em><span> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jawabannya ada di rubrik Warta Utama edisi kali ini. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;">Selamat membaca!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;"><span>              </span>Redaksi</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<h1 class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#ff00ff;">WARTA UTAMA</span></span></h1>
<h1 class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;">ANGGOTA KOPERASI </h1>
<div></div>
<div><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"></span></div>
<div><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#ff00ff;"></span></span></div>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">ANGGOTA KOPERASI adalah orang-orang / badan hukum koperasi yang mempunyai kepentingan ekonomi yang sama sebagai pemilik dan sekaligus pengguna jasa, berpartisipasi aktif untuk mengembangkan usaha koperasi dan syarat-syarat lain yang ditentukan dalam Anggaran Dasar Koperasi serta terdaftar dalam buku daftar anggota.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em></em></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></span></span></p>
<div></div>
<div><span style="font-family:&quot;"></span></div>
<p><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><em> </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Anggota koperasi memiliki peran ganda, sebagai pemilik sekaligus pengguna pelayanan koperasi. Sebagai pemilik, anggota berpartisipasi dalam memodali, mengambil keputusan, mengawasi dan menanggung resiko. Sebagai pengguna, anggota berpartisipasi dalam memanfaatkan pelayanan koperasi. Sebagai pemilik dan pengguna, anggota memiliki kewajiban dan hak koperasinya. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan dan bila dilanggar, maka akan dikenakan sanksi. Aturan tentang sanksi ini diatur dan tercantum dalam Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), atau Peraturan Khusus Koperasi. Sedangkan hak adalah sesuatu yang seharusnya diperoleh. Bila hak ini tidak terpenuhi, maka yang bersangkutan dapat menuntut. Tetapi, bila hak tersebut tidak digunakan, maka tidak ada sanksi untuk itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">            </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Siapa yang Dapat Menjadi Anggota Koperasi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:5pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Yang dapat menjadi anggota koperasi adalah setiap warga negara Indonesia yang :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Mampu melakukan tindakan hukum</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menerima landasan idiil, asas dan sendi dasar koperasi</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sanggup dan bersedia melakukan kewajiban dan hak sebagai anggota sebagaimana tercantum dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku yakni AD dan ART serta peraturan koperasi yang lain.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Keanggotaan  Dalam Koperasi Secara Umum</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:5pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Ada</span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> 4 jenis keanggotaan koperasi secara umum, yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">1.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Anggota penuh</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Anggota penuh adalah anggota koperasi yang mempunyai hak suara, artinya telah memenuhi syarat-syarat keanggotaan sesuai yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku dan telah membubuhkan tanda tangannya dalam buku daftar anggota.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">2.<span style="font:7pt &quot;">      </span></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Calon Anggota</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-50.4pt;text-align:justify;margin:0 0 0 50.4pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">            a.  Orang-orang yang belum atau telah melunasi pembayaran simpanan pokok, secara formal belum sepenuhnya melengkapi persyaratan administrasi sebagaimana ditentukan dalam AD, sehingga belum bisa diterima sebagai anggota penuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-13.05pt;text-align:justify;margin:0 0 0 49.05pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">b.  Calon anggota mempunyai kewajiban untuk membayar simpanan wajib sesuai ketentuan yang diputuskan rapat anggota, berpartisipasi dalam kegiatan usaha koperasi, mentaati ketentuan AD dan ART serta keputusan rapat anggota  dan ketentuan lain yang berlaku, memelihara nama baik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 49.05pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">dan kebersamaan dalam koperasi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">c.  Ketentuan mengenai calon anggota harus diatur dalam ART koperasi.</span></p>
<p> </p>
<div></div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">3.   Anggota yang dilayani</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">      Warga masyarakat yang mendapat pelayanan secara teratur dari koperasi dan potensial menjadi anggota koperasi, namun belum mengajukan permohonan menjadi anggota koperasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:5pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">4.   Anggota Luar Biasa</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">a.   Seseorang dapat menjadi anggota luar biasa dari suatu koperasi bilamana yang bersangkutan adalah warga negara yang mampu melakukan tindakan hukum tetapi belum sepenuhnya dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam AD koperasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">b.   Anggota luar biasa mempunyai hak berbicara tetapi tidak mempunyai hak memilih dan dipilih untuk menjadi pengurus dan pengawas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">c.    Anggota luar biasa berhak atas Sisa Hasil Usaha (SHU) sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">d.   Ketentuan mengenai anggota luar biasa harus dicantumkan dalam AD dan ART koperasi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-12.15pt;text-align:justify;margin:0 0 0 48.15pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-48.15pt;text-align:center;margin:0 0 0 48.15pt;" align="center"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-48.15pt;text-align:center;margin:0 0 0 48.15pt;" align="center"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">ANGGOTA LUAR BIASA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-12.15pt;text-align:justify;margin:0 0 0 48.15pt;"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 13.7pt 0 18pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Di kalangan CU, Anggota Luar Biasa kebanyakan adalah anak-anak. Umumnya berumur di bawah 16 tahun atau secara ekonomis masih menjadi tanggungan orang tua sepenuhnya. Mengapa CU mau menerima anak-anak sebagai anggota luar biasa? Apa yang diharapkan dari mereka? Karena anak-anak adalah ‘pewaris masa depan’. Jika sejak dini seorang anak dikenalkan dengan nilai-nilai kerja sama, saling percaya, swadaya, disiplin, demokrasi, percaya diri, rela berbagi, maka dapat diharapkan kelak ia akan menjadi warga masyarakat dan insan koperasi sejati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 13.7pt 0 18pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 13.7pt 0 18pt;"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">                                          Berikut sebuah ilustrasi:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 13.7pt 0 18pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 13.7pt 0 144pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">“Sejak lahir, Poltak, anak kami, sudah kami masukkan sebagai anggota luar biasa di CU Mandiri. Kami menabungkan Rp. 1.000.000,- baginya sebagai dana awal. Lalu tiap bulan kami tambahkan Rp. 30.000,-. Kami berharap, ketika beranjak dewasa, Poltak sudah sudah punya modal dasar yang cukup untuk hidup mandiri.” Begitu ‘mimpi’ Pak Togar dan Bu Tiur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 13.7pt 0 144pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">“Dari mana uang 1 juta itu, Bu Tiur? Jual kambing yah?” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 13.7pt 0 18pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">                                          “Bukan hasil jual kambing. Kami meminjam dari CU.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 13.7pt 0 18pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">                                          </span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">“Ibu meminjam untuk ditabungkan bagi anak?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 13.7pt 0 144pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">“Iya. Kami percaya itu akan menguntungkan. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Demi masa depan Poltak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Keanggotaan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">dalam Kopdit “CU Mandiri”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 157.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 157.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dalam Koperasi Kredit “CU Mandiri” mengenal 3 jenis keanggotaan:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Anggota biasa</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 157.7pt 0 36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Yakni anggota yang telah dianggap  dewasa dan memiliki saham di CU Mandiri</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Anggota luar biasa</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 157.7pt 0 36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Yakni anggota yang dianggap belum dewasa, atau masih berada dalam tanggungan orang tua, berusia antara </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 157.7pt 0 36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="IT">0 – 17 tahun dan memiliki saham di CU Mandiri.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Anggota microfinance</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Yakni anggota yang diperuntukkan bagi pengusaha kecil yang diberi kemudahan untuk meminjam terlebih dahulu. Penagihan sistem dijemput, namun setelah 6 bulan keanggotaan mereka akan menjadi anggota biasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Syarat Menjadi Anggota Koperasi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:6pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Untuk menjadi anggota koperasi seseorang harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">1.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Warga Negara Indonesia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">2.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Mampu melakukan tindakan hukum (dewasa dan tidak berada di bawah perwalian)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="ES">3.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="ES">Menerima landasan idiil dan prinsip-prinsip koperasi (pasal 2 dan 5 UU No.25 tahun 1992)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="ES">4.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="ES">Sanggup dan bersedia melakukan kewajiban dan hak sebagai anggota.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">5.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Keanggotaan koperasi tidak bisa dipindah tangankan kepada pihak lain dalam atau dengan cara apapun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">6.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Keanggotaan koperasi dapat diperoleh atau diakhiri setelah syarat-syarat dalam AD dipenuhi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">7.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Mempunyai kepentingan ekonomi yang sama dalam lingkup usaha koperasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">8.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Telah melunasi simpanan pokok.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:8pt;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Apa yang Anda rasakan, apa yang Anda pikirkan, </strong></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:8pt;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>dan apa yang Anda kerjakan, utuhkanlah dengan DOA (Mario Teguh, The Golden Ways)</strong></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:8pt;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong></span></span></em></p>
<p> </p>
<div></div>
<div><span style="font-size:8pt;" lang="SV"></span></div>
<p><span style="font-size:8pt;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:5pt;font-family:&quot;"><strong><em> </em></strong></span></p>
<h1 class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Kapan Keanggotaan Koperasi Berakhir?</span></span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:5pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Keanggotaan seseorang dalam koperasi akan berakhir bilamana anggota yang </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">bersangkutan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">1.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Minta berhenti atas permintaan sendiri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">2.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Diberhentikan karena melanggar AD/ART</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">3.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Meninggal dunia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Hak dan Kewajiban Anggota Koperasi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:5pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Anggota koperasi memiliki peran ganda yaitu sebagai pemilik sekaligus pengguna pelayanan koperasi. Karena itu, yang menjadi hak anggota koperasi adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">1.   Menghadiri, menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam Rapat Anggota (RA).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">2.  Memilih pengurus dan pengawas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">3.  Dipilih sebagai pengurus dan pengawas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">4.  Meminta diadakannya Rapat Anggota.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">5.   Mengemukakan pendapat kepada pengurus di luar Rapat Anggota, baik diminta atau tidak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">6.   Memanfaatkan pelayanan koperasi dan mendapatkan pelayanan yang sama dengan anggota lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">7.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan koperasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">8.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Menyetujui dan/atau mengubah AD, ART serta ketetapan lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pelaksanaan kewajiban dan hak secara rinci diatur dalam AD, ART atau peraturan khusus lainnya. Dan yang menjadi kewajiban anggota koperasi adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 225pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 225pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">1.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Mematuhi AD, ART serta keputusan yang telah ditetapkan dalam RA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 225pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">2.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menandatangani perjanjian kontrak kebutuhan sehingga anggota benar-benar sebagai pasar tetap potensial bagi koperasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 225pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">3.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menjadi pelanggan tetap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 225pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">4.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Memodali koperasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 225pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">5.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Mengembangkan dan memelihara kebersamaan atas dasar kekeluargaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 225pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">6.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="FI">Menjaga kerahasiaan perusahaan dan organisasi koperasi kepada pihak luar.</span></p>
<p> </p>
<div></div>
<div><span style="font-size:8pt;" lang="SV"></span></div>
<p><span style="font-size:8pt;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dari sajian di atas, mungkin muncul dalam benak kita, betapa repotnya masuk menjadi anggota koperasi/CU. Jawabnya mungkin benar, mungkin juga tidak. Soalnya, kalau dihitung-hitung, sudah berapa banyak anggota yang menyatakan bahagia menjadi anggota CU? Karena itu pula, dalam perjalanan mengembangkan pelayanan, CU Mandiri tetap berdiri atas 3 azas. Pendidikan, Swadaya, dan Solidaritas. Long life education, membuktikan tahun 2008 Kopdit “CU MANDIRI” menempatkan dirinya ranking ke-29 dari 100 koperasi terbesar di Indonesia dan menjadi ranking 1 (satu) di Sumatera Utara. Masih ragukah kita menjadi anggota? Sampaikan pendapat Anda sebagai ujud hak menjadi anggota, dan jangan lupa, tunaikan pula kewajiban Anda sebagai anggota.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;">“Salam Sukses dan Bahagia.” (WS &amp; LS)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 144pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;" lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 13.7pt 0 144pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Panitia Kredit mengeluh : “Sulit menghadapi para anggota calon peminjam yang suka memaksakan kehendaknya. Permohonan mereka harus dikabulkan secepatnya. Sering kali disertai ancaman akan keluar dari CU apabila permohonan pinjamannya ditolak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 13.7pt 0 18pt;"><span style="font-size:5pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 13.7pt 0 18pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Mengapa ada anggota yang demikian? Mungkin karena kesadaran dan pemahamannya tentang peran (hak dan tanggung jawab) sebagai anggota belum lengkap. Setiap anggota CU perlu memahami pergantian peran yang dituntut darinya. Ketika datang ke CU untuk menabung, ia adalah pemilik usaha. Ia datang untuk membeli saham. Para Pengurus dan Pegawai adalah pelayannya. Sebagai pemilik, ia patut menuntut pelayanan sebaik-baiknya. Ingat pepatah dalam pelayanan toko: “Pembeli adalah raja”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 13.7pt 0 18pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Di lain kesempatan, ketika datang untuk meminjam, seorang anggota bukan lagi sebagai pemilik usaha. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Ia kini seorang calon nasabah. Pemilik usaha CU dalam proses peminjaman adalah Pengurus (diwakili oleh Panitia Kredit). Maka calon nasabah pemohon pinjaman tidak lagi berhak memaksakan kehendak agar permohonannya dikabulkan sesuai kemauannya sendiri. Seandainya Panitia Kredit selaku pemilik modal tidak bersedia memberikan pinjaman, maka pemohon hendaknya menerima dengan senang hati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 238.7pt 0 18pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">“Gantian donk . Sekali jadi orang yang dilayani, lain waktu menjadi orang yang melayani.” Pergantian peran antara anggota dengan Pengurus seperti itu mewujudkan azas demokrasi ekonomi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">            </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">                                                                                               </p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;"></span></span></span></p>
<div><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;"></span></span></span></div>
<div><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:&quot;"></span></span></span></span></div>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"></span></span></span></span></span></p>
<p></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;margin:0 0 0 18pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;margin:0 0 0 18pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;margin:0 0 0 18pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;" lang="IN"><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<div></div>
<div><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></div>
<div><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></span></span></div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"></p>
<h1 class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span style="color:#ff00ff;">SEJENAK BIJAK</span></span><span style="font-size:8pt;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">            </span></span></span></h1>
<div><span style="font-size:8pt;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="font-family:Book Antiqua;"><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></span></span></span></div>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></span></span></p>
<div><span style="font-size:8pt;"><span style="color:#ff00ff;"></span></span></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"><span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:7pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:7pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:7pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:7pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0 -.7pt 0 0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:130%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;"><span>                     </span>ANGGOTA KREDIT UNION</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0 -.7pt 0 0;" align="center"><span style="font-size:8pt;line-height:130%;"><span style="color:#000000;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0 -.7pt 0 0;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;">Orang yang hanya ingin memperoleh bantuan, tidak layak menjadi anggota CU. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0 -.7pt 0 0;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;">Orang seperti itu sebaiknya mohon ke Departemen Sosial untuk “dipelihara oleh negara.” Orang yang hanya ingin menyumbang atau memberikan bantuan, juga tidak layak menjadi anggota CU. Orang seperti itu sebaiknya menyerahkan sumbangannya ke panti sosial. Jadi orang seperti apa yang layak menjadi anggota CU?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0 -.7pt 0 0;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;">Orang yang layak menjadi anggota CU adalah orang yang bersedia dan berkemauan keras untuk bekerjasama saling tolong-menolong. “Engkau susah, saya bantu. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0 -.7pt 0 0;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;">Saya susah, engkau bantu.” Dan itu tidak sama dengan:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0 -.7pt 0 0;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;">“Saya susah, engkau bantu. Engkau susah, saya bantu.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0 -.7pt 0 0;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV"><span style="color:#000000;">Mengapa tidak sama? Bandingkan dulu dengan:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0 -.7pt 0 0;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV"><span style="color:#000000;">“Berilah, maka engkau akan menerima.” Bukan sebaliknya:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0 -.7pt 0 0;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;">“Terimalah, maka engkau akan memberi.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0 -.7pt 0 0;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;">Maka: “Tolonglah sesama terlebih dahulu, dan kelak engkau juga akan ditolong bila engkau memerlukannya.” Di CU anda menabung terlebih dahulu, setelah itu anda dapat mohon untuk memperoleh pinjaman. Pada banyak koperasi simpan pinjam, para anggota malas menyimpan. Mereka lebih suka meminjam, lalu kemudian membayar atau tidak membayar. Artinya, itu bukan koperasi simpan-pinjam, melainkan “koperasi pinjam bayar atau pinjam tak bayar.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0 -.7pt 0 0;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 -.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;"><span>                </span><em>Bagaimana dengan Anda?<span>                    </span></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:130%;margin:0 -.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Sudah pantaskah Anda disebut sebagai “anggota CU Mandiri”?</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:130%;margin:0 -.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Mari kita saling merefleksi diri kita masing-masing.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:130%;margin:0 -.7pt 0 0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:&quot;"><span>                                                                                                                </span></span><em><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:&quot;">(W.S)</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0 -.25pt 0 0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;color:#000000;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:7pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"> </span></span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<div></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"></span></div>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;"><span style="font-family:Book Antiqua;"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:'Book Antiqua';"><span style="color:#000000;">  </span></span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></span></p>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;"> </p>
<p></span></p>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;"> </p>
<p></span></p>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;"> </p>
<p></span></p>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;"> </p>
<p></span></p>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;"> </p>
<p></span></p>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;"> </p>
<p></span></p>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;"> </p>
<p></span></p>
<h2 class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#ff00ff;">WARNA-WARNI  </span></h2>
<h2 class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"> </h2>
<div class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;"></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;">
<h3 class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"></h3>
</div>
<h3 class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000000;"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 -.7pt 0 180pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;"><span>     </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 -.7pt 0 207pt;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">PERPISAHAN JUMAT <span> </span>SIANG</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 -.7pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"><span>                                                </span><span>                    </span><span>  </span></span></span><em><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:&quot;">Tebing Tinggi</span></em><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:&quot;">, Idaman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 -.7pt 0 207pt;"><span style="font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">   </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Setelah ± 1 bulan mengadakan praktek kerja atau magang di kantor pusat Tebing Tinggi, Jumat, 30 Januari 2009 yang lalu Suster Theodosia dari KYM Siantar mengadakan perpisahan dengan segenap staf dan karyawan kantor pusat Tebing Tinggi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 -.7pt 0 207pt;"><em><span style="font-size:3pt;line-height:130%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 -.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV">“Setelah hampir sebulan saya berada di sini untuk belajar tentang CU, saya merasa semakin dikuatkan. Merasakan penerimaan yang begitu ramah dari teman-teman sekalian atas kehadiran saya. Saya berharap ilmu yang saya dapatkan dari CU Mandiri dapat saya gunakan sebagai bekal saya di CU tempat saya bekerja kelak,” ujarnya sungguh-sungguh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 -.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV"><span>            </span>Dalam kesempatan tersebut, GM. H. Sitanggang juga turut menyampaikan pesannya kepada Suster Theodosia, “Semoga bisa bekerja dengan baik di CU yang akan ditempatkan,” ungkapnya singkat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 -.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV">“Semua kita yang ada di sini masih sama-sama belajar, jadi apa-apa yang baik ceritakanlah pada orang di luar sana, tetapi apa-apa yang jelek, ceritakanlah pada kami,” Leo Semba, Manager SDM/SPI &amp; Umum menimpali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV">Acara perpisahan kemudian ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari Suster Theodosia kepada GM. H. Sitanggang yang selama ini berperan sebagai pembimbing beliau, sembari mencicipi beberapa hidangan yang sengaja dibawa oleh suster untuk dinikmati bersama. <span>  </span></span><em><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">(W.S)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span>                                    </span></span></p>
<div></div>
<div><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"></span></div>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 0;"><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">APAPUN PARTAINYA, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">ORANGNYA….. TETAP ANGGOTA CU MANDIRI!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:5pt;line-height:130%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span>            </span>PEMILU sudah di depan mata, dan sebagai warga Indonesia yang baik, sudah sepatutnya kita memberikan suara, turut berperan dalam menentukan masa depan negara kita tercinta ini, caranya: pilih sosok yang menurut anda memang benar-benar pantas untuk menjadi pemimpin, mewakili aspirasi anda dan seluruh masyarakat di kursi pemerintahan. Berikut ada beberapa pilihan nama Caleg (Calon Legislatif) yang merupakan anggota Kopdit “CU MANDIRI”:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 81pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span> </span><span>        </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">PARLINDUNGAN PURBA, SH. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">MM. (NBA: 12680)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Calon anggota DPD/MPR- RI </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">daerah pemilihan Sumatera <span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Utara dengan No. urut 22</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 148.7pt 0 30.1pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">BUDIMAN SINAGA, SH.<span>  </span>(NBA : 1839)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 148.7pt 0 30.1pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Caleg dengan No. urut 4 dari Partai Demokrat untuk DAPEM V, Kab. Simalungun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 148.7pt 0 32.2pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">JUDIT SINAGA (NBA:2256)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 148.7pt 0 32.2pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Caleg dengan No. urut 1 dari Partai PDS untuk DAPEM V, Kec. Dolok Masihul, Sipispis, Kotarih, Bintang Bayu, Sorba Jadi, Silindak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="ES">DARWIN MANALU </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="ES">(NBA: 803)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="ES">Caleg dengan No. urut 1 dari </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="ES">Partai Karya Perjuangan untuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="ES">DAPEM III, T. Beringin, Rampah,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="ES">Bamban.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 -.7pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">dr. ERNAWATY TAMBA </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 193.7pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">(NBA : 21688)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 193.7pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Caleg dengan No. urut 3 dari Partai PDS daerah pemilihan SUMUT I </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 193.7pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV">( Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 194.15pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV">JOHAN SITUMORANG </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 194.15pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV">(NBA : 1232)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 194.15pt 0 31.05pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV">Caleg dengan No. urut 1 dari Partai PPRN untuk DAPEM IV, Kec. Bandar Kalifah, <span>  </span>Kec.Tebing Syahbandar, Kec. </span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Tebing Tinggi, dan Kec. Dolok Merawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:5pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 193.7pt 0 27pt;"><span style="font-size:5pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 193.7pt 0 27pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">MAULINA SIMAREMARE<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 193.7pt 0 27pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">(NBA : 5429)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 193.7pt 0 27pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Caleg dengan No. urut 6 dari Partai PDS untuk DAPEM IV, Kec. Bandar Kalifah, Kec.Tebing Syahbandar, Kec. Tebing Tinggi, dan Kec. Dolok Merawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 193.7pt 0 27pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 193.7pt 0 27pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">R.A. HINSA TOBING</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 193.7pt 0 27pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">(NBA: 14145)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 193.7pt 0 27pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Caleg DPRD Prov. SUMUT No. urut 2 untuk DAPEM II Kabupaten Deli Serdang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 193.7pt 0 27pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 193.7pt 0 27pt;"><span style="font-size:5pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Beberapa nama anggota CU MANDIRI yang telah terdaftar sebagai anggota legislatif pada PEMILU bulan April mendatang telah kami hadirkan, sekarang pilihan ada pada Anda, siapapun yang menjadi pilihan Anda, mari sama-sama berharap yang terbaik ada di tangannya kelak!<span>         </span></span><em><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:&quot;" lang="SV">(W.S)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV">Pra RAT di Balam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><em><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV">Setapal Balam Km.22,</span></em><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV"> Idaman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 166.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV">“Bila kita saling percaya, dan bekerja sama…”</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="SV"> Siang itu, dalam mobil Captiva tumpangan kami sempat beberapa kali Mars CU coba dinyanyikan bersama oleh beberapa komisaris, Pengurus, dan karyawan CU Mandiri. </span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Pra RAT perdana pada Minggu, 15 Februari di Balam wilayah Setapal itu dipimpin langsung oleh Ketua Kopdit “CU MANDIRI” B.Rajagukguk. Lagu itu pula yang agaknya menyemangati kami di musim kemarau dalam perjalanan yang penuh lubang dan berdebu menuju desa Setapal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Diakhir perjalanan lebih kurang 15 Km dari Km 22 kebun sawit itu, puluhan anggota CU MANDIRI menyambut kami dengan gembira.</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">               </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:5pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span>            </span>Semangat persaudaraan dalam pertemuan ini pun sangatlah membanggakan. Sebab, anggota yang terdiri dari penganut agama berbeda, Islam, Protestan dan Katolik duduk bersama dalam satu Rumah Tuhan, gereja GKPS Cinta Damai Setapal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Dari Sambutan salahsatu anggota, R.Simarmata mengatakan bahwa mereka sangatlah menyambut baik jalinan kerjasama dalam satu wadah CU Mandiri ini. </span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;" lang="FI">“Terima kasih kepada panitia, kami sangat menyambut baik pertemuan ini. Namun, sebagai anggota, kami juga tentu ingin lebih mengenal sejarah CU Mandiri kita ini. Soalnya, janganlah hanya namanya saja mandiri, tetapi nanti kami tidak bisa mandiri,” ujar Simarmata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Atas masukan ini, B.Rajagukguk mewakili Pengurus sebelum memberi penjelasan Laporan Pertanggungjawaban didahului dengan sejarah berdirinya CU Mandiri. Pertemuan gembira ini pun ditutup dengan pemberian Pemenang Penyimpan dan Peminjam Terbaik sekaligus kesaksian mereka akan senangnya menjadi anggota CU Mandiri. <em>Memang, janganlah hanya namanya Mandiri ya?! Anggotanya pun mestilah mandiri. </em></span><em><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">(LS)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Pra RAT di Sei Martebing</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Sei Martebing, </span></em><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">28 Februari 2009</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span>                </span><em>“</em></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">CU Mandiri beri keringanan dong…”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Tawa renyah sempat berulang kali terdengar dari rombongan karyawan kantor pusat saat berkendara menuju daerah Sei Martebing guna menghadiri PRA RAT yang akan diadakan di sana, maklum jalanan yang bergelombang membuat kami seperti berkendara di atas kuda, bukan di atas sepeda motor <em>ha..ha..ha..</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Setibanya di Gereja Katolik Santa Maria Stasi Sei Martebing, kami agak sedikit kecewa, sebab belum terlihat seorang anggota pun yang hadir, sementara jadwal yang tertulis pada undangan sudah kurang dari 10 menit lagi. Tapi kekecewaan tersebut ternyata tidak berlangsung lama, seiring berjalannya waktu, para anggota semakin lama semakin memenuhi gedung Gereja tempat berlangsungnya PRA RAT.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:5pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Semangat para anggota Sei Martebing kala itu ternyata tak kalah dengan panasnya matahari yang bersinar dengan terik di luar gedung. Salah satu di antara para anggota yang hadir, Nimrot Hutagaol (NBA 12743) banyak memberikan saran dan masukan buat CU Mandiri, di antaranya mengenai pemberian keringanan persyaratan pinjaman. “Saat meminjam ke kantor pusat, sering kali kami harus bolak-balik hanya untuk melengkapi persyaratan yang kurang, padahal untuk ongkos saja udah habis berapa banyak, dan untuk pinjaman senilai 5 juta, apa memang harus memakai agunan? Tolonglah diberi sedikit keringanan…” begitu ujarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Menanggapi hal tersebut, Lusiana Tamba, selaku bagian penanganan permohonan pinjaman anggota di kantor pusat Tebing Tinggi menjawab bahwa semuanya telah diatur dalam pola kebijakan yang tertuang di dalam AD/ART, sedang untuk kelengkapan persyaratan pinjaman kadang kala adalah merupakan kesalahan dari anggota sendiri yang lalai dalam melengkapi berbagai persyaratan permohonan pinjamannya, “Jadi bukan dipersulit untuk meminjam, kalau semua persyaratan yang ada telah lengkap, pasti langsung kami layani dengan baik,” tuturnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 0 0 135pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 0 0 180pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span>        </span>Di akhir acara, R. Rajagukguk selaku komisaris Sei Martebing menyerahkan bingkisan dari kantor pusat bagi peminjam dan penabung terbaik dari komisariat Sei Martebing. <em>Peminjam terbaik</em> jatuh kepada <em>Suheni Napitupulu</em> (NBA 7870), sedang <em>penabung terbaik</em> jatuh kepada <em>Marlon Gultom (NBA 10308)</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 0 0 180pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">Sekedar informasi, penabung terbaiknya masih lajang <em>loh</em>, ada yang berminat?<span>         </span></span><em><span style="font-size:9pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">(W.S)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 0 0 153pt;"><span style="font-size:5pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 0;"><span style="color:#ff00ff;">SEKILAS INFO KESEHATAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 0;">DIABETES MELLITUS (KENCING MANIS)</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span></span></span></p>
<p style="line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:&quot;" lang="EN"> </span></p>
<p style="margin-left:45pt;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:&quot;" lang="EN">GEJALANYA:</span><br />
Mudah masuk angin, pusing kepala, ujung jari-jari kesemutan, gampang<br />
kesemutan bagian kaki, nafsu makan bertambah banyak, mata sebentar<br />
kabur sebentar terang (penglihatan kabur), kembung mudah sakit maag,<br />
mudah terkilir atau sakit persendian, beser kencing, air kencingnya<br />
dikerumuni semut, cepat lapar, haus, letih, mengantuk, jantung berdebar<br />
mengipas, telapak kaki dan tangan dingin, tidak tahan udara panas atau<br />
hawa dingin, kalau sudah mulai parah timbul gatal-gatal dan luka, gatal<br />
di daerah kelamin atau lipatan paha, disfungsi ereksi pada pria,<br />
keputihan pada vulva vagina.</p>
<p style="margin-left:45pt;line-height:130%;">RAMUAN PENGOBATAN:<br />
Sambiloto (daun), kumis kucing (daun), mengkudu/pace (buah), tapak dara (daun/batang/akar), jamblang/duwet (kulit batang, daun, daging buah), jati (daun muda), duku (biji), pare (buah), terong-ngor (buah), lidah buaya (daging daun), lamtoro ( biji buah tua), mahoni (biji), daun salam, ciplukan (semua bagian), sambung nyawa (daun), krokot, minyak wijen.</p>
<p style="margin-left:45pt;line-height:130%;">MAKANAN PANTANG:<br />
Kurangi yang manis tapi jangan berhenti total agar tidak terkena sakit<br />
lever. Daging kambing/sapi/ kerbau, udang, kepiting, terasi, jeroan,<br />
lemak, pisang ambon, durian, air kelapa, sirup, lemon, buah manis<br />
seperti mangga, duku, rambutan, klengkeng dan anggur.</p>
<p style="margin-left:45pt;line-height:130%;"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:&quot;" lang="SV"><span>                                                                            </span><span>                          </span></span><em><span style="font-size:8pt;line-height:130%;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">( sumber: www.google.com)</span></span></em><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 184.7pt 0 0;"> </p>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"><span style="font-family:Book Antiqua;"><span style="font-family:Book Antiqua;"><span style="font-family:Book Antiqua;"><span style="color:#000000;"></span> </span></span></span></span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"><span style="font-family:Book Antiqua;"><span style="font-family:Book Antiqua;"><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></span></span></span></div>
<p></span></span></span><span style="font-family:Book Antiqua;"><span style="font-family:Book Antiqua;"><span style="font-family:Book Antiqua;"><span style="font-family:Book Antiqua;"> </p>
<p></span></span></p>
<div></div>
<div><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"></span></div>
<p><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:&quot;"></p>
<h2 class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="color:#ff00ff;">FIGUR MANDIRI</span></h2>
<div></div>
<div><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"></span></div>
<div><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:&quot;"></span></span></div>
<p><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><span style="font-size:8pt;line-height:130%;font-family:&quot;"><span style="font-family:Book Antiqua;"></span></span></span></p>
<div></div>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 202.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 202.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 256.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>       </span><em>Pernah dengar kejadian Lebaran tahun 2006 lalu, beberapa orang tewas saat berlomba menaiki rakit yang akan menyeberangkan mereka di daerah Kuta Baru, Penggalangan? </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 256.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>     </span>Kali ini Tim Idaman menaiki rakit yang sama untuk menghampiri kediaman Bapak Sudiono (NBA 10762) seorang pengrajin anyaman “kalo” yang menjadi sosok Figur Mandiri kita kali ini.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 256.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>     </span><em>Agak sedikit menyeramkan sih, soalnya Tim Idaman nggak ahli dalam hal renang-berenang nih, tapi tak apa, semua tantangan itu justru semakin membuat Tim Idaman yang didampingi oleh Nasron Samosir, salah seorang karyawan Kantor Pelayanan I Penggalangan semakin bersemangat untuk menemui Pak Sudiono, kira-kira berhasil sampai di tujuan nggak yah??</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 256.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span><em> </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:5pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">AWAL MENGENAL CU</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>             </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 256.7pt 0 0;"><span style="font-size:5pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Berangkat dari Sei Buluh sebagai seorang pekerja upahan pada saat musim panen padi tiba atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘ngomben’, Pak Sudiono beserta para rombongannya yang berkisar antara 30-50 orang sampai ke daerah Kuta Baru, Penggalangan. Di sana jugalah ia kemudian bertemu dengan Supiati, wanita yang menjadi istrinya saat ini dan telah memberinya 4 orang anak. Bertarung dengan kehidupan yang kian hari kian sulit, pada tahun 2004 Pak Sudiono memutuskan untuk berhenti <em>ngomben</em> <span> </span>dan mulai menekuni usaha anyaman, “Ilmunya saya dapat dari tetangga sebelah, itu tuh rumahnya….” ujarnya sembari menunjuk sebuah rumah yang tepat berada di belakang rumahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pada tahun 2006 Pak Sudiono bertemu dengan Nasron, salah seorang Petugas Microfinance Penggalangan, berhasil <em>dirayu</em> dan diyakinkan bahwa banyak manfaat yang akan didapat setelah masuk menjadi anggota CU, Pak Sudiono pun akhirnya masuk menjadi salah satu anggota Mikro Kantor Pelayanan I Penggalangan dengan pinjaman awal Rp. 500.000,-. Uang tersebut diakuinya dipergunakan untuk tambahan modal usaha. “Sekarang pinjamannya udah mencapai 6 jt, semua dilalui tahap demi tahap, dan tak pernah menunggak, setiap bulan pasti selalu <em>ngangsur</em> dan bayar bunga,” ujar Nasron menimpali percakapan Tim Idaman dan Pak Sudiono.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0 -.25pt 0 0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span>                                                                    </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">TAK SEKEDAR RAYUAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-203.4pt;margin:0 -.25pt 0 239.4pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>                                                                    </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Setelah masuk CU Pak Sudiono mengaku merasa mendapat banyak keringanan, terutama dalam hal modal usaha, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-203.4pt;margin:0 -.25pt 0 239.4pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span>                                                                    </span>“Tak perlu dikejar-kejar tetangga gara-gara <em>ngutang, </em>cukup <em>minjam </em>ke CU, selain prosesnya tak berbelit-belit, servicenya juga oke, <em>nggak </em>cuma sekedar rayuan manis! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-203.4pt;margin:0 -.25pt 0 239.4pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span>                                                                    </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV">Yang penting kita rajin bayar bunga dan angsuran tiap bulan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-203.4pt;margin:0 -.25pt 0 239.4pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;" lang="SV"><span>                                                                    </span>pasti amanlah dari kejaran petugasnya, ya kan Pak?” ujarnya sambil melirik kepada Nasron yang telah mem-perkenalkannya kepada CU Mandiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 256.7pt 0 0;"> </p>
<div></div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menurut Pak Sudiono, <em>kalo </em><span> </span>yang dihasilkannya bisa dijual sampai kisaran Rp. 20.000 per-buah ke penjual anyaman yang terletak di Jl. Harsihab (belakang bioskop Ria) Tebing Tinggi, “Itu bagi <em>kalo </em>yang sudah dibentuk, kalau yang belum dibentuk lakunya Rp.8000,- per-buah, lumayan <em>lah </em>per hari kami dapat menghasilkan 8 buah <em>kalo</em> mentah (belum dibentuk, <em>red</em>).” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tak hanya menghasilkan <em>kalo, </em>Pak Sudiono juga punya usaha pembuatan batu bata, “Saya mengontrak tanah seluas ½ rante, harganya 2 jt, tanah itulah yang kemudian saya korek setiap harinya untuk dijadikan bahan baku batu bata, nanti setelah kontraknya habis, yang empunya tanah berencana menjadikan lahan tersebut sebagai sawah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dari hasil anyaman dan batu bata yang merupakan usaha keluarga tersebut, Pak Sudiono mengaku mampu menghasilkan ± Rp. 900.000,- setiap bulannya, “Kalau ada rezeki tambahan, kadang juga bisa lebih dari itu, tapi sekarang apa-apa juga susah, harga batu juga turun, cuma Rp. 170,- per buah, mudah-mudahan saya bisa tetap bayar utang <em>yah</em> ke CU <em>he..he..” </em><span> </span>ujarnya sambil tertawa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">HARAPAN KE CU MANDIRI </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:5pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;margin:0 -.25pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Meski belum terlalu lama menjadi anggota, tapi Pak Sudiono berharap dapat terus berkembang bersama dengan CU Mandiri. “Saya berharap kelak bisa membangun rumah dan punya kendaraan sendiri, semoga CU Mandiri bisa terus menyokong usaha saya, jadi semua harapan-harapan saya itu bisa tercapai!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 -.25pt 0 252pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 -.25pt 0 234pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span>     </span>Sedang untuk teman-teman sesama anggota CU, Pak Sudiono berpesan agar sering-sering <em>lah</em> datang ke CU dan menabung, “Jangan malah lari saat ditagih, <em>wong </em>orang CU itu baik-baik <em>koq</em>, itu kalau kita juga rajin dan bersikap baik ama mereka!” pesannya di akhir wawancara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 -.25pt 0 234pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Oke Pak Sudiono, semoga pesan Bapak didengar oleh teman-teman yang lain yah. Sukses terus buat usahanya!<span>                    </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 -.25pt 0 234pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>                                              </span></span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">(W.S)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 -.25pt 0 234pt;"><em></em></p>
<p> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 256.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 256.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 256.7pt 0 0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 256.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 256.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 256.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 256.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 256.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:8pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 202.7pt 0 0;"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 202.7pt 0 0;"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></div>
<div></div>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><em></em></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><em></em></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><em></em></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="font-size:9pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;">KONSULTASI PERTANIAN</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="font-size:9pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><em>Bersama: Ir. J. Sidabukke</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="font-size:9pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"><em><span style="color:#000000;">SAWIT  TREK 8 BULAN (BAG. I)</span></em></span></span></p>
<div></div>
<div><span style="color:#ff00ff;"></span></div>
<p><span style="color:#ff00ff;"><span style="font-size:9pt;line-height:130%;font-family:Tahoma;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-15.3pt;line-height:130%;margin:0 0 0 15.3pt;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">T:<span>   </span>Bagaimana cara merawat tanaman sawit di tanah merah darat supaya</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-23.4pt;line-height:130%;margin:0 0 0 23.4pt;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>      </span><span lang="SV">jangan trek berkepanjangan, kadang mau mencapai delapan bulan tak ada </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-23.4pt;line-height:130%;margin:0 0 0 23.4pt;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span>      </span></span>hasil. Trims, tolong bapak jawab keluhan kami, HORAS!</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 24.3pt;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>    </span>SMS dari K. Simarmata ( 08126151242 ) Balam</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 24.3pt;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>    </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">J:<span>  </span>Pada umumnya tanaman (tidak terkecuali) kelapa sawit mempunyai musim <span> </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>     </span>puncak berbuah, dan akhirnya normal dan bahkan berhenti berbuah </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>     </span>sementara (trek), jadi yang bapak maksud adalah gejala normal. Namun <span> </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>     </span><span lang="SV">yang tidak normal dalam siklus 1 tahun (12 bulan) kalau delapan bulan trek <span>  </span></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>     </span>berarti hanya empat bulan yang berbuah puncak dan normal, berapa rata-</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span>     </span></span>rata <span> </span>produksi per Ha per tahun yang didapat?</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>           </span>Ada kriteria produksi masih minim &#8211; normal atau – maksimal menurut: </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>     </span><span lang="SV">umur tanaman, jenis persilangan / bibit dan kriteria lahan: baik, sedang, atau </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span>     </span></span><span lang="FI">kurang. Tetapi terlampau panjang kita membicarakan itu. </span>Yang pasti </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>     </span><span lang="SV">kesimpulan kami sementara ini dalam berkebun sawit bapak belum merasa </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>     </span>puas atau berhasil </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-4.5pt;line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">karena sebenarnya bukan trek delapan bulan yang menjadi masalah tetapi </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-4.5pt;line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">produksi TBS per Ha per tahun yang tidak mencapai target. </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 15.75pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;">Karena walaupun hanya empat bulan panen kalau tercapainya rata-rata 25 – 30 ton per Ha per tahun (target), kan tidak jadi masalah panen hanya empat bulan atau trek (tidak buah) delapan bulan bukan?</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 15.75pt;"><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 15.75pt;"><span lang="SV"></span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></span></p>
<div><span lang="SV"><span style="font-size:small;"></span></span></div>
<div><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"></span></span></span></div>
<p><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;">Sewaktu membuka sms Pak K.S, saya jadi teringat apa yang ditulis dalam Yeremia 17:8, yaitu:”Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kering, dan YANG TIDAK BERHENTI MENGHASILKAN BUAH.” (tidak ada trek) terus berbuah…!</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;">Apa yang dapat ia simpulkan dari Yeremia 17:8 itu adalah tersedia air pada bulan-bulan kering, sehingga tidak berhenti menghasilkan buah.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;">Dalam ilmu dasar-dasar Fisiologi tanaman diajarkan bahwa supaya tanaman tumbuh dan berkembang (berbuah) dengan baik harus tersedia unsur-unsur kehidupan, yaitu:</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><span>               </span>1. Air</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><span>               </span>2. Oksigen (O<span style="font-size:8pt;line-height:130%;">2)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><span>               </span>3. Karbondioksida (CO<span style="font-size:8pt;line-height:130%;">2</span>)</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><span>               </span>4. Zat Hara (pupuk)</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><span>      </span><span>         </span>5. Cahaya matahari</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;">Dari unsur-unsur kehidupan tersebut, kita patut dan sewajarnyalah bersyukur karena Oksigen (O<span style="font-size:8pt;line-height:130%;">2</span>), karbondioksida (CO<span style="font-size:8pt;line-height:130%;">2</span>), cahaya matahari dan bahkan air dan zat hara sudah tersedia di planet kita ini. Cuma kita harus ingat seruan dunia dan praktek yang telah dilakukan Kopdit tercinta kita CU Mandiri, yaitu: <em>SAVE OUR EARTH</em>, Selamatkan bumi – Selamatkan tanah – dan Selamatkan tanaman (sawit).</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;">Air, oksigen (O<span style="font-size:6pt;line-height:130%;">2</span>), dan unsur hara makro dan mikro yang tersedia di dalam tanah adalah faktor penentu berlangsung optimal atau tidak proses-proses fisiologi tanaman dalam hal bertumbuh dan berkembang.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;">Salah satu faktor terganggu ketersediaannya, misalnya air ataupun hara, maka akan mengganggu keseluruhan proses pertumbuhan dan perkembangan (berbuah).</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 15.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><span>                                                                                       </span><span>          </span><span>                                                                           </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><span>              </span>O<span>2 <span> </span></span>tanah <span style="font-size:6pt;line-height:130%;"> </span>hanya<span style="font-size:6pt;line-height:130%;"> </span><span> </span>ada jika tanah longsor, tanah longsor hanya pada tanah yang dihidupi mikro organisme, seperti: bakteri,cacing, dll.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;">Mikro organisme tanah hidup hanya bila ada bahan organik tanah dan bahan organik tanah pada tanah-tanah mineral sangat miskin, maka sangat penting pertolongan manusia untuk menambahnya dan mengolahnya supaya tercipta kondisi tanah yang ideal untuk lahan pertanian seperti gambar berikut:</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"><span>                                    </span><span>            </span><span>           </span>Idealnya lahan pertanian terdiri dari:</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><span>                             </span>25 % <span>  </span>air</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><span>                             </span>25 %<span>   </span>oksigen</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><span>                             </span>45 %<span>   </span>mineral</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><span> </span><span>                           </span>5<span>  </span>%<span>    </span>bahan organik</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><span>         </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;">Kembali kita ke Yeremia 17:8 tadi bahwa O<span style="font-size:8pt;line-height:130%;">2 </span>(oksigen), CO<span style="font-size:8pt;line-height:130%;">2</span> (karbondioksida), cahaya matahari sudah pasti tersedia dan zat hara serta air juga sudah pasti tersedia karena akarnya merambat ke batang air yang tentunya zat hara juga ada di sana.Tetapi lain soal dengan kebun kita dimana 2 unsur terakhir tadi, yaitu: air dan zat hara belum tentu tersedia karena sesuatu hal yaitu musim kemarau dan atau pupuk kurang dan jumlah dan jenis serta waktu pemberian yang kurang tepat.<span>           </span><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><em><span>                                                                                          </span>(bersambung…)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><em><span style="font-size:3pt;line-height:130%;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><em><span style="font-size:11pt;line-height:130%;">Pak Sidabukke, ini kenyataan. Setelah saya mengikuti pengarahan dari bapa, hasil panen padi saya lumayan meningkat pak, yang sebelumnya hasil panen </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><em><span style="font-size:11pt;line-height:130%;">per rt = 250 kg/rt sekarang meningkat menjadi 300-320 kg/rt, saat ini saya bisa bayar utang sama CU, dan saat ini saya sudah diangkat menjadi komisaris Serdang 2 Lubuk Pakam. Harapan saya “semoga semua anggota CU Mandiri mau juga membaca dan mengikuti pelajaran dari bapa yang sangat berharga itu, ayo segenap anggota CU baca IDAMAN.” SYALOM!</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><em><span style="font-size:11pt;line-height:130%;"><span> </span>(SMS dari H.Siahaan 081265693630)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 18pt;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:black;font-family:&quot;">ANDA PUNYA MASALAH PERTANIAN?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:black;font-family:&quot;">Silahkan kirim ke Redaksi Idaman atau SMS ke</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:black;font-family:&quot;">Ir.J.Sidabukke di 0813-7609-1966</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 15.75pt;"> </p>
<div><span lang="SV"><span style="font-size:small;"></span></span></div>
<div><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"></span></span></span></div>
<p><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 15.75pt;"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></span></span></span></p>
<div><span lang="SV"></span></div>
<div><span lang="SV"><span style="font-size:small;"></span></span></div>
<p><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 15.75pt;"> </p>
<div></div>
<div><span lang="SV"></span></div>
<p></span></span></span><span lang="SV"><span style="font-size:small;"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 15.75pt;"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 15.75pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0 0 0 15.75pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff00ff;"> SELAYANG PANDANG</span></p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>                </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 63pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Wanita setengah baya tersebut sedang asyik melamun sambil menyaksikan orang-orang yang lalu-lalang di hadapannya saat Tim Idaman datang menghampiri. “Sore ‘namboru koq melamun ?” tegur Tim Idaman. “Gimana nggak melamun, dagangan sepi, orang-orang cuma numpang lewat, jarang ada yang beli,”ujarnya tanpa gairah.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 63pt;"><em><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">LEBIH <span> </span>BERMANFAAT <span> </span>SAAT <span> </span>KRISIS</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>                            </span></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hidup memang sudah sulit…jangan dibuat tambah sulit lagi!</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span>                     </span>Begitu lirik lagu yang sering dinyanyikan para pujangga, <em>yah </em>memang hidup di masa sekarang ini lebih banyak susahnya daripada senangnya, krisis moneter, krisis global, datang silih berganti, tapi kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Karolina Sihombing (NBA 14815) untuk tetap berdagang buah. Ibu dari 4 orang anak ini mengaku sudah menjadi pedagang buah sejak tahun 90-an. “Toke buahnya datang sendiri nawarin buah ke kita, seperti CU juga, modalnya kepercayaan, setelah buah laku terjual, baru kami bayar, paling resikonya buah susut atau busuk!” begitu ujarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span>                     </span></span><em><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sudah lama masuk CU Bu?</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>                            </span>“</span></span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Kenal CU <em>sih </em>udah lama, tapi saat itu belum ada keinginan untuk masuk, karena saya pikir <em>ah untuk apa…nggak masuk akal, </em>tapi setelah masuk CU Mandiri, saya baru merasakan manfaatnya, selain terbantu dalam modal usaha, saya juga udah bisa punya kendaraan sendiri, tabungan saya juga semakin bertambah!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span>                     </span></span><em><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Siapa saja yang bantu-bantu dagang buahnya Bu?</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;"><span>                            </span></span></em><span style="font-size:10pt;">“</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Yah paling anak saya kalau udah pulang sekolah, suami sendiri lebih senang beternak di rumah, tapi sekali-sekali di tetap datang untuk bantu-bantu saya dagang, kalau untuk mempekerjakan orang, waah…belum mampu <em>lah</em>!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 175.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 175.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:10pt;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">Ada yang berminat beli buah?</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 175.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:10pt;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">Apel..salak…jeruk..???</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 220.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:10pt;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">Mampir aja ke Pasar Gambir </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 220.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:10pt;" lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">Jl. MT. Haryono Tebing Tinggi, </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 220.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">tepat di pinggiran jalan tersebut </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 220.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">ada Bu’ Hombing yang menanti </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 220.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Anda, lihat fotonya dengan </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 220.7pt 0 0;"><em><span style="font-size:10pt;" lang="FI"><span style="font-family:Times New Roman;">seksama yah, jangan sampai</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 220.7pt 0 0;">
<address><em>salah orang!</em> </address>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:130%;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 202.7pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></span></span></span></p>
<p></span></span></span></span></h3>
<p></span></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cumandiri.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cumandiri.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cumandiri.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cumandiri.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cumandiri.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cumandiri.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cumandiri.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cumandiri.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cumandiri.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cumandiri.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cumandiri.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cumandiri.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cumandiri.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cumandiri.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=39&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cumandiri.wordpress.com/2008/11/27/idaman-februari-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0861630e37cb77d98ba16215a9d66476?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cumandiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KANTOR CABANG CU MANDIRI KOTAMADYA MEDAN</title>
		<link>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/kantor-cabang-cu-mandiri-kotamadya-medan/</link>
		<comments>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/kantor-cabang-cu-mandiri-kotamadya-medan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 07:52:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cumandiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/kantor-cabang-cu-mandiri-kotamadya-medan/</guid>
		<description><![CDATA[Kantor Cabang CU MANDIRI untuk wilayah Kotamadya Medan dan sekitarnya resmi dibuka pada tanggal 1 Nopember 2007. Hingga 12 Desember 2007, jumlah anggota yang diterima adalah sebanyak 550 orang. Kantor Pelayanan yang terletak di jalan Jenderal A.H. Nasution No. 98 Medan ini merupakan Kantor Cabang termuda dari 6 Kantor Cabang yang sudah ada.   Pelayanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=18&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kantor Cabang CU MANDIRI untuk wilayah Kotamadya Medan dan sekitarnya resmi dibuka pada tanggal 1 Nopember 2007. Hingga 12 Desember 2007, jumlah anggota yang diterima adalah sebanyak 550 orang.</p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">Kantor Pelayanan yang terletak di jalan Jenderal A.H. Nasution No. 98 Medan ini merupakan Kantor Cabang termuda dari 6 Kantor Cabang yang sudah ada.</p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><a rel="attachment wp-att-20" href="http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/kantor-cabang-cu-mandiri-kotamadya-medan/20/" title="denah.jpg"></a></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><a rel="attachment wp-att-22" href="http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/kantor-cabang-cu-mandiri-kotamadya-medan/22/" title="slide1.jpg"><img width="960" src="http://cumandiri.files.wordpress.com/2007/12/slide1.jpg?w=960&#038;h=578" alt="slide1.jpg" height="578" style="width:478px;height:365px;" /></a> </p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">Pelayanan pada kantor cabang ini dibuka setiap hari kerja Senin-Jumat mulai pukul 08.30-16.30 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">Dengan motto “<strong>MELAYANI DENGAN SEPENUH HATI</strong>”, Kantor Cabang Kotamadya Medan dan sekitarnya ini akan secara terus menerus memberikan pelayanan yang terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat Medan dan sekitarnya.</p>
<p>Denah lokasi kantor pelayanan ini, dapat dilihat pada Sketsa berikut ini:</p>
<p><strong><span style="font-size:9pt;font-family:'Century Gothic';"> <a rel="attachment wp-att-20" href="http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/kantor-cabang-cu-mandiri-kotamadya-medan/20/" title="denah.jpg"><img src="http://cumandiri.files.wordpress.com/2007/12/denah.jpg?w=510" alt="denah.jpg" /></a></span></strong></p>
<p>Dengan 1 (satu) orang tenaga administrasi keuangan dan 5 (lima) orang petugas Microfinance pada tahap awal pembukaan kantor ini, diharapkan mampu melayani semaksimal mungkin seluruh anggota yang telah mendaftar, menabung dan meminjam di CU MANDIRI. Penduduk Kotamadya Medan dan Sekitarnya dengan berbagai latar belakang pendidikan, pekerjaan dan profesi serta banyak<span>  </span>keanegaraman lainnya yang ditemui di Ibukota Propinsi Sumatera Utara ini, merupakan tantangan tersendiri bagi CU MANDIRI untuk terus mengembangkan sayapnya.</p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">Ekspansi ini sudah merupakan tekad yang telah diwujudnyatakan, maka tak satupun penghalang mampu mematahkan semangat kami untuk secara terus menerus membangkitkan kesadaran masyarakat Medan dan Sekitarnya, bahwa Credit Union adalah satu-satunya lembaga di dunia yang eksistensinya membantu dan membangkitkan taraf hidup kaum lemah telah teruji oleh apapun, termasuk badai krisis ekonomi. Tunggu apa lagi? Mari bergabung bersama kami dan 14.000 anggota lainnya yang telah terlebih dahulu merasakan manfaat ber Credit Union.</p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">Datang dan hubungi kami di Kantor Cabang Medan di alamat di atas, atau hubungi petugas kami yang siap kapan saja, kemana saja untuk sosialisasi dan memperkenalkan Anda secara pribadi maupun kelompok Anda, baik kelompok umat salah satu agama, kelompok petani, kelompok karyawan dan buruh, serta kelompok lainnya dengan Credit Union dan berbagai manfaat simpanan dan pinjamannya.</p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">Petugas kami yang dapat Anda hubungi:</p>
<p><strong>Hieronimus Jolong, 081396326433; </strong><strong>Pangontangan Sinaga, 081397412027; </strong><strong>Robert Nababan, 081397389320; </strong><strong>Hetty Damanik, 08126492439; </strong><strong>Marta Simarmata, 081370456208; </strong><strong>Nelly Gultom, 081376667774</strong></p>
<p><strong>BRAVO </strong><strong>MEDAN</strong><strong>!</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cumandiri.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cumandiri.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cumandiri.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cumandiri.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cumandiri.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cumandiri.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cumandiri.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cumandiri.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cumandiri.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cumandiri.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cumandiri.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cumandiri.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cumandiri.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cumandiri.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cumandiri.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cumandiri.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=18&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/kantor-cabang-cu-mandiri-kotamadya-medan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0861630e37cb77d98ba16215a9d66476?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cumandiri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cumandiri.files.wordpress.com/2007/12/slide1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">slide1.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cumandiri.files.wordpress.com/2007/12/denah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">denah.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IDAMAN DAN LAPORAN KEUANGAN</title>
		<link>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/idaman-dan-laporan-keuangan/</link>
		<comments>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/idaman-dan-laporan-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 07:47:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cumandiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/idaman-dan-laporan-keuangan/</guid>
		<description><![CDATA[  CU MANDIRI menyampaikan laporan keuangannya dalam bentuk Neraca dan Laporan SHU setiap bulan. Laporan keuangan tersebut dapat dilihat pada Buletin IDAMAN (Informasi Dari MANDIRI) yang terbit setiap bulan yang memuat berita dan perkembangan CU MANDIRI di setiap kantor Cabang, even-even penting yang diikuti, konsultasi pertanian dan keuangan, profil anggota yang berhasil dalam usahanya dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=17&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">CU MANDIRI menyampaikan laporan keuangannya dalam bentuk Neraca dan Laporan SHU setiap bulan. Laporan keuangan tersebut dapat dilihat pada Buletin IDAMAN (Informasi Dari MANDIRI) yang terbit setiap bulan yang memuat berita dan perkembangan CU MANDIRI di setiap kantor Cabang, even-even penting yang diikuti, konsultasi pertanian dan keuangan, profil anggota yang berhasil dalam usahanya dan berbagai hal lainnya yang bermanfaat bagi anggota.</p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">Dengan pelaporan ini, diharapkan transparansi keuangan CU MANDIRI dapat diwujudkan, sehingga kepercayaan anggota akan pengelolaan CU ini dapat terbangun dengan sendirinya.</p>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cumandiri.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cumandiri.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cumandiri.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cumandiri.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cumandiri.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cumandiri.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cumandiri.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cumandiri.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cumandiri.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cumandiri.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cumandiri.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cumandiri.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cumandiri.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cumandiri.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cumandiri.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cumandiri.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=17&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/idaman-dan-laporan-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0861630e37cb77d98ba16215a9d66476?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cumandiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>STRUKTUR EKSTERN CU MANDIRI</title>
		<link>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/struktur-ekstern-cu-mandiri/</link>
		<comments>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/struktur-ekstern-cu-mandiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 07:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cumandiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/struktur-ekstern-cu-mandiri/</guid>
		<description><![CDATA[ Secara ekstern, CU MANDIRI memiliki struktur dengan lembaga koperasi: -  Dinas Koperasi &#38; UKM, Jalan Gatot Subroto Km 5,5 No. 218 Medan, Telp. (061) 8452747, email : disukmsu@pempropsu.go.id. -  Pusat Koperasi Kredit BEKATIGADE yang berpusat di Pematangsiantar (Sumatera Utara). -  Induk Koperasi Kredit Indonesia di Jakarta (Indonesia).-  ACCU (Association of Asian Confederation of Credit Union) di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=13&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <span>Secara ekstern, CU MANDIRI memiliki struktur dengan lembaga koperasi:</span></p>
<p style="margin-left:9.35pt;text-indent:-9.35pt;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span>-<span>  </span></span>Dinas Koperasi &amp; UKM, Jalan Gatot Subroto Km 5,5 No. 218 Medan, Telp. (061) 8452747,<span> </span>email : <a href="mailto:disukmsu@pempropsu.go.id">disukmsu@pempropsu.go.id</a>.</p>
<p><span>-<span>  </span>Pusat Koperasi Kredit BEKATIGADE yang berpusat di Pematangsiantar (Sumatera Utara).</span></p>
<p><span></span><span>-<span>  </span>Induk Koperasi Kredit Indonesia di Jakarta (</span><span>Indonesia</span><span>).</span><span>-<span>  </span>ACCU (Association of Asian Confederation of Credit Union) di Bangkok (</span><span>ASIA</span><span>).</span></p>
<p><span></span><span>-<span>  </span>WOCCU (World Council of Credit Union), di Kanada (Dunia).</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cumandiri.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cumandiri.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cumandiri.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cumandiri.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cumandiri.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cumandiri.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cumandiri.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cumandiri.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cumandiri.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cumandiri.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cumandiri.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cumandiri.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cumandiri.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cumandiri.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cumandiri.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cumandiri.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=13&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/struktur-ekstern-cu-mandiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0861630e37cb77d98ba16215a9d66476?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cumandiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH BERDIRINYA CU MANDIRI</title>
		<link>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/sejarah-berdirinya-cu-mandiri/</link>
		<comments>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/sejarah-berdirinya-cu-mandiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 07:19:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cumandiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/sejarah-berdirinya-cu-mandiri/</guid>
		<description><![CDATA[Koperasi Kredit/Credit Union (CU) MANDIRI, berdiri pada tanggal 10 Maret 1987 di Tebing Tinggi. Berawal dari 17 (tujuh belas) orang yang saling mempercayai, saling mengasihi dan bekerjasama serta bertekad untuk saling membantu satu dengan yang lain dengan cara mengumpulkan modal bersama pada saat itu sebesar Rp. 47.500,- (Empat puluh tujuh ribu lima ratus rupiah) untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=11&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Koperasi Kredit/Credit Union (CU) MANDIRI, berdiri pada tanggal 10 Maret 1987 di Tebing Tinggi. Berawal dari 17 (tujuh belas) orang yang saling mempercayai, saling mengasihi dan bekerjasama serta bertekad untuk saling membantu satu dengan yang lain dengan cara mengumpulkan modal bersama pada saat itu sebesar Rp. 47.500,- (Empat puluh tujuh ribu lima ratus rupiah) untuk dipinjamkan kepada sesama anggota yang membutuhkan, saat ini, setelah 20 tahun berkarya, CU MANDIRI telah menjadi koperasi kredit Terbesar dan Terbaik di wilayah Sumatera Utara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dengan asset sebesar ± 70,648,694,778,- (neraca per-31 Desember 2009) dan jumlah anggota 18.870  orang dan 9 (sembilan) Kantor Cabang (sampai dengan Oktober 2008), CU MANDIRI terus melangkah maju dengan memberikan pelayanannya kepada masyarakat luas.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cumandiri.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cumandiri.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cumandiri.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cumandiri.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cumandiri.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cumandiri.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cumandiri.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cumandiri.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cumandiri.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cumandiri.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cumandiri.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cumandiri.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cumandiri.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cumandiri.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cumandiri.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cumandiri.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=11&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/sejarah-berdirinya-cu-mandiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0861630e37cb77d98ba16215a9d66476?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cumandiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOPERASI KREDIT/CREDIT UNION</title>
		<link>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/koperasi-kreditcredit-union/</link>
		<comments>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/koperasi-kreditcredit-union/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 07:11:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cumandiri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/koperasi-kreditcredit-union/</guid>
		<description><![CDATA[Koperasi Kredit/Credit Union (CU) selanjutnya disebut CU, pertama sekali berdiri di Jerman pada pertengahan abad 19 di Jerman. Walikota Flammersersfield, Jerman Barat, bernama Friedrich Wilhem Raiffeisien prihatin dengan rakyatnya yang menderita sakit bahkan meninggal dunia akibat kelaparan, kedinginan, penyakit, dll. Kemiskinan tentu merupakan akar dari permasalahan tersebut. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari membagikan makanan, minuman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=10&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Koperasi Kredit/Credit Union (CU) selanjutnya disebut CU, pertama sekali berdiri di Jerman pada pertengahan abad 19 di Jerman. W<strong><span style="font-weight:normal;">alikota Flammersersfield, Jerman Barat, bernama Friedrich Wilhem Raiffeisien </span></strong>prihatin dengan rakyatnya yang menderita sakit bahkan meninggal dunia akibat kelaparan, kedinginan, penyakit, dll. Kemiskinan tentu merupakan akar dari permasalahan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">Berbagai upaya dilakukan, mulai dari membagikan makanan, minuman dan selimut gratis kepada rayatnya, tetap tidak berhasil mengatasi masalah tersebut. Para Donatur yang tadinya berbaik hati mulai enggan memberikan bantuan cuma-cuma, karena mereka sendiri juga mulai kehabisan sandang dan pangannya.</p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">Sang walikota akhirnya memutuskan untuk mengumpulkan uang dari penduduk di kota tersebut, untuk kemudian dipinjamkan bagi keperluan produktif di kalangan penduduk miskin di kota itu. Pinjaman harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan tambahan bunga. Pinjaman yang dikembalikan berikut bunga pinjaman tersebut kemudian dipinjamkan kembali kepada penduduk lainnya yang memerlukan modal. Lambat laun, kehidupan penduduk miskin di kota tersebut membaik dan jumlah angka kematian akibat kelaparan, kedinginan, penyakit dan sebagainya berkurang seiiring berkurangnya jumlah penduduk miskin di kota tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">Menjamurnya koperasi di Indonesia dengan berbagai bidang usahanya berpengaruh langsung terhadap perkembangan kesejahteraan anggotanya. Berbagai bentuk dan jenis kegiatan usaha koperasi yang berkembang di Indonesia saat ini antara lain: Koperasi Unit Desa, Koperasi Serba Usaha, Koperasi Karyawan dan Koperasi Simpan Pinjam serta koperasi lainnya.</p>
<p><strong><span style="font-weight:normal;">Credit Union berasal dari 2 (dua) kata, yakni kata &#8220;credit&#8221; berasal dari &#8220;credere&#8221; atau Kepercayaan, dan union yang berasal dari kata “unos” yang artinya satu. Jadi Credit Union berarti sekumpulan orang yang saling percaya dan mengikat diri menjadi satu dalam satu wadah. Credit Union, lebih menekankan kepada kumpulan orang, bukan kumpulan modal atau uang. Orang yang berkumpul bersama harus saling mempercayai satu sama lain. Jika tidak, maka tidak akan dapat bekerjasama dengan baik. Jika kebersamaan tidak didasari dengan saling percaya, maka dapat dipastikan tujuan kebersaman atau kebersamaan itu sendiri tidak akan pernah tercapai dan terwujud.</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-weight:normal;"></span></strong>Pendidikan pada Credit Union mengharuskan kita memegang prinsip ini sebelum kita menjalani proses perjalanan kita sebagai anggota.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cumandiri.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cumandiri.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cumandiri.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cumandiri.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cumandiri.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cumandiri.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cumandiri.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cumandiri.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cumandiri.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cumandiri.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cumandiri.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cumandiri.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cumandiri.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cumandiri.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cumandiri.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cumandiri.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cumandiri.wordpress.com&amp;blog=2183868&amp;post=10&amp;subd=cumandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cumandiri.wordpress.com/2007/12/14/koperasi-kreditcredit-union/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0861630e37cb77d98ba16215a9d66476?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cumandiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
